Jusuf Kalla Yakin Hewan Kurban yang Disembelih Sudah Bebas PMK

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 10 Jul 2022, 12:55 WIB
Diperbarui 10 Jul 2022, 12:55 WIB
Jusuf Kalla
Perbesar
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) usai mengikuti salat Idul Adha 1443 H di Lapangan Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu, 10 Juli 2022. (Dok Tim Komunikasi Jusuf Kalla/JK)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla meyakini, jika hewan kurban yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1443 H sudah bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Adanya wabah PMK sempat menimbulkan kekhawatiran terkait hewan ternak yang dikurbankan.

Hal di atas disampaikan JK, sapaan akrabnya, usai mengikuti salat Idul Adha di Lapangan Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Saya yakin semua hewan kurban yang dikurbankan tahun ini sudah terbebas dari PMK," tegas JK kepada wartawan di Jakarta pada Minggu, 10 Juli 2022.

Seiring dengan kasus PMK yang bersamaan dengan Idul Adha 2022, DMI dan pengurus masjid telah menganjurkan agar memilih hewan kurban yang bebas PMK. Selain itu, DMI juga telah mengimbau supaya setiap hewan kurban harus melalui pemeriksaan kesehatan secara ketat.

Prosedur pemeriksaan kesehatan hewan di tengah wabah PMK tersebut telah dilakukan oleh semua pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Tanggung jawab pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan masing-masing dinas peternakan dan kesehatan hewan setempat.

"Pemerintah daerah melalui dinas peternakan telah melakukan itu (pemeriksaan kesehatan hewan) sebelumnya," terang JK.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Imbauan Cegah PMK

Jusuf Kalla
Perbesar
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) usai mengikuti salat Idul Adha 1443 H di Lapangan Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu, 10 Juli 2022. (Dok Tim Komunikasi Jusuf Kalla/JK)

Di sisi lain, Jusuf Kalla mengakui jika DMI khawatir terkait merebaknya PMK di Indonesia. Berdasarkan data Perkembangan PMK per 10 Juli 2022 pukul 12.00 WIB, sudah ada 336.887 hewan ternak yang sakit, 116.717 yang sembuh.

Kemudian hewan ternak yang potong bersyarat berjumlah 2.936 ekor dan yang mati akibat PMK sebanyak 2.128 ekor. Jumlah provinsi yang terpapar PMK ada 21 dengan 239 kabupaten/kota.

"Tentu saja kita khawatir (ada wabah PMK), karena ini bukan semata-mata Idul Adha-nya saja, tapi juga karena faktor masyarakat secara keseluruhan," tambah JK melalui keterangan yang diterima Health Liputan6.com.

"Makanya, DMI dan pengurus masjid terus melakukan imbauan. Bahkan Palang Merah Indonesia (PMI) ikut serta dalam melakukan disinfektan."

Di Hari Raya Idul Adha 2022, JK yang juga Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 ini berpesan pentingnya persatuan untuk kemanusiaan.


Aman Konsumsi Daging Kurban

FOTO: Penjualan Daging Sapi di Pasar Senen Merosot Akibat Virus PMK
Perbesar
Pedagang memotong daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (31/5/2022). Maraknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak seperti sapi dan kambing sejak beberapa waktu lalu, serta ditambah masih tingginya harga berimbas pada merosotnya penjualan daging di Pasar Senen hingga 50 persen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Masyarakat tidak perlu was-was perihal daging hewan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Bahwa daging masih aman dikondumsi apabila diolah secara benar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Kalimantan Tengah drh Eko Hari Yuwono.

"Meski positif PMK, masih aman dikonsumsi dengan catatan diolah secara benar. Untuk itu, masyarakat jangan terlalu was-was," kata Eko, Jumat (8/7/2022).

Berdasarkan pedoman Organisasi Kesehatan Hewan Dunia, bagian hewan yang terjangkit PMK yang paling aman dikonsumsi adalah daging tanpa tulang dan tanpa limfoglandula.

Namun, jika masyarakat ingin memakan daging jeroan, limfoglandula, tulang sumsum atau kepala dapat melakukan perebusan minimal selama 30 detik untuk mematikan virus.


Daging Kurban Direbus dengan Air Mendidih

FOTO: Penjualan Daging Sapi di Pasar Senen Merosot Akibat Virus PMK
Perbesar
Pedagang daging sapi menunggu pembeli di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (31/5/2022). Maraknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak seperti sapi dan kambing sejak beberapa waktu lalu, serta ditambah masih tingginya harga berimbas pada merosotnya penjualan daging di Pasar Senen hingga 50 persen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebagai langkah antisipasi, daging sapi sebaiknya tidak dicuci dengan air dingin, melainkan direbus dalam air mendidih minimal 30 menit. Pencucian daging hewan yang terjangkit PMK bisa membuat virus mencemari aliran air dan menginfeksi hewan di sekitar rumah.

"Apalagi PMK ini selain pada sapi juga bisa menular ke hewan lain seperti kambing, babi, dan hewan-hewan berkuku belah lain. Namun, virus ini tidak menjangkit ke manusia atau zoonosis," Eko Hari Yuwono menerangkan.

Eko pun berharap masyarakat tetap waspada dan melakukan antisipasi penyebaran PM. Terlebih, saat ini sudah masuk pada musim kurban. Para peternak dapat melakukan 4 langkah pencegahan penyebaran virus yang menyebabkan PMK.

Keempat langkah tersebut, antara lain:

  1. Menjaga jarak dengan ternak guna mencegah manusia menjadi media penularan virus di antara ternak yang ada.
  2. Selalu gunakan masker
  3. Mencuci tangan dengan desinfektan sebelum dan sesudah masuk kandang
  4. Lakukan isolasi dan obati ternak yang sakit agar tidak menyebarkan penyakit ke ternak lain yang sehat
Infografis Jurus Pemerintah Kendalikan Wabah PMK. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Jurus Pemerintah Kendalikan Wabah PMK. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya