Kasus COVID-19 Anak Melesat, IDAI: Naik 10 Kali Lipat dari Januari 2022

Oleh Benedikta Desideria pada 09 Feb 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 09 Feb 2022, 15:00 WIB
[Fimela] masker wajah
Perbesar
ilustrasi masker wajah untuk anak-anak | pexels.com/@august-de-richelieu

Liputan6.com, Jakarta - Kasus COVID-19 bukan cuma menyerang orang dewasa, kasus infeksi virus SARS-CoV-2 pun terjadi pada anak. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan tren peningkatan kasus COVID-19 pada anak naik seribu persen dibandingkan Januari 2022.

"Data per 24 Januari ada 676 anak yang terkonfirmasi COVID-19, lalu pada 31 Januari ada 2.775 kemudian per 7 Februari kemarin ada 7.990 berdasarkan laporan ketua cabang di daerah," kata Piprim.

"Dibandingkan Januari, berarti sudah naik seribu persen lebih atau sekitar 10 kali lipat," lanjut Piprim menjawab pertanyaan Health-Liputan6.com dalam konferensi pers pada Rabu (9/2/2022).

Kasus COVID-19 pada anak yang saat ini terjadi sebagian besar tanpa gejala dan gejala ringan. Pada yang gejala ringan ditunjukkan dengan batuk, pilek, badan hangat, nyeri tenggorokan. Sangat sedikit yang sampai berimbas ke paru bagian bawah.

"Jadi, kalau saat ini anak batuk, pilek, hangat. Orangtua mesti hati-hati atau waspada, kemungkinan tertular Omicron," sebutnya.

Meski gejala ringan, Piprim mengingatkan agar tak terlena dengan hal tersebut. Faktanya, COVID-19 pada anak bisa berdampak fatal pada sebagian anak.

"Kasus berat mulai dilaporkan. Ada yang MIS-C dengan penurunan kemampuan jantung sehingga pasien alami gagal jantung. Ada juga yang alami diabetes melitus pasca kena COVID-19," terang Piprim.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Anak Kena COVID-19: Jangan Panik

ilustrasi anak mengenakan masker
Perbesar
Ilustrasi ibu dan anak mengenakan masker | pexels.com/@ketut-subiyanto

Bila memang hasil tes PCR menunjukkan anak positif terkena COVID-19, orangtua jangan panik. Kepanikan hanya akan menutup akal.

"Sebaiknya segera lakukan layanan telekonsultasi. Lalu, cek tanda-tanda kegawatdaruratan atau ada tidaknya tanda bahaya yang dialami anak," pesannya.

"Yang paling penting adalah memantau kondisi anak kita."

Guna mencegah paparan COVID-19, Piprim menyarankan orangtua untuk mengajarkan anak agar makin cakap menjalankan protokol kesehatan. Lalu, tidak mengajak anak ke pusat keramaian seperti mal, tempat dengan ventilasi tertutup apalagi ke bioskop.


Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak.

Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya