Update COVID-19 Hari Ini 26 April 2022: Kasus Positif Bertambah 576, Sembuh 4.058

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 26 Apr 2022, 18:37 WIB
Diperbarui 26 Apr 2022, 18:38 WIB
FOTO: Lokasi Tes COVID-19 Mulai Ramai Akibat Varian Omicron
Perbesar
Petugas melakukan tes usap PCR kepada warga di Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), Kamis (3/2/2022). Merebaknya varian Omicron memicu lonjakan kasus COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Kasus COVID-19 di Indonesia masih mengalami peningkatan dari hari ke hari. Dalam data harian sebaran COVID-19 per 26 April 2022 penambahan kasus positif tercatat sebanyak 576.

Angka tersebut menambah akumulasi kasus positif COVID-19 di Tanah Air menjadi 6.045.043.

Di hari sebelumnya yakni pada 25 April 2022, penambahan tercatat sebanyak 317. Dengan demikian, kasus positif hari ini lebih tinggi ketimbang kemarin dengan selisih 259 kasus.

Penambahan hari ini juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 4.664 sehingga akumulasinya menjadi 5.875.083.

Kasus meninggal juga mengalami penambahan walaupun tidak sebanyak di masa-masa awal pandemi. Kasus meninggal hari ini adalah 33 orang.

Sedangkan, kasus aktif mengalami penurunan sebanyak 4.380 sehingga akumulasinya menjadi 13.251.

Data tersebut juga menunjukkan jumlah spesimen sebanyak 119.757 dan suspek sebanyak 2.811.

Laporan dalam bentuk tabel juga menunjukkan 5 provinsi penyumbang kasus baru terbanyak. Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah.

- DKI Jakarta hari ini melaporkan 199 kasus baru dan 232 orang telah sembuh.

- Jawa Barat 104 kasus positif baru dan 3.247 pasien sembuh.

- Jawa Timur di peringkat ketiga dengan 55 kasus baru dan 58 orang sembuh.

- Banten 43 kasus positif baru dan 80 pasien sembuh.

- Jawa Tengah 27 kasus baru dan 73 orang sembuh dari COVID-19.

Provinsi lain tidak menunjukkan penambahan kasus yang begitu signifikan. Bahkan ada empat provinsi tanpa penambahan kasus baru sama sekali. Keempat provinsi itu adalah Aceh, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Capaian Vaksinasi

Nampak para petugas tenaga kesehatan (Nakes) tengah sibuk melakukan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan Hiswana Migas Garut, bagi peserta yang berasal dari mitra Pertamina serta masyarakat sekitar.
Perbesar
Nampak para petugas tenaga kesehatan (Nakes) tengah sibuk melakukan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan Hiswana Migas Garut, bagi peserta yang berasal dari mitra Pertamina serta masyarakat sekitar.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) per 26 April 2022 juga menunjukkan capaian vaksinasi COVID-19. Baik vaksinasi dosis pertama, kedua, maupun dosis ketiga atau booster.

Capaian vaksinasi hari ini rinciannya sebagai berikut:

- Vaksinasi dosis pertama hari ini bertambah 93.272 sehingga akumulasinya menjadi 199.039.633.

- Vaksinasi dosis kedua hari ini mengalami penambahan sebanyak 156.473 sehingga akumulasinya menjadi 164.180.156.

- Sedangkan vaksinasi ketiga atau penguat hari ini bertambah 352.847 sehingga akumulasinya menjadi 35.518.317.

Total capaian vaksinasi per 26 April adalah 602.592 dengan demikian akumulasi capaian vaksinasi di Tanah Air menjadi 398.738.106.

Sedangkan, target sasaran vaksinasi adalah 208.265.720. Artinya, capaian vaksinasi sudah melampaui target pemerintah.

Meski begitu, vaksinasi terutama dosis penguat terus digencarkan. Pemerintah menyediakan Posko Vaksinasi COVID-19 di simpul transportasi dan titik-titik arus mudik Lebaran 2022 tapi masyarakat tetap diimbau sudah melakukan vaksinasi booster jauh-jauh hari. Hal ini demi menghindari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang bisa saja dialami.

Vaksinasi booster yang dilakukan sebelum mudik, menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, diharapkan antibodi dapat terbentuk dengan baik agar memberikan perlindungan optimal. Apalagi perjalanan mudik terbilang masif dan bertemu banyak sanak saudara setibanya di kampung halaman.

"Pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi (booster) jauh-jauh hari sebelum keberangkatan (mudik), dengan harapan antibodi dapat terbentuk secara sempurna," ucap Wiku menjawab pertanyaan Health Liputan6.com di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Selasa, 19 April 2022.


Laporan Sebelumnya

Puluhan Ribu Nakes di Sumsel akan Dapat Vaksin Covid-19 Tahap Awal
Perbesar
Puluhan Ribu Nakes di Sumsel akan Dapat Vaksin Covid-19 Tahap Awal

Di hari sebelumnya, yakni pada Senin 25 April 2022 penambahan juga tetap terjadi pada kasus positif, kasus sembuh, dan meninggal dunia.

Penambahan kasus positif kemarin tercatat sebanyak 317.  Sehingga total akumulasi kasus positif menjadi 6.044.467 orang.

Untuk kasus sembuh ada penambahan 4.664 orang. Di Indonesia sampai tanggal tersebut total akumulasi terdapat 5.875.083 pasien berhasil sembuh dan dinyatakan negatif COVID-19.

Sementara itu, kasus meninggal dunia pada 25 April bertambah 33 orang. Hingga kini di Indonesia akumulasinya ada 156.133 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan COVID-19.

Data update pasien COVID-19 tersebut tercatat sejak Minggu 24 April 2022 pukul 12.00 WIB, hingga Senin (25/4/2022) pada jam yang sama.

Penambahan kasus COVID-19 yang terus terjadi membuat masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Di sisi lain, Hari Raya Idul Fitri akan segera tiba.

Seperti diketahui, Idul Fitri identik dengan silaturahmi dan halalbihalal atau mengunjungi rumah tetangga untuk bersalaman dan saling bermaafan.

Seperti pertemuan lainnya, halalbihalal juga memiliki potensi memicu terjadinya penularan COVID-19. Maka dari itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat untuk tetap hati-hati ketika halalbihalal.

Masyarakat diperbolehkan melakukan halalbihalal dengan catatan tidak disertai acara makan bersama.


Waspada Saat Halalbihalal

Tenaga Kesehatan Lansia Terima Vaksin di Puskesmas
Perbesar
Tenaga Kesehatan Lansia Terima Vaksin di Puskesmas

Terkait hal ini, ahli epidemiologi Dicky Budiman mengatakan bahwa Indonesia masih dalam status pandemi. Maka dari itu, masyarakat jangan sampai merasa selesai dan aman. Kewaspadaan, protokol kesehatan, dan upaya mitigasi harus dilakukan.

“Nah bicara halalbihalal, ya tentu potensi atau risiko terjadinya paparan itu akan jauh berkurang ketika cakupan vaksinasi di daerah itu sudah lebih dari 80 persen.”

“Atau, orang yang halalbihalal itu sudah minimal vaksinasi dua dosis atau sudah vaksinasi dosis ketiga,” kata Dicky kepada Health Liputan6.com melalui pesan suara Sabtu (23/4/2022).

Jadi, lanjutnya, sebelum bicara jangan makan, jangan minum atau yang lainnya, pastikan orang-orang yang hadir halalbihalal sudah menerima vaksin setidaknya dua dosis. Pastikan juga vaksin dosis keduanya masih dalam kurun waktu 7 bulan. Jika lebih, sebaiknya hindari acara-acara seperti halalbihalal.

“Kalaupun mau halalbihalal, terpaksa ya sebentar saja, tidak lebih dari 15 menit kalau bisa atau tidak lebih dari 30 menit dengan memakai masker yang N95.”

Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19
Perbesar
Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya