Update COVID-19 Hari Ini 4 Juli 2022, Kasus Positif Bertambah 1.434, Sembuh 1.868, Meninggal Dunia 9

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 04 Jul 2022, 18:35 WIB
Diperbarui 05 Jul 2022, 19:12 WIB
FOTO: Waspada Ancaman Omicron hingga Februari Mendatang
Perbesar
Kepadatan calon penumpang kereta Commuter Line (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Kementerian Kesehatan memprediksi penyebaran kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia akan terus terjadi hingga mencapai puncaknya pada Februari 2022. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah. Data harian sebaran COVID-19 per Senin, 4 Juli 2022 menunjukkan bahwa penambahan kasus baru hari ini sebanyak 1.434.

Jumlah tersebut turut menambah akumulasi kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 6.095.351 terhitung sejak Maret 2020.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 1.868 sehingga akumulasinya menjadi 5.922.117.

Kasus meninggal juga terus meningkat. Hari ini penambahan kasus meninggal lebih banyak dari kemarin. Tercatat ada 9 kasus meninggal per 4 Juli 2022 sehingga akumulasinya menjadi 156.758.

Kasus aktif mengalami peningkatan 443 kasus sehingga totalnya menjadi 16.476.

Data tersebut juga menunjukkan jumlah spesimen sebanyak 70.228 dan suspek sebanyak 3.215.

Laporan dalam bentuk tabel turut merinci 6 provinsi dengan penambahan kasus terbanyak. Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Bali, dan Jawa Tengah.

- DKI Jakarta hari ini melaporkan 737 kasus positif baru dan 1.139 pasien telah sembuh.

- Jawa Barat 255 kasus konfirmasi baru dan 267 sembuh dari COVID-19.

- Banten 179 kasus baru dan 190 orang telah sembuh.

- Jawa Timur di peringkat keempat dengan 92 kasus baru dan 120 orang telah sembuh.

- Bali 65 kasus positif baru dan 93 orang sembuh dari COVID-19.

- Jawa Tengah 47 kasus positif baru dan 15 orang sembuh dari infeksi SARS-CoV-2.

Provinsi lain tidak menunjukkan penambahan kasus baru yang terlalu signifikan.  

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Jumlah Kasus Positif per 3 Juli 2022

Kemarin, data harian sebaran COVID-19 per 3 Juli 2022 menunjukkan penambahan kasus baru harian sebanyak 1.614. Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 1.606 sehingga akumulasinya menjadi 5.920.249.

Sementara kasus meninggal kemarin berjumlah 4 kasus, sehingga akumulasinya menjadi 156.749. Sedangkan kasus aktif mengalami peningkatan 4 kasus sehingga totalnya menjadi 16.919.

Data tersebut juga menunjukkan jumlah spesimen sebanyak 46.713 dan suspek sebanyak 2.486.

Ada 5 provinsi dengan penambahan kasus terbanyak per 3 Juli 2022 yakni Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Bali.

-DKI Jakarta 931 kasus positif baru dan 1.078 pasien telah sembuh.

-Jawa Barat 284 kasus konfirmasi baru dan 267 sembuh dari COVID-19.

-Banten 185 kasus baru dan 83 orang telah sembuh.

-Jawa Timur di peringkat keempat dengan 97 kasus baru dan 86 orang telah sembuh.

-Bali 40 kasus positif baru dan 43 orang sembuh dari COVID-19.

 


Peningkatan Kasus Terjadi di Dunia

Peningkatan kasus COVID-19 tidak hanya terjadi di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa saat ini kasus COVID-19 sedang naik di semua negara. Kenaikan ini diakibatkan subvarian BA.4 dan BA.5.

Ia pun menyampaikan perkiraan puncak BA.4 dan BA.5 merujuk pada kasus-kasus yang terjadi di negara lain.

Menurutnya, ada beberapa negara seperti Australia, Afrika Selatan, dan Portugal yang sudah melampaui puncak BA.4 dan BA.5.

“Berapa tinggi sih mereka puncaknya? Rata-rata mereka berkisar antara  30 sampai 40 persen dari puncak Omicron sebelumnya. Jadi kalau Indonesia kan sebelumnya 58 ribu ya 30 persennya mungkin di bawah 20 ribu, itu  puncak kasus per harinya,” kata Budi usai memberi sambutan dalam acara Simposium Asosiasi Dokter Medis Sedunia (World Medical Association) tahun 2022 di Jakarta, Minggu (3/7/2022).

Perkiraan angka itu jika mengikuti pola kasus yang terjadi di negara-negara lain yang sudah melampaui puncak. Budi juga menerangkan soal berapa cepat BA.4 dan BA.5 akan mencapai puncak.

“Yang kedua yang kita amati juga, berapa cepat sih mencapai puncaknya? Itu rata-rata antara 28 sampai 34 hari sejak ditemukan BA.4 dan BA.5 di negara tersebut.”

“Karena di Indonesia ditemukannya sesudah lebaran, kalau kita mengikuti pola di negara lain maka puncaknya kira-kira di minggu kedua atau minggu ketiga Juli.”


Kasus COVID-19 di RI Masih Terkontrol

Saat ini, kasus harian COVID-19 di Indonesia masih di kisaran angka 2 ribu dan diperkirakan puncaknya akan dicapai dalam waktu singkat.

Budi menambahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memiliki level yang serupa dengan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yakni level 1, 2, dan 3.

Level 1 ditandai dengan 20 kasus per 100 ribu penduduk dalam satu minggu. Jika diterjemahkan ke Indonesia itu 7.800 per hari.

“Jadi kalau saya ditanya sebagai Menteri Kesehatan, saya lihat kondisinya masih terkontrol. Kita masih di bawah Singapura yang 5 ribu dengan jumlah penduduk 5 juta. Kalau Indonesia masih di level 1 karena di bawah 7.800, kita kan masih 2.200-an.”

Ia tak memungkiri memang ada kenaikan, tapi masyarakat diminta untuk tidak panik dan tetap waspada.

“Sekarang kita memang naik di atas satu, tapi sudah melandai. Para epidemiolog meeting sama saya mereka bilang ‘Pak kayaknya ini ujung-ujungnya sebentar lagi tercapai puncaknya’ kalau puncak tercapai di 2 ribuan, itu kita tenang, tapi kembali lagi itu kan berdasarkan prediksi terhadap kejadian di negara lain.”

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya