Update COVID-19 Hari Ini 29 Juni 2022: Kasus Positif Bertambah 2.149, Sembuh 1.282, Meninggal 3

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 29 Jun 2022, 18:35 WIB
Diperbarui 29 Jun 2022, 18:35 WIB
Kawasan TMII Kembali Dibuka Tèrbatas
Perbesar
Warga berolahraga sore di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Kasus COVID-19 masih mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari laporan harian sebaran COVID-19 per Rabu 29 Juni 2022 pukul 12.00 WIB.

Laporan tersebut menunjukkan penambahan kasus positif sebanyak 2.149 sehingga akumulasinya menjadi 6.086.212.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 1.282 sehingga akumulasinya menjadi 5.913.307.

Sayangnya, kasus meninggal juga terus mengalami kenaikan. Hari ini kenaikannya tercatat sebanyak 3 orang sehingga akumulasinya menjadi 156.731.

Kasus aktif juga terus meningkat dengan penambahan 864 kasus sehingga totalnya menjadi 16.174.

Data tersebut juga menunjukkan angka spesimen sebanyak 80.020 dan suspek sebanyak 4.937.

Laporan dalam bentuk tabel turut menunjukkan penambahan kasus terbanyak di 5 provinsi. Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Bali.

- DKI Jakarta hari ini melaporkan penambahan kasus terbanyak dengan 1.134 kasus baru dan 709 orang sembuh.

- Jawa Barat 416 kasus positif baru dan 176 sembuh dari COVID-19.

- Banten 294 kasus konfirmasi baru dan 159 orang sembuh.

- Jawa Timur 113 kasus baru dan 100 orang sembuh.

- Bali 56 kasus baru dan 50 orang telah dinyatakan sembuh.

Provinsi lain tidak menunjukkan penambahan kasus baru yang begitu signifikan. Masih ada 7 provinsi tanpa penambahan kasus baru sama sekali. Provinsi-provinsi itu adalah Riau, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Laporan Sebelumnya

Tes Usap Pasca Libur Lebaran
Perbesar
Petugas medis melakukan tes usap antigen di pusat perbelanjaan kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/05/2021). Pasca libur lebaran, Forkopimda Kabupaten Bekasi melakukan swab tes antigen kepada sekitar 202 pedagang guna mencegah penyebaran COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Di hari sebelumnya yakni pada Selasa 28 Juni 2022, penambahan kasus COVID-19 tercatat sebanyak 2.167. Dengan demikian penambahan kasus hari ini lebih rendah dari kemarin dengan selisih 18 kasus.

Angka ini turut menambah akumulasi kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 6.084.063.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 1.170 sehingga akumulasinya menjadi 5.912.025.

Sedangkan, kasus meninggal bertambah 2 sehingga akumulasinya menjadi 156.728.

Laporan per pukul 12.00 WIB itu juga menunjukkan angka kasus aktif yang terus bertambah. Penambahan kasus aktif kemarin adalah 995 sehingga totalnya menjadi 15.310.

Data juga menunjukkan penambahan kasus spesimen sebanyak 88.719 dan suspek sebanyak 4.822.

Laporan dalam bentuk tabel turut menunjukkan 5 provinsi dengan penambahan kasus terbanyak.

Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Bali.

-DKI Jakarta pada Selasa melaporkan 1.250 kasus baru dan 718 pasien telah sembuh.

-Jawa Barat 425 kasus positif baru dan 115 orang sembuh dari COVID-19.

-Banten di peringkat ketiga dengan 227 kasus baru dan 77 orang sembuh.

-Jawa Timur 109 kasus baru dan 104 sembuh dari COVID-19.

-Bali 54 kasus baru dan 70 orang sembuh.

Provinsi lain tidak menunjukkan penambahan kasus baru yang signifikan. Dan masih ada 8 provinsi tanpa penambahan kasus baru sama sekali. Provinsi-provinsi itu adalah Aceh, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.


Lengkapi Vaksinasi

Vaksinasi Booster
Perbesar
Ilustrasi kegiatan vaksinasi booster. Credits: pexels.com by RANK MERIÑO

Melihat kasus yang terus merangkak naik Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof. Dr. Sri Rezeki, Hadinegoro, dr., SpA (K), mengatakan bahwa vaksinasi tetap penting apalagi di tengah merebaknya Omicron subvarian BA.4 dan BA.5.

Menurutnya, vaksin booster masih sangat penting lantaran virus masih bermutasi. Mutasi adalah cara virus untuk tetap bertahan hidup dan vaksinasi adalah cara untuk melawannya. Mutasi yang terus terjadi kemudian menimbulkan pertanyaan apakah vaksin booster kedua diperlukan.

“Apa kita perlu booster kedua? Yang primer saja belum beres, minimal 70 persen dari populasi, ayo kita bereskan dulu. Kalau itu sudah dibereskan, kita ke booster pertama, ini pun belum beres. Kalau booster dibereskan, mungkin kita belum perlu pakai booster kedua kalau masih ada yang belum divaksinasi,” ujar Sri dalam seminar daring bertajuk Perjalanan Vaksinasi COVID-19: Pentingnya Vaksinasi Booster di Masa Pandemi Sabtu (25/6/2022).

Ia menambahkan, orang-orang yang belum divaksinasi adalah sumber dari mutasi. Sehingga perlu dikejar dulu vaksinasi primernya, kemudian ke vaksinasi booster.


Bagi Kelompok Rentan

Sentra Vaksinasi Covid-19 bagi PKL dan Pelaku UMKM
Perbesar
Peserta menerima vaksin AstraZeneca di Sentra Vaksinasi Covid-19, GOR Kemayoran, Kamis (3/6/2021). Pemkot Jakpus menggelar Sentra Vaksinasi Covid-19 untuk PKL, karyawan ritel, dan pelaku UMKM di GOR Kemayoran guna memberikan kekebalan kelompok di sektor perekonomian. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Vaksinasi lengkap penting bagi masyarakat terutama bagi lanjut usia (lansia). Studi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, pada usia lanjut vaksinasi COVID-19 dapat menurunkan kejadian penyakit berat, masuk rumah sakit (rawat inap), dan kematian.

Artinya, lanjut Sri, kelompok masyarakat yang perlu menjadi prioritas dalam mendapatkan vaksin COVID-19 yakni usia lanjut, tenaga kesehatan, komorbid dan kelompok imunokompromais. Tak lupa kemudian kelompok dewasa, remaja dan anak-anak sehat.

Ia menyimpulkan, sebelum memikirkan vaksin booster kedua, maka kelompok-kelompok prioritas itu perlu dibereskan terlebih dahulu.

“Marilah kita bereskan dulu step by step, jangan ngacak, supaya hasilnya jauh lebih baik.”

Sri juga menyampaikan terkait booster anak usia 6-11 tahun. Menurut dia, pemberian booster pada anak di usia tersebut masih dalam proses kajian.

“Kita sedang mengkaji hal ini, karena ini terkait dengan jenis vaksin apa, kebutuhannya berapa, logistiknya bagaimana, kalau vaksin tidak cukup apa perlu berbayar, semua itu kan harus dipikirkan karena pemerintah juga sudah banyak mengeluarkan dana untuk program vaksinasi ini.”

“Kita masih menggodok bukan hanya sekadar perlu atau tidak perlu tapi banyak kaitan-kaitan yang harus kita kaji,” kata Sri.

 

Infografis Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Kunci Kendalikan Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Kunci Kendalikan Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya