Tes PCR Gratis, Cara Pemerintah Sayangi Jemaah Haji Jabar

Oleh Arie Nugraha pada 27 Mei 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 27 Mei 2022, 06:00 WIB
Manasik Haji, Bekal Menuju Tanah Suci
Perbesar
Sejumlah calon jemaah melakukan Tawaf saat manasik (latihan) haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (23/5/2022). Latihan manasik haji tersebut untuk membekali para calon jemaah haji dan umrah terkait pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah secara mandiri ketika di tanah suci. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Bandung - Program 'Jabar Nyaah ka Jamaah' menjadi salah satu bentuk 'kasih sayang' Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar seluruh calon haji dari wilayahnya dapat bertolak ke Tanah Suci Mekkah.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Ryan Bayusantika Ristandi, program 'Jabar Nyaah ka Jamaah' ini berupa tes PCR gratis kepada calon jemaah haji yang dilakukan 10 -14 hari sebelum keberangkatan.

"Pemerintah Arab Saudi mensyaratkan 3x24 jam hasil negatif, usia di bawah 65 tahun dan minimal dua kali vaksin COVID-19," ujar Ryan di Bandung, Kamis, 26 Mei 2022.

Ryan mengatakan sedangkan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan mensyaratkan hasil negatif satu hari sebelum keberangkatan.

Ryan menjelaskan tes PCR gratis tersebut dapat dilakukan di daerah masing - masing calon jemaah haji. 

"Untuk mencegah gagal berangkatnya calon haji yang dinyatakan positif pada satu hari sebelum keberangkatan tersebut," kata Ryan.

Demi memastikan para calon haji asal Jawa Barat terbebas dari virus Corona, maka harus menjalani tes PCR dari 10 - 14 hari sebelum keberangkatan.

Ryan mengaku kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi jika ada calon haji yang dinyatakan positif pada 10 - 14 hari sebelum keberangkatan, maka masih ada waktu untuk isolasi dan penyembuhan.

"Jadi ini adalah bentuk antisipasi jauh hari sebelumnya. Ketika dilakukan tes PCR lagi satu hari sebelum keberangkatan, diharapkan hasilnya sudah negatif," ucap Ryan. 

 

 


Disambut Baik Pemerintah Kabupaten/Kota

Ryan menegaskan, calon haji yang telah melakukan tes PCR baik hasilnya negatif maupun positif jauh hari, disarankan tidak melakukan kontak dengan orang lain selama 14 hari sebelum keberangkatan.

Tujuannya agar terhindar dari kemungkinan penularan COVID-19

"Makanya diimbau calon haji tidak melakukan walimah safar, bepergian atau interaksi yang lainnya," ungkap Ryan. 

Kebijakan tersebut sudah dibicarakan dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dan disambut baik. Adapun pelaksanaan tes PCR tersebut tidak dikenakan biaya tambahan.

"Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten/ Kota menyambut baik, dan tes PCR ini tidak dikenakan biaya apapun kepada calhaj," tuturnya.

Ia menambahkan, terobosan tes PCR 10 - 14 hari sebelum keberangkatan itu diapresiasi oleh daerah lain, dan Provinsi Jawa Barat yang pertama kali melakukannya.

"Kita kan mempunyai forum P2P se-Indonesia, mereka mengapresiasi kebijakan ini dan akan mencontoh," katanya.

Calon jemaah haji asal Jabar tahun 2022 sebanyak 17.566 jemaah dibagi ke dalam 44 kloter. Kloter pertama dari Depok, rencananya diberangkatkan pada 4 Juni 2022.


Wajib Vaksinasi COVID-19

Pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy mengungkapkan, hingga 19 Mei 2022, Kementerian Kesehatan RI mencatat calon jemaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun 2022 dan sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dengan dosis lengkap sekitar 76 persen.

Vaksinasi COVID-19 dosis lengkap menjadi salah satu syarat utama dari Arab Saudi untuk memberangkatkan jemaah haji. Oleh karena itu, Pemerintah akan mempercepat vaksinasi bagi calon jemaah haji yang belum mendapatkan vaksin.

“Minimal calon jemaah sudah vaksin dosis lengkap (2 dosis), syukur-syukur booster sudah semua. Untuk yang belum divaksinasi dosis lengkap, ya batal, tidak diberangkatkan, sampai terdaftar sudah memiliki vaksinasi lengkap,” kata Muhadjir pekan lalu.

Dalam melayani para calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci Mekkah tahun 2022, Pemerintah sudah menyiapkan berbagai skema keberangkatan haji.

Skema tersebut termasuk protokol kesehatan penyelenggaraan haji pada masa pandemi COVID-19 seperti vaksinasi COVID-19.


Waspada Suhu Tinggi di Arab Saudi

Selain COVID-19, suhu panas di Arab Saudi juga perlu menjadi perhatian calon haji. Seperti disampaikan, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Jemaah Calon Haji (JCH) untuk mewaspadai suhu tinggi di Arab Saudi saat pelaksanaan haji 1442H/2022M.

"Perlu kesiapan, secara fisik dijaga betul, siapkan vitamin, jangan lupa bawa semprotan muka karena yang pertama kali merasakan terik itu bagian muka," kata Menag di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Menag yang akrab disapa Gus Men mengatakan saat kunjungannya ke Arab Saudi untuk memastikan kesiapan layanan bagi jamaah haji, temperatur udara mencapai 40 derajat Celsius pada pagi hari dan terus meningkat hingga 47 derajat Celsius.

"Saya bertemu Menteri Saudi, ini belum puncak diperkirakan 50 derajat. Setidaknya puncak musim panas sampai tujuh tahun ke depan di bulan-bulan seperti ini," katanya yang dikutip dari Antara. 

Karena itu tantangan cuaca menjadi luar biasa terutama di Makkah karena lokasi dari akomodasi ke Masjidil Haram cukup jauh. Sementara di Madinah jarak antara hotel jamaah ke Masjid Nabawi cukup dekat.

"Ini harus diperhatikan jamaah jangan sepelekan. Jamaah harus siap betul berangkat ke sana," tambah dia.

Begitu juga dengan makan, menurut Gus Men jamaah tidak boleh telat makan dan gizinya tidak boleh kurang. "Saya pesankan kemarin di daker agar makan ini benar-benar diperhatikan terkait daya tahan tubuh," ujar dia.

Menag yakin penyelenggaraan haji kali ini juga akan sukses, terlebih lagi setelah ia mengecek langsung kesiapan layanan bagi jamaah yang menurutnya sudah sesuai standar. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya