Update COVID-19 Hari Ini 6 Mei 2022: Kasus Positif Bertambah 245, Meninggal 17

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 06 Mei 2022, 17:39 WIB
Diperbarui 06 Mei 2022, 17:39 WIB
FOTO: Ratusan Pengemudi Ojek Online Ikuti Swab Test COVID-19 Gratis di Tangsel
Perbesar
Pengemudi ojek online menjalani swab test COVID-19 di Alam Sutra, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (21/7/2020). Swab test gratis tersebut digelar di tengah kasus COVID-19 yang terus bertambah di beberapa daerah di Indonesia. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Jakarta Kasus COVID-19 masih mengalami penambahan dari hari ke hari. Hal ini terlihat dari laporan harian sebaran COVID-19 per 6 Mei 2022.

Dalam data tersebut terlihat bahwa penambahan kasus positif hingga pukul 12.00 WIB adalah 245. Angka ini turut menambah akumulasi kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 6.047.986.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 329 sehingga akumulasinya menjadi 5.885.099.

Kasus meninggal juga masih mengalami penambahan. Hari ini penambahannya sebanyak 17 kasus sehingga akumulasinya menjadi 156.357.

Sedangkan, kasus aktif mengalami penurunan sebanyak 101 sehingga totalnya menjadi 6.530.

Data tersebut juga menunjukkan data spesimen sebanyak 96.064 dan suspek sebanyak 2.281.

Laporan dalam bentuk tabel juga menunjukkan 5 provinsi penyumbang kasus baru terbanyak. Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah.

-DKI Jakarta hari ini melaporkan 89 kasus baru dan 122 orang telah sembuh.

-Jawa Barat 31 kasus positif baru dan 40 orang dinyatakan sembuh.

-Jawa Timur 24 kasus konfirmasi baru dan 29 orang sembuh dari COVID-19.

-Banten di peringkat keempat dengan 20 kasus baru dan 16 orang sembuh.

-Jawa Tengah 18 kasus baru dan 25 sembuh.

Provinsi lainnya tidak menunjukkan penambahan kasus baru yang signifikan. Bahkan, ada 10 provinsi yang tidak melaporkan penambahan kasus positif sama sekali. Provinsi-provinsi tersebut yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Capaian Vaksinasi 6 Mei 2022

FOTO: Vaksinasi COVID-19 Siswa Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus
Perbesar
FOTO: Vaksinasi Siswa Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

Data Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 juga menunjukkan capaian vaksinasi COVID-19 per 6 Mei 2022. Hari ini, penambahan capaian vaksinasi terjadi pada vaksinasi dosis kedua dan ketiga atau booster saja.

Sedangkan, vaksinasi dosis pertama tidak mengalami penambahan sehingga totalnya tetap 199.346.528.

Vaksinasi kedua hari ini mengalami penambahan sebanyak 12.828 sehingga akumulasinya menjadi 165.613.761. Sedangkan, vaksinasi ketiga hari ini mengalami penambahan sebanyak 24.509 sehingga akumulasinya menjadi 40.967.039.

Total penambahan vaksinasi hari ini adalah 50.165 sehingga akumulasinya menjadi 405.927.328. Padahal, target sasaran vaksinasi adalah 208.265.720. Dengan demikian, capaian vaksinasi sudah melampaui target sasaran pemerintah.

Walau begitu, vaksinasi tetap digencarkan. Epidemiolog Dicky Budiman sempat mengatakan bahwa vaksinasi masih sangat penting.

Menurutnya, efektivitas vaksin dalam memitigasi potensi infeksi atau penambahan kasus pada masa-masa mobilitas tinggi seperti mudik ibarat pergi ke suatu tempat dalam situasi hujan besar.

"Namun, saat pergi kita mengenakan payung dan baju pelindung atau jas hujan," kata Dicky kepada Health Liputan6.com melalui pesan suara.

"Payung itu ibarat booster-nya, dan baju pelindung itu dua dosisnya. Kemungkinan basah kuyup kecil, kita tetap bisa kecipratan air, tapi karena sudah pakai payung dan baju pelindung maka kita enggak akan basah kuyup," Dicky menambahkan.


Laporan Sebelumnya

Vaksinasi di Stasiun Pasar Senen
Perbesar
Vaksinasi di Stasiun Pasar Senen

Di hari sebelumnya, yakni pada Kamis 5 Mei 2022, kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah 250. Penambahan ini menjadikan angka kasus positif virus Corona terhitung sejak Maret 2020 menjadi 6.047.741 orang.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 juga melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien sembuh dan terbebas dari Corona. Bertambah 445, sehingga angka kumulatif kasus sembuh di Indonesia menyentuh angka 5.884.770 jiwa.

Masih ada kasus meninggal dunia akibat COVID-19 hingga saat ini. Bertambah 19, maka jumlah keseluruhan warga yang berpulang akibat terpapar COVID-19 mencapai 156.340 orang.

Data update pasien COVID-19 ini tercatat sejak Rabu, 4 Mei 2022, pukul 12.00 WIB hingga kemarin, Kamis (5/5/2022) pada jam yang sama.

Sementara itu, penentuan skema menuju endemi COVID-19 masih menunggu hasil evaluasi pasca mudik Lebaran 2022. Hal ini diungkap Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo.

Untuk itu, diharapkan tidak ada lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia setelah mudik lebaran.

"Untuk skema menuju endemi pemerintah masih akan menunggu evaluasi beberapa minggu pasca mudik lebaran. Kita berharap tidak akan terjadi lonjakan lagi seperti di negara lain. Pemerintah akan bersiap mengantisipasi bila terjadi lonjakan," kata Abraham dikutip dari siaran persnya, Kamis (5/5/2022).


COVID-19 dalam 7 Pekan Terakhir

FOTO: Spiderman Dampingi Murid SD Disuntik Vaksin COVID-19
Perbesar
FOTO: Spiderman Dampingi Murid SD Disuntik Vaksin COVID-19

Abraham juga menyebut, situasi COVID-19 di Indonesia selama tujuh minggu terakhir yakni, 24 Maret sampai 4 Mei 2022 sudah terkendali. Hal itu, lanjutnya, terlihat dari data Reproduction Rate (Rt) yang konsisten di angka 1.

Selain itu, Abraham menuturkan jumlah kasus COVID-19 per hari juga terus melandai. Adapun angka kasus aktif COVID-19 di Indonesia tinggal 6.951 per 3 Mei 2022.

"Per 3 Mei 2022, 107 kasus per hari, angka kematian 18 per hari, dan angka kasus aktif tinggal 6.951," ujarnya.

Abraham mengapresiasi upaya tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan Satgas Penanganan COVID-19 yang terus mengingatkan protokol kesehatan kepada masyarakat. Dia juga menegaskan bahwa pemerintah tak mau terburu-buru menetapkan status endemi COVID-19.

"Pemerintah tidak terburu-buru menurunkan status pandemi menjadi endemi, meski beberapa indikator menunjukkan perbaikan," jelas Abraham.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan setidaknya butuh waktu enam bulan untuk masa transisi dari pandemi COVID-19 menuju endemi. Nantinya, pemerintah akan melihat perkembangan kasus untuk menentukan kebijakan ke depanya.

"Ini masih ada transisi, kira-kira 6 bulan. Kita lihat seperti apa, baru nanti silakan kalau di luar ruangan buka masker, kalau di dalam tetap masih pakai masker," jelas Jokowi saat meninjau Sirkuit Formula E di Ancol Jakarta Utara, Senin, 25 April 2022.

Infografis Amankah Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun? (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Amankah Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun? (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya