Satgas COVID-19 dan Kemenhub Akan Terbitkan Aturan Mudik Lebaran 2022

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 24 Mar 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 24 Mar 2022, 16:00 WIB
Sepekan Arus Balik
Perbesar
Pemudik tiba di Stasiun Senen, Jakarta, Minggu (23/5/2021). Plt Kepala Dinas Dukcapil DKI Budi Awaludin mencatat hingga hari Sabtu, 22 Mei 2021, atau sepekan arus balik Lebaran, jumlah warga yang tiba di Jakarta sudah mencapai angka 27.160 orang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, aturan rinci pelaksanaan mudik Lebaran 2022 akan diterbitkan melalui Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pembahasan aturan mudik Lebaran 2022 masih terus dirapikan, termasuk prosedur pengecekan dan pengawasan status vaksinasi booster bagi pemudik. Syarat vaksinasi booster ini menjadi syarat utama untuk mudik.

"Mudik masih lama kan ya, akhir April. Tapi kami segera beresin (aturan mudik). Saya rasa paling telat minggu depan sudah keluar (surat edaran)," ujar Budi Gunadi saat Konferensi Pers: Panduan Protokol Kesehatan Ramadan dan Idulfitri di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta pada Rabu, 23 Maret 2022 malam.

"Setidaknya, yang penting kami sudah sampaikan protokolnya seperti apa. Nanti akan diformalkan aturannya lewat Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)--Ketua Satgas Penanganan COVID-19."

Diterangkan Budi Gunadi, syarat vaksinasi booster untuk mudik Lebaran supaya calon pemudik tidak perlu tes COVID-19. Upaya booster juga melindungi orang lain, terutama orangtua saat kunjungan Lebaran berlangsung.

"Kalau mau mudik sebaiknya booster supaya memperkecil risiko dari orang yang dikunjungi terkena (COVID-19). Kalau booster ya enggak usah tes lagi," jelasnya.


Kemenhub Koordinasi dengan Satgas COVID-19

FOTO: Ada Larangan Mudik, Gerbang Tol Palimanan Terpantau Sepi
Perbesar
Polisi memeriksa kendaraan di Gerbang Tol Palimanan, Jakarta, Jumat, (7/5/2021). Gerbang Tol Palimanan sepi karena adanya kebijakan larangan mudik Lebaran pada tanggal 6-17 Mei 2021 untuk memutus penyebaran COVID-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Pada pernyataan resmi, Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengaku, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait perihal aturan mudik Lebaran, termasuk koordinasi dengan Satgas COVID-19.

"Kemenhub akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, yakni Satgas Penanganan COVID-19, Kementerian dan Lembaga, serta unsur terkait lainnya," kata Adita, Rabu (23/3/2022).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kebijakan vaksinasi booster sebagai syarat bagi masyarakat yang ingin mudik Lebaran 2022. Bahwa diperbolehkan mudik dengan syarat sudah dua kali vaksin serta satu kali vaksin booster dengan protokol kesehatan ketat.

"Nantinya, Kemenhub akan menerbitkan Surat Edaran tentang petunjuk pelaksanaan teknis di lapangan, baik perjalanan luar negeri maupun dalam negeri, yang seperti sebelum-sebelumnya selalu merujuk pada SE Satgas Penanganan COVID-19," tutur Adita.

"Adapun petunjuk teknis pelaksanaan di lapangan juga akan kami diskusikan dengan para stakeholders termasuk pihak POLRI, di antaranya mekanisme pengawasan terhadap ketentuan syarat perjalanan dan penerapan protokol kesehatan di lapangan."


Infografis 8 Gerakan Bikin Rileks Tubuh Saat WFH atau WFO di Masa Pandemi Covid-19

Infografis 8 Gerakan Bikin Rileks Tubuh Saat WFH atau WFO di Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis 8 Gerakan Bikin Rileks Tubuh Saat WFH atau WFO di Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya