RS Udayana Bali Jadi RS Rujukan Skala Internasional Dukung G20

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 26 Mei 2022, 14:00 WIB
Diperbarui 26 Mei 2022, 14:00 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Perbesar
Di sela-sela kegiatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada Senin (23/5/2022), Menko PMK Muhadjir Effendy mengunjungi Rumah Sakit Universitas Udayana Bali, yang merupakan RS Rujukan skala internasional mendukung G20 dan GPDRR 2022. (Dok Kemenko PMK RI)

Liputan6.com, Bali - RS Universitas Udayana menjadi rumah sakit rujukan yang mendukung berbagai kegiatan internasional yang diselenggarakan di Bali, seperti G20 dan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022. Oleh karena itu, fasilitas dan pelayanannya perlu ditingkatkan bertaraf internasional.

Di sela-sela kegiatan Forum GPDRR yang tengah berlangsung, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengunjungi RS Universitas Udayana Bali beberapa hari lalu.

Pada kunjungan ke Rumah Sakit Universitas Udayana Bali, Muhadjir turut didampingi oleh I Nyoman Gede Antara selaku Rektor Universitas Udayana, dan Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Udayana I Dewa Made Sukrama.

Menurut Muhadjir, fasilitas dan pelayanan yang ada di Rumah Sakit Universitas Udayana sudah sangat mumpuni. Namun, masih ada beberapa catatan perbaikan sarana dan prasarana ke depannya.

"Fasilitas dan layanan di rumah sakit ini menurut saya sudah sangat baik. Namun, masih ada beberapa catatan dari saya, misal peralatan yang ada di ambulans harus segera dilengkapi, serta sarana kamar mandi dapat diupayakan aman untuk pasien sesuai taraf internasional," jelasnya saat mengunjungi RS Universitas Udayana Bali.

Saat ini Rumah Sakit Universitas Udayana masuk pada kategori tipe C, terakreditasi paripurna, dan sedang dalam tahap persiapan menjadi tipe B pendidikan. Layanan dan fasilitas yang ada di RS Universitas Udayana terdiri dari layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rawat Intensif, Rawat Jalan, Rawat Inap, dan kamar bersalin.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Layanan Travel Medicine dan Laboratorium

Menko PMK Muhadjir Effendy
Perbesar
Di sela-sela kegiatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada Senin (23/5/2022), Menko PMK Muhadjir Effendy mengunjungi Rumah Sakit Universitas Udayana Bali, yang merupakan RS Rujukan skala internasional mendukung G20 dan GPDRR 2022. (Dok Kemenko PMK RI)

RS Universitas Udayana Bali menyediakan fasilitas dan layanan unggulan, salah satunya layanan Emergency Call Udayana (ECU) dan Travel Medicine.

Layanan Travel Medicine Center Rumah Sakit Universitas Udayana memberikan pelayanan konsultasi medis dan tindakan pencegahan dengan pemberian imunisasi tertentu bagi para wisatawan, baik yang berkunjung maupun yang akan berpergian ke destinasi tujuan wisatawan.

Layanan Travel Medicine Center meliputi kegiatan Pra Travel, Post Travel dan During Travel.

Menko Muhadjir Effendy mengapresiasi fasilitas dari laboratorium Rumah Sakit Universitas Udayana untuk dijadikan Laboratorium Biosafety Level (BSL) 3, sehingga bisa digunakan untuk jangka panjang acara internasional lainnya.

Laboratorium Biosafety Level (BSL) 3 juga sebagai tempat penelitian atau evaluasi tersampel.

"Fasilitas laboratorium di Rumah Sakit Universitas Udayana ini juga sudah sangat baik. Nanti saya usulkan untuk menjadi Laboratorium BSL 3, jadi kita tidak usah repot-repot jika ada penelitian atau evaluasi tersampel yang memerlukan fasilitas BSL 3, tidak perlu dikirim ke tempat lain, tapi cukup di sini," tutur Muhadjir dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.


Lengkapi Sarana Rumah Sakit

Menko PMK Muhadjir Effendy
Perbesar
Di sela-sela kegiatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada Senin (23/5/2022), Menko PMK Muhadjir Effendy mengunjungi Rumah Sakit Universitas Udayana Bali, yang merupakan RS Rujukan skala internasional mendukung G20 dan GPDRR 2022. (Dok Kemenko PMK RI)

Rektor Universitas Udayana Bali, I Nyoman Gde Antara, mengucapkan terima kasih kepada Menko Muhadjir Effendy yang telah meninjau Rumah Sakit Udayana. Kunjungan ini jika diartikan banyak sekali program-program yang harus dilengkapi, terlebih rumah sakit ini akan dipakai sebagai rujukan G20.

Muhadjir juga sudah memberikan masukan-masukan terhadap rumah sakit ke depan untuk melengkapi peralatan, sarana prasarana dan hal-hal lainnya. Hingga saat itu, Universitas Udayana ikut berpartisipasi dalam Presidensi G20.

“Itu kami akan support dan smoga bisa membantu. Tentu kami akan melakukan persiapan-persiapan dalam rangka G20 ini dan event-event internasional," tegas Nyoman dalam pernyataan di laman Universitas Udayana.

"Pengalaman kami juga sebagai rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Bali, kami sudah melakukannya dengan optimal. Sekarang tinggal meningkatkan kapasitas, karena penugasan ini lebih menantang lagi. Tidak saja menyangkut bangsa, tetapi menyangkut kredibilitas dan integritas bangsa negara, sehingga pada saatnya bisa ikut menyukseskan event-event kenegaraan."

Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Udayana menambahkan, rumah sakit terdiri dari 76 spesialis, 300 perawat, 200 bed. Dari segi fasilitas ambulans, ICU rawat inap sudah siap menerima event-event internasional.


RS Rujukan untuk Delegasi di Bali

Ajang GPDRR 2022 di Nusa Dua Bali
Perbesar
Ajang GPDRR 2022 di Nusa Dua Bali (DEwi Divianta/Liputan6.com)

Selain RS Universitas Udayana, ada empat rumah sakit rujukan lainnya untuk delegasi G20 di Bali. Rumah sakit ini dipersiapkan demi mendukung puncak acara Presidensi G20 Indonesia yang digelar pada November 2022.

Empat rumah sakit rujukan lain, di antaranya RSUP Sanglah, RSUD Bali Mandara, RS Siloam, dan RS BIMC Nusa Dua.

"Pemilihan ke lima RS tersebut, selain karena sudah berpengalaman juga dekat dengan lokasi pertemuan G20," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr dr I Nyoman Gede Anom di Denpasar, Bali dalam keterangannya, Senin (16/5/2022).

"Tenaga dan prasarananya semua sudah siap. Sampai saat ini, tidak ada penambahan fasilitas, karena yang sudah ada memang sudah cukup."

Dinas Kesehatan Provinsi Bali memantau secara rutin kesiapan rumah sakit rujukan tersebut dan melaporkan ke Kementerian Kesehatan.

"Nanti saat simulasi, juga pasti dilihat langsung oleh Kemenkes," tambah Anom.

Tak hanya kesiapan dari sisi rumah sakit rujukan, Anom mengatakan, setiap hotel yang menjadi lokasi pertemuan G20 juga akan dilengkapi mini Intensive Care Unit (ICU) dan disiagakan dokter spesialis yang lengkap dengan didukung peralatan yang canggih.

Infografis Pro-Kontra Rencana Kehadiran Putin di KTT G20 Bali. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pro-Kontra Rencana Kehadiran Putin di KTT G20 Bali. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya