Bisikan Doni Monardo Sebelum Bumi Singosari Peluk Jasad Achmad Yurianto

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 23 Mei 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 23 Mei 2022, 06:00 WIB
Kepala BNPB 2019-2021 Doni Monardo
Perbesar
Kenangan terakhir Kepala BNPB periode 2019-2021 Doni Monardo dalam pertemuan dengan Almarhum Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Achmad Yurianto yang meninggal pada Sabtu, 21 Mei 2022. (Dok Egy Massadiah/pernah menjabat Staf Khusus Kepala BNPB periode 2019-2021 Doni Monardo)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2019-2021 Doni Monardo mengungkapkan, pertemuan terakhirnya dengan mendiang Achmad Yurianto. Yuri, sapaan akrabnya merupakan mantan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 meninggal dunia pada Sabtu, 21 Mei 2022 di RSUD Syaiful Anwar Malang, Jawa Timur.

Doni rupanya menjenguk Achmad Yurianto yang dirawat di RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta beberapa pekan lalu. Dikabarkan, Yuri mengalami stroke pasca kemoterapi kanker usus yang diidapnya.

Jauh sebelum itu, hari terakhir bertugas sebagai Juru Bicara COVID-19, dicatat Doni sebagai komunikasi yang terakhir secara fisik. Setelah itu, ia sempat melakukan sejumlah pembicaraan dan koordinasi, tetapi tidak secara fisik.

Hingga akhirnya, Doni mendengar Yuri terbaring sakit di RSPAD Jakarta.

“Saya sempat besuk beberapa minggu yang lalu, dalam kondisi koma,” ungkap Doni dalam keterangan yang diterima Health Liputan6.com melalui pesan singkat pada Minggu, 22 Mei 2022.

Pada waktu itu, Doni hanya berbincang dengan istri almarhum Yuri. Meski begitu, Doni sempat membisikkan doa penyemangat.

“Saya sempat berbisik ke telinganya (Yuri), bahwa saya bangga kepadanya. Beliau memiliki jasa yang besar dalam penanganan COVID-19 sebagai Juru Bicara," ucap Doni takzim.

"Berkat beliau, masyarakat paham tentang bahaya COVID-19 dan pentingnya mematuhi protokol kesehatan."

Doni yang juga Ketua Umum PP Persatuan Purnawirawan TNI-Angkatan Darat (PPAD), hadir bersama Kabid Sosial PPAD, Mayjen TNI Purn dr Daniel Tjen, Sp.S. Dokter Daniel pula yang mendampingi almarhum selama perawatan hingga proses evakuasi dari RSPAD Jakarta ke rumah duka di Malang, sesuai permintaan keluarga.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Doni dan Yuri Bersatu Lawan COVID-19

Kepala BNPB 2019-2021 Doni Monardo
Perbesar
Kenangan terakhir Kepala BNPB periode 2019-2021 Doni Monardo dalam pertemuan dengan Almarhum Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Achmad Yurianto yang meninggal pada Sabtu, 21 Mei 2022. (Dok Egy Massadiah/pernah menjabat Staf Khusus Kepala BNPB periode 2019-2021 Doni Monardo)

Sosok Kolonel CKM dr Achmad Yurianto dan Letjen TNI Doni Monardo memang tersambung benang merah. Mereka berasal dari satu "ibu kandung" TNI dan mengabdi di dua institusi berbeda.

Keduanya, lalu menjadi satu kembali dalam sebuah “operasi tempur” melawan pandemi COVID-19.

Dalam perjalanannya, Yuri bertugas di Kementerian Kesehatan, sedangkan Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang kemudian ditunjuk menjadi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (selanjutnya berganti nama menjadi Satuan Tugas Penanganan COVID-19).

Pertautan Doni dan Yuri diawali tatkala persiapan pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok untuk dikarantina ke Natuna serta Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.

Jejak digital foto dan video akhir Januari 2020, Doni dan Yuri selalu bersua dalam suasana rapat maupun peninjauan lapangan terkait urusan penanganan COVID-19. Saat itu, belum ada penugasan khusus ke Yurianto sebagai Juru Bicara COVID-19.

Doni merasakan hubungan kerja yang intensif hampir setengah tahun. Lima bulan di antaranya dalam kapasitas Yuri sebagai Juru Bicara COVID-19 yang ditunjuk pemerintah.

“Beliau memiliki rasa tanggung jawab besar pada tugasnya, serta disiplin tinggi,” lanjut Doni seraya menambahkan, “Satu hal yang mengagumkan dari beliau adalah semangat dan ketekunannya menghimpun data dan informasi tentang COVID-19 dari beragam sumber.”


Patriot Melawan Pandemi COVID-19

Achmad Yurianto
Perbesar
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto saat konferensi pers Corona di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (3/6/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Doni Monardo lantas menyeret memori set-back ke suasana awal tahun 2020, saat heboh virus Corona hanya bisa dilihat di televisi.

“Akhir 2019 wabah muncul di Wuhan, Tiongkok. Januari-Februari kita menangani kepulangan mahasiswa Indonesia di Wuhan dan mengkarantina mereka di Natuna dengan segala dinamikanya. Sejak itu, almarhum (Achmad Yurianto) sudah terlibat,” lanjutnya.

Maret 2020, durjana Corona masuk Indonesia dan memulai serangannya. Lebih 6 juta warga terpapar. Dari jumlah itu, 157.000 di antaranya meninggal dunia. Itu catatan per 20 Mei 2022.

Di mata Doni, Yuri adalah seorang patriot, pahlawan dalam perang melawan pandemi COVID-19. Kerja keras dan usaha tak kenal lelah sebagai juru bicara, adalah sebuah jasa nyata yang tertoreh dalam tinta emas bangsa Indonesia.

"Masa-masa itu, jangankan kita, WHO sekalipun gagap menyikapi wabah yang begitu masif. Kita masih ingat, bagaimana WHO di awal-awal justru melarang orang memakai masker jika tidak sakit," kenang Doni.

"Sejurus waktu kemudian berubah, semua orang harus memakai masker untuk mencegah penularan. Pendek kata, semua serasa gagap."

Pada saat seperti itulah Yurianto hadir setiap hari pukul 15.30 WIB memberi keterangan pers seputar update perkembangan COVID-19. Kehadirannya bahkan direlay oleh hampir seluruh stasiun televisi nasional serta sejumlah platform media sosial lainnya.


Humble dan Tidak Pernah Ngomel

Achmad Yurianto
Perbesar
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto saat konferensi pers Corona di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (6/6/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Dalam kesempatan terpisah, Egy Massadiah yang pernah menjabat sebagai Staf Khusus Doni Monardo menyampaikan sejumlah catatan mengesankan tentang sosok almarhum Achmad Yurianto.

“Karena kesibukan sering Pak Doni telat makan siang. Akibatnya, kita makan siang sudah menjelang jam sore. Nah, Pak Doni selalu memerintahkan saya agar memanggil Pak Yuri untuk diajak makan di ruangan Pak Doni di lantai 10. Dan itu berkali kali," kisah Egy.

Hanya dua-tiga kali Yurianto memenuhi ajakan Doni dan Egy. Selebihnya, ia memilih fokus di ruang media center BNPB di lantai 1 menyiapkan jumpa persnya yang selalu dimulai tepat waktu pukul 15.30.

Bagi Egy, Yuri adalah sosok yang hebat. Terutama sekali terletak pada kebesaran jiwanya menerima masukan dari siapa pun, termasuk dari para juniornya.

“Semua masukan diterima. Orangnya juga sangat humble dan tidak pernah ngomel sedikit pun meski dalam kondisi tertekan sekalipun,” imbuhnya.

Tiga hari setelah resmi berhenti menjadi Juru Bicara COVID-19, tim Media Center membuat acara spesial bertepatan Hari Anak 23 Juli 2020. Acara dikemas seperti saat Yuri masih aktif sebagai jubir. Ada anak yang memerankan sebagai dr Reisa Broto Asmoro, dan ada yang memerankan sebagai Achmad Yurianto, lengkap dengan busana batik serta intonasi bicara yang dimirip-miripkan dengan Yuri.

Achmad Yurianto yang hadir bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, duduk di kursi depan sambil tertawa-tawa melihat parodi yang lucu dari anak-anak hasil kreasi Tim Media Center Satgas COVID-19.

Pada, 22 Mei 2022, jenazah Yuri dikebumikan. Mayjen Pur Dr Daniel Tjen yang ditugaskan oleh Letjen Purn Doni Monardo hadir di lokasi pemakaman mewakili rasa belangsungkawa keluarga besar Persartuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat ( PPAD ). Adalah bumi Singosari Malang yang terpilih untuk memeluk hangat jasad Yuri.

Infografis Alasan Cuci Tangan Pakai Sabun Sangat Penting Lawan Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis Alasan Cuci Tangan Pakai Sabun Sangat Penting Lawan Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya