Perjalanan Karir Achmad Yurianto, Dokter Militer yang Jadi Jubir COVID-19

Oleh Fitri Syarifah pada 21 Mei 2022, 21:39 WIB
Diperbarui 21 Mei 2022, 21:50 WIB
Achmad Yurianto
Perbesar
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto jelaskan aspek peningkatan angka kesembuhan di Indonesia saat diskusi di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/7/2020). (Dok BNPB/ Fotografer Dume Harjuti)

Liputan6.com, Jakarta Mantan jubir COVID-19, dr. Achmad Yurianto meninggal dunia hari ini pukul 18.58 di Malang.

Achmad Yurianto merupakan juru bicara sejak kasus pertama Covid-19 terkonfirmasi, Maret 2020. Selama hampir empat bulan lamanya, Yurianto mengisi layar kaca setiap pukul 15.30 WIB guna memberi pembaruan data kasus Covid-19 di Indonesia. Sosok Achmad Yurianto sempat menjadi perbincangan yang ramai di media sosial. Rasa kehilangan dan sedih membanjiri timeline media sosial, seperti Twitter. Bukan hanya itu saja, ucapan 'Terima kasih Pak Yuri, Sehat-sehat ya Pak Yuri, Tetap Sehat Pak' ikut diucapkan warganet.

Sebenarnya kala itu, Achmad Yurianto diangkat menjadi Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan masa jabatan 2021-2026. Sementara posisi jubir COVID-19 digantikan oleh salah seorang tim pakar yaitu Prof Wiku Adisasmito.

Dikutip dari laman Unair, Achmad Yurianto menempuh pendidikan S1 Kedokteran di Universitas Airlangga, Surabaya dan lulus tahun 1990. Selama masa perkuliahan, ia aktif dalam organisasi dan dipercaya menjadi Komandan Resimen Mahasiswa Unair tahun 1986 sampai 1988.

Pria kelahiran Malang, 11 Maret 1962 itu juga adalah salah satu sosok penting di balik pemulangan ratusan WNI dari Cina akibat virus mematikan itu.

Yuri memulai karir di dunia militer sebagai Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya pada 1987. Lalu pernah bertugas sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.

Sebagai dokter militer, ia sempat menjabat Kepala Kesehatan Kodam Pattimura dan memimpin Batalyon Kesehatan Kostrad. Tidak hanya itu, ia juga pernah menjalani misi sebagai dokter Batalyon Infanteri 745/Sampada Yudha Bakti yang ditugaskan ke Dili Timor Timur pada tahun 1991.

Karir Yuri kian menanjak setelah diangkat menjadi Wakil Kepala Rumah Sakit tingkat II Dustira Bandung Jawa Barat pada 2006. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang pada tahun 2008, Kepala Kesehatan Daerah Militer XI Pattimura Ambon Maluku pada tahun 2009, dan Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI pada 2011.

Pada tahun 2015, Yuri diminta oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek untuk menempati posisi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan hingga tengah tahun 2019.

Hingga akhir hidupnya, Yuri menjabat Staf Ahli Menkes bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi dan juga Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

 

 

Infografis Jangan Ragu, Vaksin Covid-19 Aman untuk Ibu Menyusui. (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis Jangan Ragu, Vaksin Covid-19 Aman untuk Ibu Menyusui. (Liputan6.com/Niman)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya