Baru Berusia 19, Rein Vidya Banafsha Jadi Wisudawan Termuda Fakultas Kedokteran Unpad

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 08 Jun 2022, 14:00 WIB
Diperbarui 08 Jun 2022, 14:42 WIB
Baru Berusia 19 Rein Vidya Banafsha Berhasil Jadi Wisudawan Termuda Fakultas Kedokteran Unpad
Perbesar
Baru Berusia 19 Rein Vidya Banafsha Berhasil Jadi Wisudawan Termuda Fakultas Kedokteran Unpad. Foto: tangkapan layar Instagram @reinvidya.

Liputan6.com, Jakarta - Pengguna Twitter baru-baru ini dihebohkan dengan kelulusan mahasiswi termuda di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Rein Vidya Banafsha.

Rein pada 2018 tercatat sebagai mahasiswi baru termuda Universitas Padjadjaran atau Unpad yang diterima di Fakultas Kedokteran.

Kini, Rein mendapatkan predikat sebagai wisudawan termuda dengan usia 19 tahun 4 bulan pada Upacara Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2021/2022, Selasa (7/6/2022).

“Perasaannya senang banget jadi wisudawan termuda, (mudah-mudahan) bisa menginspirasi orang,” ujar Rein mengutip laman resmi Unpad Rabu (8/6/2022).

Rein Vidya Banafsha lulus dari FK Unpad pada Februari 2022 lalu. Ia berhasil menyelesaikan studi Sarjana dalam waktu 3,5 tahun. Ia pun berkesempatan mengikuti wisuda secara luring dari Graha Sanusi Hardjadinata, Unpad di Dipatiukur, Bandung.

Sebelumnya, Rein berhasil diterima di FK Unpad melalui jalur SBMPTN. Perempuan asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini mantap memilih program studi Kedokteran Unpad di pilihan pertama.

Harapannya tercapai, ia pun diterima menjadi mahasiswa Unpad pada usia yang masih sangat muda yakni 15 tahun 10 bulan. Sejak duduk di bangku SMP, Rein sudah mengikuti kelas percepatan.

Diketahui, Rein menyelesaikan studi di SMPN 5 Tasikmalaya dalam waktu dua tahun. Masuk ke SMAN 1 Tasikmalaya, Rein juga mengikuti kelas percepatan dan kembali lulus dalam dua tahun.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tantangan Semasa Kuliah

Pemerintah akan Bangun Aquatiq Stadium di Kampus Unpad Jatinangor
Perbesar
Kampus Unpad Jatinangor akan memiliki Aquatiq Stadium.

Diterima di FK Unpad dengan usia yang cukup belia, Rein sempat berpikir bahwa kuliah di Kedokteran sangat berat. Namun, secara perlahan, ia mencoba menikmati masa-masa kuliahnya.

“Lumayan susah belajar di FK, tetapi kalau dinikmati prosesnya akan bisa melewati itu semua,” imbuhnya.

Kondisi pandemi COVID-19 sempat memaksa Rein dan mahasiswa Unpad lainnya untuk melakukan pembelajaran jarak jauh secara daring.

Ada perbedaan signifikan antara kuliah tatap muka dengan kuliah daring. Menurut Rein, tantangan terbesarnya ketika harus melakukan praktikum.

“Praktik online jadi lebih kurang (menangkapnya), karena lebih menempel kalau offline,” jelasnya.

Tantangan lainnya adalah harus rajin mengatur waktu dan mengerjakan tugas secara mandiri.

“Kalau dulu waktu offline, biasa ketika ada tugas bisa mengerjakan bareng-bareng bersama teman. Kalau online jadi tantangan tersendiri,” kata Rein Vidya Banafsha.

Meski demikian, Rein berhasil melewati masa studi Sarjananya dengan baik. Selanjutnya, ia akan menempuh Pendidikan Profesi Kedokteran untuk mendapatkan gelar dokternya.


Komentar Warganet

Universitas Padjadjaran
Perbesar
Proses pemilihan rektor (pilrek) Universitas Padjadjaran periode 2019-2024 resmi dimulai dari awal. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Perempuan berdarah Sunda ini pun mantap untuk melanjutkan studinya ke pendidikan Spesialis.

 “Terima kasih Unpad sudah berjasa dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak harapan bangsa. Semoga Unpad bisa makin maju dan terjaga nama baiknya,” kata Rein.

Cerita tentang Rein yang berhasil menjadi wisudawan termuda dari FK Unpad menarik perhatian warganet. Banyak yang mengaku kagum pada gadis tersebut.

"Keren banget MasyaAllah," ujar pengguna Twitter.

"Keren banget, semoga anakku juga seperti itu," tulis pengguna lainnya.

"Gils aku 19 tahun masih jadi maba (mahasiswa baru)."

"Aaa keren banget, kalau aku 19 tahun kayaknya masih menjamet."

"19 tahun bukannya jualan risol kepanitiaan malah wisuda."

"Bagus, pinter banget. Tapi kasian sodara sama tetangganya yang seumuran."

"Untuk tetangga dan semua mahasiswa di atas 20 tahun, selamat Anda memasuki perasaan penuh tekanan."

"Keren banget, untungnya bukan tetanggaku."

“Jangan minder ya adik-adik sekalian, udah enggak zaman sekarang lomba lulus paling muda, kematangan emosional itu butuh waktu dan udah banyak kok jurnalnya lulus muda not equal to sukses duluan. So, take your time, yang penting kalian punya determinasi yang bagus, ok,” kata pengguna lain dengan nada menghibur.


Mahasiswa Termuda

Kampus
Perbesar
Mahasiswa di Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang.

Sebelum menjadi lulusan termuda, Rein juga menjadi mahasiswa Universitas Padjadjaran tahun akademik 2018/2019 termuda di antara rekan-rekan seangkatannya.

Saat diterima jadi mahasiswi Unpad, ia baru berusia 15 tahun 10 bulan. Saat pelaksanaan registrasi administratif di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Selasa (7/8), Rein mengungkapkan, sejak duduk di bangku SMP, ia sudah mengikuti kelas percepatan.

Saat itu ia mengatakan “Terbayang banget bakal susah belajar Kedokteran, bakal banyak waktu yang harus dikorbankan. Tetapi, InsyaAllah siap,” ujar Rein.

Saat ditanya mengapa memilih Kedokteran Unpad, Rein mengungkapkan bahwa kuliah di Kedokteran Unpad bebas dari biaya. Ia mengaku siap mengabdi sebagai dokter di wilayah mana saja, baik di Jawa Barat maupun di luar Jawa Barat.

Selain siap mengikuti aktivitas akademik, putri pasangan Pian Sopyan Nurochman dan Nenden Diana ini ingin aktif di kegiatan organisasi dan kemahasiswaan.

Salah satu organisasi kemahasiswaan yang tertarik untuk diikutinya adalah Asian Medical Student Association (AMSA) di FK Unpad.

Rein yang memiliki hobi menggambar dan bernyanyi ini juga memiliki keinginan untuk bergabung dengan unit paduan suara di Unpad.

“Prioritas utama adalah pendidikan, tetapi saya memiliki kesempatan untuk bebas berorganisasi, dan enggak akan saya lewatkan,” gadis kelahiran Tasikmalaya, 3 Oktober 2002 ini.

Infografis mahasiswa Surabaya peretas website
Perbesar
Infografis mahasiswa Surabaya peretas website
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya