1 Kasus Cacar Monyet Monkeypox Ditemukan di Korea Selatan

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 23 Jun 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 23 Jun 2022, 07:00 WIB
Ilustrasi bendera Korea Selatan (AP/Chung Sung-Jun)
Perbesar
Ilustrasi bendera Korea Selatan (AP/Chung Sung-Jun)

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit cacar monyet telah menyebar ke banyak negara di dunia. Terbaru, Korea Selatan melaporkan temuan pertama kasus monkeypox pada Rabu, 22 Juni 2022.

Dengan adanya temuan pertama kasus cacar monyet di negaranya, Korea Selatan pun meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut dan meminta monitoring serta sistem respons diperkuat.

Kasus pertama cacar monyet di Korea Selatan ditemukan pada warga negara tersebut yang baru saja tiba dari Jerman, Selasa, 21 Juni 2022. Warga negara Korea Selatan yang terpapar itu kini menerima perawatan di Incheon Medical Center setelah menunjukkan beberapa gejala cacar monyet dan menunjukkan hasil tes positif. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) tidak menjelaskan detail individu yang terpapar tersebut.

Setelah adanya temuan kasus pertama, KDCA meningkatkan status level terhadap penyakit tersebut menjadi 'waspada'.

KDCA menyatakan akan meningkatkan pemantauan terhadap area-area yang memerlukan penguatan manajemen karantina, terutama bagi orang-orang yang datang dari negara-negara di mana penyakit cacar monyet sering terjadi, dilansir Channelnewsasia.

"KDCA telah mendorong untuk menggunakan vaksinasi cacar monyet dan perawatan yang aman, serta meningkatkan sosialisasi terhadap hal tersebut. Sementara KDCA terus memperluas kemampuan pengujian diagnostiknya," ujar Komisioner KDCA Peck Kyong-ran.

Sebelumnya pada hari yang sama, KDCA melaporkan dua kasus suspek virus monkeypox. Sementara satu kasus lain yang merupakan warga negara asing yang masuk ke Korea Selatan pada Senin, 20 Juni 2022 dengan gejala ruam dan sakit tenggorokan menunjukkan hasil tes negatif. KDCA mengatakan, pasien tersebut didiagnosis dengan penyakit lain, tanpa menjelaskan detailnya. 

 


Peningkatan Manajemen Karantina untuk Orang Asing

Secara terpisah pada hari yang sama, Presiden Yoon Suk-yeol memerintahkan otoritas kesehatan untuk "meningkatkan manajemen karantina pendatang asing di bandara ... dan sepenuhnya siap untuk mendistribusikan vaksin dan perawatan ke bidang medis."

Yoon juga memerintahkan untuk segera menyelesaikan pengenalan vaksin generasi ketiga dan obat antivirus untuk cacar monyet.

Sebelumnya pada bulan Juni, Korea Selatan menetapkan cacar monyet sebagai penyakit menular tingkat dua, menurut sistem empat tingkatnya, dengan 22 penyakit menular termasuk COVID-19, kolera, dan cacar air termasuk dalam kategori yang sama.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebutkan bahwa dari 1 Januari 2022 hingga 17 Juni 2022 sudah ada 2.103 kasus cacar monyet atau monkeypox di dunia.

Penyebaran kasus cacar monyet yang biasanya hanya di daerah endemis kini sudah tercatat di 42 negara di lima benua.

Dari angka di atas, sekita 84 persen atau 1.773 asus dilaporkan dari Eropa. Lalu, disusul ada 24 kasus atau 12 persen dari Amerika dan ada 64 kasus dilaporkan dari Afrika. 

 


Meningkat Drastis Sejak Mei 2022

Dari angka 2.103 itu, peningkatan drastis yakni sebesar 98 persen kasus terjadi sejak Mei  seperti mengutip laman resmi WHO pada Senin, 20 Juni 2022.

Penyakit yang biasanya hanya ada di negara endemik yakni di Afrika ini malah di tahun ini kasus terbanyak berasal dari Inggris (524), Spanyol (313), Portugal (241), Jerman (263). Lalu Prancis dan Kanada juga sudah di angka 100-an orang di sana terkonfirmasi cacar monyet.

"Semakin lama virus ini beredar, semakin luas jangkauannya maka semaki kuat kehadiran cacar monyet di negara-negara non-endemik," kata Direktur WHO Eropa, Hans Kluge.

Melihat angka kasus yang terus bertambah di negara non-endemik, Kluge meminta negara-negara Eropa untuk meningkatkan pengawasan, pengujian diagnostik, melakukan whole genome sequencing. Tak ketinggalan perlu juga melacak kontak dari pasangan seksual yang terinfeksi cacar monyet.


Belum Perlu Vaksinasi Massal

WHO pun sudah mengeluarkan dana darurat untuk meningkatkan kapasitas laboratorium untuk mengindentifikasi virus cacar monyet di negara-negara yang kekurangan.

Hingga saat ini WHO mengatakan bahwa dalam kasus monkeypox, vaksinasi massall belum diutuhan. Bisa jadi kalau ada vaksinasi massl malah bakal seperti kejadian vaksinasi COVID-19 di mana negara-negara kaya dengan cepat memonopoli vaksin yang terbatas seperti disampaikan Kluge selaras dengan pernyataan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhenom Ghebreyesus sebelumnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya