Positif COVID-19 dengan Gejala Ringan, Bill Gates: Untung Sudah Vaksinasi

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 11 Mei 2022, 13:00 WIB
Diperbarui 11 Mei 2022, 13:00 WIB
Bill Gates terinfeksi COVID-19
Perbesar
Pendiri perusahaan raksasa Microsoft, Bill Gates terinfeksi COVID-19 (AFP PHOTO/SAUL LOEB)

Liputan6.com, Jakarta Pendiri Microsoft Bill Gates mengatakan bahwa dirinya positif COVID-19 dengan gejala ringan.

Pada Selasa 10 Mei, pria berusia 66 ini mengumumkan diagnosisnya dalam serangkaian tweet, menjelaskan bahwa ia menerima hasil positif meskipun telah di-vaksinasi hingga dosis ketiga atau booster.

"Saya dinyatakan positif COVID. Saya mengalami gejala ringan dan mengikuti saran para ahli dengan mengisolasi diri sampai saya sehat kembali," tulisnya mengutip People Rabu (11/5/2022).

"Saya beruntung sudah divaksinasi dan memiliki akses ke pengujian dan perawatan medis yang hebat."

Ia menambahkan bahwa Bill & Melinda Gates Foundation - sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi kemiskinan, penyakit, dan ketidakadilan di seluruh dunia - berencana untuk melakukan pertemuan luring (luar jaringan) untuk pertama kalinya sejak awal pandemi. Namun akibat terinfeksi COVID-19, terpaksa ia akan berpartisipasi secara virtual.

"The Gates Foundation berkumpul hari ini untuk pertama kalinya dalam dua tahun, dan saya beruntung berada di [Microsoft] Teams untuk melihat semua orang dan berterima kasih atas kerja keras mereka," katanya.

"Kami akan terus bekerja dengan mitra dan melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan tidak ada dari kami yang harus berurusan dengan pandemi COVID-19 lagi," ujar pria kelahiran 1955.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Manfaat Vaksinasi

epidemiolog Dicky Budiman membagikan tips agar terhindar dari paparan COVID-19 selama mudik Lebaran
Perbesar
Epidemiolog Dicky Budiman membagikan tips agar terhindar dari paparan COVID-19 selama mudik Lebaran, foto: dokumentasi pribadi.

Vaksinasi memang diyakini penting dan efektif mencegah terjadinya infeksi parah.

Menurut epidemiolog Dicky Budiman, efektivitas vaksin dalam memitigasi potensi infeksi atau penambahan kasus di masa pandemi ibarat pergi ke suatu tempat dalam situasi hujan besar.

"Namun, saat pergi kita mengenakan payung dan baju pelindung atau jas hujan," kata Dicky kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon pada Senin, 25 April 2022.

"Payung itu ibarat booster-nya, dan baju pelindung itu dua dosisnya. Kemungkinan basah kuyup kecil, kita tetap bisa kecipratan air, tapi karena sudah pakai payung dan baju pelindung maka kita enggak akan basah kuyup," Dicky menambahkan.

Selain Bill Gates, manfaat vaksinasi juga dirasakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani yang terkena COVID-19 saat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) dua pekan lalu.

"Setelah melakukan 47 acara pertemuan fisik yang begitu padat - sering dilakukan tanpa masker (sesuai aturan di Amerika Serikat) Juga di tengah cuaca musim semi yang relatif masih dingin dan hujan serta dalam kondisi puasa, saya akhirnya tertular COVID-19," kata Sri Mulyani.


Gejala COVID Sri Mulyani

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani tertular Covid-19 di Amerika Serikat
Perbesar
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani tertular Covid-19 di Amerika Serikat

Untungnya, Sri Mulyani sudah mendapatkan dua dosis lengkap vaksinasi COVID-19 serta dosis ketiga alias booster jenis vaksin COVID-19 mRNA. Hal ini membuat dia mengalami gejala COVID-19 yang relatif ringan.

"Saya hanya mengalami gejala sangat ringan. Batuk sedikit dan pilek sedikit dan sedikit sakit kepala beberapa hari," ceritanya di akun Instagram @smindrawati.

Dalam unggahan tersebut, wanita 59 tahun itu juga mengingatkan pengikutnya untuk melengkapi vaksinasi COVID-19 termasuk dosis ketiga.

"Ini untuk manfaat dan kepentingan serta keamanan Anda sendiri dan melindungi keluarga Anda."

"Bila Anda sehat, kegiatan masyarakat akan normal kembali, ekonomi akan pulih dan keuangan negara juga akan menjadi sehat lagi..!"

Ia juga mengingatkan masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan serta melengkapi vaksinasi.

Meski bergejala ringan, ia harus menjalani isolasi mandiri di New York. Berjemur juga ia lakukan demi meningkatkan asupan vitamin D dari matahari.

Namun, tidak cuma berjemur. Ia melakukan aktivitas itu sambil membaca buku kisah hidup petenis Rafael Nadal, RAFA - My Story.


Semangat Kembali Pulih

Menkeu Sri Mulyani
Perbesar
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Sentral Negara G20 membahas beberapa agenda utama, dalam pertemuan kedua IMF-World Bank Group (WBG) 2022 dan 2nd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG). Dok Kemenkeu

Dari buku ini, Sri Mulyani jadi mengagumi etos dan sikap disiplin dari Rafael Nadal.

"Cerita RAFA sungguh sangat inspiratif dan menambah perspektif hidup bagaimana mental juara digembleng dan peran keluarga sangat penting membentuk manusia yang baik rendah hati dan ulet," katanya.

Sri Mulyani mengaku, kisah hidup Rafael Nadal turut berperan dalam menambah semangatnya untuk segera pulih kembali kala menjalani isolasi di negeri orang.

"Alhamdulillah, saya sembuh dalam relatif singkat," cerita SM.

Ia pun bisa kembali pulang ke Indonesia, termasuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta di Tanah Air.

"Saya bisa kembali ke Indonesia dan tetap dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga di Semarang."

Sebelumnya Sri Mulyani menceritakan pengalaman terkena COVID-19, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan bahwa dirinya terkena Omicron COVID-19. Sama seperti Sri Mulyani, Luhut terinfeksi varian Omicron saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

"Kemarin saya baru dari Amerika, ramai-ramai kita kena Omicron di sana," kata Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022).

Oleh sebab itu, dia mengingatkan semua pihak untuk tetap berhati-hati dengan penyebaran COVID-19.

Infografis Amankah Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun? (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Amankah Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun? (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya