Kasus COVID-19 Hari Ini 19 Mei 2022 Bertambah 318, Sembuh 384, Meninggal Dunia 12

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 19 Mei 2022, 17:55 WIB
Diperbarui 19 Mei 2022, 17:55 WIB
FOTO: Penerapan Protokol Kesehatan COVID-19 di Mal Ibu Kota
Perbesar
Pengunjung mengenakan masker dan menerapkan jaga jarak aman saat naik eskalator di salah satu mal di Jakarta, Senin (16/6/2020). Di tengah pandemi virus corona COVID-19, warga diminta menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus COVID-19 di Indonesia masih menunjukkan adanya kenaikan. Hari ini, Kamis 19 Mei 2022 pukul 12.00 WIB penambahan kasus baru tercatat sebanyak 318. Padahal, beberapa hari sebelumnya penambahan kasus sempat di angka kurang dari 200.

Angka ini turut menambah akumulasi kasus positif COVID-19 di Tanah Air menjadi 6.051.850.

Data harian sebaran COVID-19 juga menunjukkan penambahan pada kasus sembuh sebanyak 384 sehingga akumulasinya menjadi 5.891.574.

Kasus meninggal juga mengalami penambahan sebanyak 12 sehingga akumulasinya menjadi 156.510.

Sedangkan, kasus aktif mengalami penurunan sebanyak 78 sehingga akumulasinya menjadi 3.766.

Data juga menunjukkan jumlah spesimen sebanyak 127.464 dan suspek sebanyak 4.083.

Laporan dalam bentuk tabel turut merinci penambahan kasus terbanyak di 5 provinsi. Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

-DKI Jakarta hari ini melaporkan 90 kasus positif baru dan 186 kasus sembuh.

-Jawa Barat 48 kasus konfirmasi baru dan 49 orang sembuh dari COVID-19.

-Jawa Timur di peringkat ketiga dengan 37 kasus baru dan 34 sembuh.

-Jawa Tengah 31 kasus baru dan 35 orang telah sembuh.

-Banten 27 kasus positif baru dan 24 sembuh dari COVID-19.

Provinsi lain tidak menunjukkan penambahan kasus yang terlalu signifikan. Bahkan ada 7 provinsi tanpa penambahan kasus sama sekali. Ketujuh provinsi itu adalah Aceh, Jambi, Bengkulu, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Capaian Vaksinasi 19 Mei 2022

FOTO: Kecamatan Penjaringan Gelar Vaksinasi Malam
Perbesar
Vaksinator menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga di halaman Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta, Kamis (19/8/2021). Vaksinasi malam ini digelar untuk menjangkau warga yang tidak bisa ikut vaksinasi pada siang hari karena bekerja dan alasan lainnya. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Selain menunjukkan rincian perkembangan kasus, data tersebut juga menunjukkan capaian vaksinasi COVID-19 per 19 Mei 2022.

Dalam data itu disebutkan bahwa penambahan vaksinasi hari ini terlihat di dosis pertama, kedua, dan ketiga alias booster dengan rincian sebagai berikut:

-Vaksinasi dosis pertama hari ini bertambah 26.357 sehingga akumulasinya menjadi 199.741.802.

-Vaksinasi primer dosis kedua hari ini bertambah 85.293 sehingga akumulasinya menjadi 166.492.274.

-Vaksinasi ketiga hari ini bertambah 208.203 sehingga akumulasinya menjadi 43.222.983.

Total capaian vaksinasi hari ini adalah 319.853 sehingga akumulasinya menjadi 409.457.059.

Sedangkan, target sasaran vaksinasi adalah 208.265.720. Dengan demikian, capaian vaksinasi telah melampaui target sasaran pemerintah.

Meski sudah terlampaui, vaksinasi COVID-19 terutama dosis ketiga masih digencarkan. Pemerintah masih menganjurkan masyarakat untuk melengkapi vaksinasi guna melindungi diri dari paparan virus yang bisa berakibat fatal terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan orang dengan komorbid atau penyakit penyerta.

“Manfaat perlindungan vaksin terutama pada lansia itu luar biasa, makanya lebih baik kita divaksinasi dan merasakan sedikit gejala-gejala efek samping.”

“Tapi kan gejala-gejala efek samping itu akan hilang dalam dua sampai tiga hari. Jadi manfaat vaksin itu jauh lebih besar daripada keluhan efek sampingnya,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Siti Nadia Tarmizi dalam seminar daring Geriatri TV belum lama ini.


Laporan Sebelumnya

FOTO: Pemerintah Umumkan Pelonggaran Pemakaian Masker di Luar Ruangan
Perbesar
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (17/5/2022). Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan kebijakan pelonggaran penggunaan masker karena situasi pandemi COVID-19 di Indonesia sudah menunjukkan perbaikan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Di hari sebelumnya, yakni pada Rabu 18 Mei 2022, laporan harian sebaran COVID-19 pukul 12.00 WIB menunjukkan penambahan kasus baru sebanyak 372.

Angka ini turut menambah akumulasi kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 6.051.532.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 364 sehingga akumulasinya menjadi 5.891.190.

Sayangnya, kasus meninggal juga masih mengalami penambahan walau tidak sebanyak bulan-bulan lalu. Penambahan kasus meninggal akibat COVID-19 di hari kemarin adalah 17 sehingga akumulasinya menjadi 156.498

Sedangkan, kasus aktif mengalami penurunan sebanyak 54 sehingga totalnya menjadi 3.844.

Data juga menunjukkan jumlah kasus spesimen sebanyak 4.809 dan suspek sebanyak 152.172.

Laporan dalam bentuk tabel juga menunjukkan rincian penambahan kasus terbanyak di 5 provinsi. Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

-DKI Jakarta melaporkan 113 kasus baru dan 103 orang telah sembuh dari COVID-19.

-Jawa Barat 42 kasus baru dan 121 sembuh.

-Jawa Timur di peringkat ketiga dengan 36 kasus positif baru dan 26 sembuh dari COVID-19.

-Jawa Tengah 32 kasus konfirmasi baru dan 45 sembuh.

-Banten 32 kasus baru dan 10 sembuh.

Provinsi lain tidak menunjukkan penambahan kasus baru yang terlalu signifikan. Bahkan ada 9 provinsi tanpa penambahan kasus baru sama sekali.

Provinsi-provinsi itu adalah Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Papua.


Pelonggaran Aturan Pakai Masker

Vaksinasi Tetanus untuk Siswa Sekolah Dasar
Perbesar
Seorang murid bersiap mendapatkan vaksin tetanus di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 7, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Selasa (7/12/2021). Sebanyak 1.600 murid SD dan MI di wilayah Kelurahan Cengkareng Timur menjalani suntik imunisasi TD dan TDaP. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Melihat kasus yang mulai turun, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan pelonggaran aturan pakai masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Sehubungan dengan kebijakan baru itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama memberi tanggapan.

Menurutnya, memang kasus di Indonesia sudah melandai dan angka kepositifan serta reproduksi sudah rendah. Juga di banyak negara sudah banyak yang melonggarkan pemakaian masker di luar ruangan.

Kebijakan baru ini perlu monitor seksama, antara lain dengan meningkatkan jumlah tes sehingga kalau ada kenaikan kasus maka kebijakan dapat dievaluasi. Juga perlu peningkatan pemeriksaan whole genome sequencing yang dapat mendeteksi kalau-kalau ada varian baru, atau sub varian Omicron seperti BA.4 dan BA.5 yang bahkan sudah terdeteksi di Singapura.

Seperti diketahui ada tiga kemungkinan skenario varian COVID-19 yang perlu diperhitungkan yang mungkin saja terjadi di bulan-bulan mendatang, ketiga skenario itu yakni:

-Base scenario di mana memerlukan vaksinasi (dan booster) berulang

-Best scenario di mana keadaan jadi jauh lebih ringan dari sekarang

-Worst scenario di mana varian baru lebih mudah menyebar dan lebih parah pula, bahkan mungkin perlu penyesuaian vaksin.

“Tentu kita harapkan yang base atau best yang terjadi, jangan sampai yang worst,” kata Tjandra dalam keterangan tertulis, Kamis (19/5/2022).

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya