Seperlima Penduduk RI pada 2045 adalah Lansia, Tertinggi Yogyakarta

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 30 Mei 2022, 08:00 WIB
Diperbarui 30 Mei 2022, 08:00 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono
Perbesar
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menghadiri Bali Invest Forum di Nusa Dua, Bali, Jumat, 26 Maret 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, jumlah lansia di Indonesia akan mencapai seperlima penduduk pada tahun 2045. Angka ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021.

"Angka harapan hidup memengaruhi peningkatan populasi lansia, yang saat ini ada 10,8 persen penduduk atau 29,3 juta orang merupakan kelompok lansia 2021 di atas 60 tahun. Jadi, 10,82 penduduk Indonesia saa ini lansia," kata Dante saat acara Survei Nasional Persepsi Lansia di Masa Pandemi - PERGEMI Untuk Negeri pada Minggu, 29 Mei 2022.

"Dan nanti akan mencapai kira-kira seperlima penduduk pada tahun 2045 adalah lansia. Provinsi terbanyak lansia ada di provinsi Yogyakarta sebanyak 15,52 persen."

Berdasarkan data BPS tahun 2021, proporsi lansia di Indonesia terus meningkat setiap tahun hingga 2045 mencapai 19,9 persen. Ada 8 provinsi dengan persentase lansia tertinggi, antara lain:

  1. Yogyakarta 15,52 persen
  2. Jawa Timur 14,53 persen
  3. Jawa Tengah 14,18 persen
  4. Sulawesi Utara 12,84 persen
  5. Bali 12,71 persen
  6. Sulawesi Selatan 11,24 persen
  7. Lampung 10,22 persen
  8. Jawa Barat 10,18 persen

Usia lanjut diikuti dengan penurunan fungsional tubuh. Hal ini disebabkan aspek biologis, fisiologis, psikologis dan sosial.

Data BPS tahun 2021 menunjukkan bahwa 2 dari 5 lansia (43,22 persen) mengaku mengeluh gangguan kesehatan dalam sebulan terakhir, 1 dari 5 lansia (22,48 persen) mengalami sakit dalam sebulan terakhir.

"Kemudian 1 dari 4 lansia masih merokok rata-rata setiap hari, dan 5,26 lansia dirawat dengan length of stay kira-kira 6 hari dalam satu tahun terakhir," lanjut Dante.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


52 Persen Lansia Mengobati Sendiri

FOTO: Aktivitas Lansia Mengisi Waktu Sambil Berlatih
Perbesar
Suasana saat para lansia latihan angklung di Rumah Rehabilitasi Psikososial Dinas Sosial Kota Tangerang, Banten, Rabu (19/5/2021). Kegiatan berlatih angklung bagi lansia tersebut guna mengisi waktu luang sekaligus melatih motorik, auditori, dan sensorik para lansia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Yang lebih menyedihkan lagi, menurut Dante Saksono Harbuwono, sebanyak 52 persen lansia rupanya mengobati diri sendiri jika ada keluhan sakit. Penanganan penyakit bilamana berpotensi menjadi kronis menjadi terhambat atau lambat terdeteksi.

Akibatnya, persentase penyakit tidak menular pada lansia meningkat secara signifikan dibandingkan kelompok umur lainnya, baik penyakit yang berhubungan dengan diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi.

"Penyakit tidak menular meningkat, kematian ikut meningkat. Kematian kardiovaskuler, jantung dan pembuluh darah, keganasan diabetes meningkat terus menjadi urutan pertama penyebab kematian di seluruh Indonesia pada saat ini," jelas Wamenkes Dante.

"Kondisi ini menggeser penyakit-penyakit menular dan penyakit pernapasan."

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2018, ada empat penyakit tidak menular yang menempati posisi tertinggi pada lansia. Keempatnya terbagi pada rentang usia tertentu, antara lain (dalam persen):

Usia 55-64 tahun

  • Diabetes 15,5
  • Penyakit Jantung 3,9
  • Stroke 14,2
  • Hipertensi 55,23

Usia 65-74 tahun

  • Diabetes 15,1
  • Penyakit Jantung 4,6
  • Stroke 45,3
  • Hipertensi 63,22

Usia 75 tahun ke atas

  • Diabetes 13,6
  • Penyakit Jantung 4,7
  • Stroke 50,2
  • Hipertensi 69,53

Biaya Kesehatan dan Angka Harapan Hidup

FOTO: Aktivitas Lansia Mengisi Waktu Sambil Berlatih
Perbesar
Seorang lansia mengikuti latihan angklung di Rumah Rehabilitasi Psikososial Dinas Sosial Kota Tangerang, Banten, Rabu (19/5/2021). Kegiatan berlatih angklung bagi lansia tersebut guna mengisi waktu luang sekaligus melatih motorik, auditori, dan sensorik para lansia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Masalah kesehatan lansia, terang Dante Saksono Harbuwono, menjadi masalah utama dan angka harapan hidup meningkat signifikan dalam 60 tahun terakhir. Meski demikian, angka harapan hidup di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia.

"Angka harapan hidup ini, salah satunya dipengaruhi oleh belanja kesehatan. Data tahun 1991 sampai 2014 menunjukkan bahwa peningkatan belanja nasional kesehatan untuk masing-masing negara berkaitan dengan angka harapan hidup," jelasnya.

"Indonesia, kita, tidak ingin memasuki belanja kesehatan yang lebih besar seperti di Amerika, walaupun angka belanja hidupnya mendekati 10.000 USD, tetapi angka harapan hidupnya mencapai hampir 80 tahun."

Lebih lanjut, Wamenkes Dante mengatakan, Indonesia ingin mengikuti beberapa negara, misalnya di Jepang yang belanja kesehatan berjumlah 5.000 USD per tahun, tetapi angka harapan hidup semakin tinggi.

"Tentu ini menjadi satu pekerjaan rumah (PR) bagi kita semua untuk menyusun strategi nasional, bagaimana negara hadir dalam memenuhi biaya kesehatan dan meningkatkan angka harapan hidup untuk masyarakat Indonesia termasuk lansia," katanya.


Angka Harapan Hidup Tahun 2021

Vaksinasi Booster Lansia di GOR Ciracas
Perbesar
Warga menunggu untuk menerima vaksin booster di Gor Ciracas, Jakarta, Sabtu (19/3/2022). Vaksin booster diberikan kepada warga lanjut usia dan masyarakat berisiko tinggi tertular Covid-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

BPS melaporkan terdapat tren peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) penduduk Indonesia. Tercatat, rata-rata AHH penduduk Indonesia pada saat lahir selama 73,5 tahun pada 2021.

Angka tersebut naik 0,1 poin dari tahun sebelumnya yang selama 73,4 tahun. Jika dibandingkan dengan lima tahun lalu, kenaikan AHH penduduk Indonesia sebesar 0,6 poin dari 72,9 tahun pada 2017.

AHH merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. AHH yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan, dan program sosial lainnya.

Program ini termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gizi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan. Ada tiga daerah dengan angka harapan hidup tertinggi menurut provinsi dan jenis kelamin di Indonesia pada 2019 hingga 2021, yakni:

1. Yogyakarta

Menduduki urutan pertama dengan AHH tertinggi di Indonesia, baik untuk laki-laki maupun perempuan. AHH yang didapat pada 2021, sebesar 75,08 tahun hingga sementara ini menjadi paling unggul di antara lainnya.

Tingginya AHH di Jogjakarta bukan tanpa alasan. Hal ini didukung dengan perbaikan kualitas kesehatan penduduk utamanya kepada para bayi, balita hingga wanita berusia subur. Bahkan lansia juga mendapatkan perhatian khusus.

2. Kalimantan Timur

Menempati posisi kedua, dengan AHH tertinggi. Jumlah persentase yang didapat yaitu 74,65 tahun. Angka dan posisi yang diraih Kalimantan Timur ini tetap bertahan, meskipun terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia.

Hal ini juga didasari dengan pola hidup masyarakatnya sendiri, sehingga AHH di Kalimantan Timur jadi bagian tertinggi di Indonesia. AHH yang tinggi menunjukkan bahwa Kalimantan Timur cukup berhasil memberikan pelayanan dan penanganan kepada lansia.

3. Jawa Tengah

Menempati posisi ketiga dengan AHH pada 2021 sebanyak 74,57 tahun. Dalam 10 tahun terakhir angka harapan hidup penduduk Jawa Tengah setiap tahun naik rata-rata 1,56 tahun.

Di wilayah Provinsi Jawa Tengah, pada 2021 angka harapan hidup penduduk di Kabupaten Sukoharjo tercatat paling tinggi, yaitu 77,73 tahun. Sedangkan angka harapan hidup penduduk di Kabupaten Brebes, tercatat paling rendah 69,54 tahun.

Infografis Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Kamu Sudah Siap?
Perbesar
Infografis Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Kamu Sudah Siap? (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya