Satgas IDI Sebut RI Bisa Endemi 3 Bulan Lagi, Ini Tanggapan Menkes Budi

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 20 Mar 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 20 Mar 2022, 17:00 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan santunan kepada tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan COVID-19 di Gedung Kementerian Kesehatan Jakarta pada Senin 19 April 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, penetapan endemi COVID-19 melalui sejumlah pertimbangan yang harus dipenuhi, tidak hanya dari sisi kesehatan saja. Penegasan ini menanggapi pernyataan Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang menyebut Indonesia bisa masuk endemi 3 bulan lagi.

"Endemi itu pertimbangannya tidak hanya kesehatan, tapi juga sosial, politik, dan budaya. Kita sudah mengalami pandemi lebih dari 10 kali sejak abad ke 13 dan 14, selalu pertimbangannya banyak," ujar Budi Gunadi saat kegiatan vaksinasi booster dan donor darah di City Hall Pondok Indah Mall, Jakarta, ditulis Minggu (20/3/2022).

Dari segi kesehatan, Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario menuju endemi sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Diharapkan transmisi virus Sars-CoV-2 semakin rendah. sehingga penyebarannya dapat semakin ditekan.

"Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyiapkan skenario-skenario (endemi). Kita ingin kalau bisa indikator transmisi yang WHO ada 3, yakni level 1 dalam 6 bulan berturut-turut," terang Budi Gunadi.

"Usulan epidemiolog, kalau bisa reproduction number-nya (rata-rata orang yang terinfeksi COVID-19) di bawah 1 selama 6 bulan berturut-turut juga minimal vaksinasi lengkapnya dua kali."


Virus Corona Tetap Ada, tapi Penularan Rendah

FOTO: Penerapan Protokol Kesehatan di Stasiun Jakarta Kota
Perbesar
Petugas mensosialisasikan protokol kesehatan kepada penumpang di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Rabu (28/10/2020). Mengantisipasi lonjakan penumpang saat cuti bersama dan Sumpah Pemuda, PT KCI mengajak pengguna KRL bersatu dan bangkit melawan COVID-19 dengan menerapkan 3M. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Ketika memasuki endemi, Budi Gunadi Sadikin menekankan, bukan berarti virus Sars-CoV-2 penyebab COVID-19 hilang sepenuhnya. Masyarakat akan tetap hidup berdampingan dengan COVID-19.

"Virusnya tetap ada, tapi penularannya rendah terkendali. Jadi, bisa saja yang masuk dirawat sedikit sekali," jelasnya.

"Yang penting adalah budaya masyarakat sudah paham bagaimana menangani penyakit itu sendiri tanpa dipaksa oleh Pemerintah. Sama seperti kalau sakit demam berdarah, rumah disemprot. Kalau ada demam, panasnya naik turun, kita cek darah sendiri, sehingga kalaupun masuk rumah sakit tertangani dengan baik."

Menurut Budi Gunadi, edukasi masyarakat terhadap protokol kesehatan harus terus dilakukan di masa menuju transisi endemi, bahkan bila sudah masuk endemi. Ada kesadaran masyarakat untuk melakukan tes COVID-19 jika merasa bergejala.

"Karena itu kita harus pakai masker. Kalau kena (bergejala), misalnya, harus PCR, kemudian kalau sudah PCR dan positif mesti isolasi untuk tidak menularkan. Itu yang paling penting dipenuhi sebagai syarat menjadi endemi," ucap Menkes.


Infografis Indonesia Siapkan Skenario Ubah Status Pandemi Covid-19 Jadi Endemi

Infografis Indonesia Siapkan Skenario Ubah Status Pandemi Covid-19 Jadi Endemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Indonesia Siapkan Skenario Ubah Status Pandemi Covid-19 Jadi Endemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya