BPOM Izinkan Penerima Vaksin Sinovac Usia 18+ Booster Pakai Sinopharm 1 Dosis

Oleh Aditya Eka Prawira pada 22 Mar 2022, 08:57 WIB
Diperbarui 22 Mar 2022, 08:57 WIB
FOTO: 6 Jenis Vaksin COVID-19 yang Ditetapkan Pemerintah Indonesia
Perbesar
Botol bertuliskan "Vaksin COVID-19" terlihat di sebelah logo Sinopharm, 23 November 2020. Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah menjamin vaksin COVID-19 buatan Sinopharm halal. (JOEL SAGET/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) pada Minggu, 20 Maret 2022, mengizinkan penggunaan vaksin Sinopharm sebagai booster heterolog.

Setelah pada awal Februari 2022 meresmikan sebagai dosis booster homolog, BPOM kembali merilis 1 regimen booster heterolog untuk vaksin Sinopharm (SARS-CoV-2 (Vero Cell) Inactivated).

Penerbitan ini melengkapi enam jenis vaksin booster --- baik sebagai booster heterolog maupun homolog --- dengan berbagai regimen di Indonesia.

Dijelaskan Kepala BPOM RI, Penny K Lukito, booster heterolog vaksin Sinopharm sebanyak satu dosis diperuntukan untuk populasi usia 18+ yang sebelumnya memeroleh dua dosis (primer) vaksin Sinovac.

Penny, mengatakan, berdasarkan pertimbangan aspek keamanan, penggunaannya sebagai vaksin booster heterolog secara umum dapat ditoleransi dengan baik.

 


KIPI Booster Heterolog Gunakan Sinopharm

Kabar Baik! Sinopharm Resmi Jadi Vaksin Booster ke-6 Indonesia, Ini Efek Sampingnya
Perbesar
BPOM izinkan Sinopharm sebagai vaksin booster Covid-19. (pexels/maksim goncharenok).

Menurut Penny, reaksi lokal yang paling sering dilaporkan dalam dalam uji klinik booster heterolog vaksin Sinopharm yaitu nyeri pada tempat suntikan, pruritus atau rasa gatal, kemerahan dan pembengkakan.

Selanjutnya, adapun kejadian sampingan sistemik yang paling banyak dilaporkan adalah fatigue atau kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan batuk.

"Profil kejadian sampingan (Adverse Events atau AEs) yang dilaporkan dalam uji klinik booster heterolog ini, serupa dengan kejadian sampingan pada uji klinik vaksin primer maupun booster homolog, yaitu bersifat ringan hingga sedang.” kata Penny dikutip dari situs resmi BPOM RI pada Senin, 22 Maret 2022.

Dari aspek Imunogenisitas, lanjut Penny, hasil analisis pemberian satu dosis booster Vaksin Sinopharm pada kelompok subjek vaksin primer Sinovac, menunjukan adanya peningkatan respons antibodi COVID-19.

Peningkatan ini terjadi pada pengukuran hari ke-14 dan ke-28 pasca pemberian dosis booster.

Antibodi IgG anti-sRBD menunjukkan peningkatan sebesar 8,19 kali dan 10,65 kali dibandingkan sebelum pemberian booster (baseline).

 


Jenis Vaksin Booster Bertambah

Produksi Vaksin COVID-19 Sinopharm
Perbesar
Sekotak vaksin COVID-19 terlihat saat proses produksi di bengkel pengemasan selama tur media di kantor pusat Sinopharm di Beijing pada 26 Februari 2021. The Beijing Institute of Biological Products mengembangkan vaksin corona dari virus yang sudah dilemahkan. (Noel Celis/AFP)

Lebih lanjut Penny, mengatakan, dengan disetujuinya penggunaan vaksin Sinopharm telah menambah alternatif vaksin booster heterolog bagi masyarakat yang menggunakan vaksin primer Sinovac sebelumnya.

"Karena itu, Badan POM kembali menyampaikan apresiasi kepada Tim Ahli Komite Nasional Penilai Vaksin COVID-19 dan ITAGI atas kerja samanya selama ini sebagai mitra dalam mengevaluasi penggunaan dosis booster kedua untuk vaksin ini sehingga dapat segera digunakan oleh masyarakat," katanya.


Infografis 3 Kombinasi Vaksin Booster Covid-19 Januari 2022

Infografis 3 Kombinasi Vaksin Booster Covid-19 Januari 2022
Perbesar
Infografis 3 Kombinasi Vaksin Booster Covid-19 Januari 2022 (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya