Tetap Waspada, Kasus Mingguan COVID-19 Global Meningkat 3 Pekan Berturut-turut

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 30 Jun 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 30 Jun 2022, 10:00 WIB
FOTO: Jutaan Warga Beijing Jalani Tes COVID-19 Massal
Perbesar
Seorang pekerja yang mengenakan pakaian pelindung dan membawa megafon memegang selembar dengan kode QR untuk orang-orang yang mengantre untuk tes virus corona COVID-19 di tempat pengujian pada hari ketiga pengujian massal untuk jutaan penduduk di Distrik Chaoyang, Beijing, China, 15 Juni 2022. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Jakarta Organisasi Kesehatan Dunia (world Health Organization/WHO) melaporkan bahwa kasus mingguan COVID-19 global mengalami peningkatan 3 minggu berturut-turut.

Hal ini disampaikan dalam laporan epidemiologi mingguan kasus COVID-19 global per 26 Juni 2022 yang dirilis pada Rabu 29 Juni 2022.

“Secara global, jumlah kasus mingguan telah meningkat selama tiga minggu berturut-turut, setelah tren menurun sejak puncak terakhir pada Maret 2022. Selama minggu 20 hingga 26 Juni 2022, lebih dari 4,1 juta kasus baru dilaporkan, meningkat 18 persen dibandingkan minggu sebelumnya,” mengutip laporan tersebut pada Kamis (30/6/2022).

Meski jumlah kasus meningkat, jumlah kematian mingguan tetap dan serupa dengan minggu sebelumnya, yakni lebih dari 8.500 kematian dilaporkan.

Di tingkat regional, jumlah kasus mingguan baru meningkat di Wilayah Mediterania Timur 47 persen, Wilayah Eropa 33 persen, Wilayah Asia Tenggara 32 persen, dan Wilayah Amerika 14 persen.

Sedangkan, di Wilayah Afrika kasus terpantau menurun 39 persen dan Wilayah Pasifik Barat 3 persen.

Jumlah mingguan kematian meningkat di Wilayah Mediterania Timur 22 persen, Wilayah Asia Tenggara 15 persen, dan Wilayah Amerika 11 persen.

Sedangkan penurunan kematian diamati di Wilayah Pasifik Barat 6 persen, Wilayah Eropa 5 persen dan Wilayah Afrika 1 persen.

Hingga 26 Juni 2022, lebih dari 541 juta kasus yang dikonfirmasi dan lebih dari 6,3 juta kematian telah dilaporkan secara global, menurut laporan tersebut.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Di Tingkat Negara

AS Vaksinasi COVID Anak-Anak Usia 5-11 Tahun
Perbesar
Joanna Nagata menghibur putrinya Mallory Nagata (5) yang disuntik vaksin COVID-19 saat vaksinasi anak 5 - 11 tahun di Eugene A. Obregon Park, Los Angeles, Rabu (3/11/2021). Ini menjadi langkah perdana vaksinasi Covid-19 bagi anak kecil di Amerika. (Keith Birmingham/The Orange County Register via AP)

Tren ini harus ditafsirkan dengan hati-hati karena beberapa negara telah berubah secara progresif.

Strategi pengujian COVID-19 menunjukkan jumlah keseluruhan tes yang dilakukan lebih rendah dan akibatnya lebih rendah pula jumlah kasus yang terdeteksinya.

Di tingkat negara, jumlah kasus mingguan baru tertinggi dilaporkan dari Amerika Serikat yakni 701.855 kasus baru atau bertambah 5 persen, Jerman 504.655 kasus baru atau bertambah 23 persen, Brasil 349.791 kasus baru atau bertambah 37 persen, Italia 340.012 kasus baru atau  bertambah 61 persen, dan China 333.926 kasus baru atau berkurang 18 persen.

Jumlah tertinggi kematian mingguan baru dilaporkan dari Amerika Serikat yakni 1.997 kematian baru atau berkurang 2 persen dari pekan sebelumnya, Brasil 1.313 kematian baru atau bertambah 37 persen, China 925 kematian baru atau berkurang 11 persen, Federasi Rusia 429 kematian baru atau berkurang 3 persen, dan Italia 355 kematian baru atau bertambah 5 persen.

WHO, bekerja sama dengan otoritas nasional, lembaga dan peneliti, secara rutin menilai apakah varian dari SARS-CoV-2 mengubah transmisi atau karakteristik penyakit.


Pemantauan Varian SARS-CoV-2

Kisah Perempuan Peneliti Eijkman Jalankan Riset DNA Virus Covid-19 Saat Hamil
Perbesar
Para perempuan peneliti di unit riset Emerging Virus. (dok. L'Oreal Indonesia/Dinny Mutiah)

Pemantauan juga dilakukan untuk menjawab apakah varian baru berdampak pada efektivitas vaksin, terapi, diagnostik atau kesehatan masyarakat dan tindakan sosial  yang diterapkan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.

Varian yang menjadi perhatian (VOC), varian minat (VOI) atau varian dalam pemantauan (VUM) secara teratur dinilai berdasarkan risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan masyarakat global.

Klasifikasi varian akan direvisi sesuai kebutuhan untuk mencerminkan evolusi berkelanjutan dari varian yang beredar dan epidemiologi mereka yang berubah. Kriteria klasifikasi varian, dan daftar yang beredar saat ini dan sebelumnya VOC, VOI, dan VUM yang beredar, tersedia di situs web varian WHO Tracking SARS-CoV-2.

Pihak berwenang nasional dapat memilih untuk menunjuk varian lain dan sangat dianjurkan untuk menyelidiki dan melaporkan varian baru yang muncul dan bagaimana dampaknya.

Sementara, terus terjadi penurunan jumlah sekuens SARS-CoV-2 yang dikirimkan ke GISAID, dibandingkan dengan Januari 2022 ketika 1.248.906 sekuens dikirimkan. Dari 27 Mei hingga 27 Juni 2022, 146.183 sekuens SARS-CoV-2 diserahkan ke GISAID.


Omicron Mendominasi

Ilustrasi Omicron (Arfandi/Liputan6.com)
Perbesar
Ilustrasi Omicron (Arfandi/Liputan6.com)

Di antara sekuens ini, Omicron VOC tetap menjadi varian dominan yang beredar secara global, terhitung 94 persen dari urutan yang dilaporkan dalam 30 hari terakhir.

Omicron pada minggu ke-24 (13-19 Juni 2022) menyumbang kasus dengan rincian sebagai berikut:

-Subvarian BA.2 mewakili 25 persen kasus

-BA.2.12.1 mewakili 11 persen kasus

-BA.4 mewakili 12 persen kasus

-BA.5 mewakili 43 persen kasus

Dibandingkan dengan pekan sebelumnya, yakni pada 6 sampai 12 Juni, BA.2 menurun dari 30 persen menjadi 25 persen, BA.2.12.1 menurun dari 18 persen menjadi 11 persen. Sedangkan BA.4 meningkat dari 9 persen menjadi 12 persen dan BA.5 meningkat dari 28 persen menjadi 43 persen.

Tren ini harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan keterbatasan sistem surveilans, termasuk:

-Perbedaan dalam kapasitas pengurutan dan strategi pengambilan sampel antar negara, serta perubahan dalam pengambilan sampel

-Strategi pengurutan di beberapa negara

-Sumber daya tambahan

-Kesenjangan pengetahuan dan penelitian.

BA.4 dan BA.5 sebagai subvarian Omicron juga kini sedang merebak di Indonesia dan menjadi subvarian yang perlu diwaspadai oleh setiap orang.

Infografis Ragam Tanggapan Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ragam Tanggapan Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya