Tidak Perlu Disembur, Begini Cara Hadapi Orang Kesurupan Menurut Dokter Jiwa

Oleh Diviya Agatha pada 28 Jan 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 28 Jan 2022, 10:00 WIB
kesurupan
Perbesar
kesurupan/copyright: unsplash/daniele levis pelusi

Liputan6.com, Jakarta - Kesurupan telah menjadi fenomena yang tidak asing lagi di Indonesia. Seringkali, kesurupan juga terjadi di ruang publik seperti sekolah, pabrik, tempat kerja, dan lainnya.

Sebagian besar orang pun tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menyikapinya. Biasanya, kesurupan akan ditangani dengan menyembur orang tersebut menggunakan air.

Tak hanya itu, beberapa orang pun akan memanggil 'orang pintar' seperti dukun atau ulama yang dinilai bisa membantu untuk mengatasinya. Ternyata, ada lho hal lain yang bisa dilakukan selain itu.

Menurut dokter spesialis Kejiwaan RS Omni Alam Sutera, Andri, FAPM, kesurupan bisa ditangani dengan memisahkannya dari kerumunan orang-orang.

"Sebenarnya hal pertama yang bisa teman-teman lakukan ketika ada teman kita yang mengalami kesurupan adalah dengan memisahkannya dari crowd atau kerumunan orang," ujar Andri dalam video yang diunggah pada kanal YouTube pribadinya Andri Psikosomatik ditulis Kamis, (27/1/2022).

"Sebaiknya yang memisahkannya adalah laki-laki atau yang kita tahu atau kita kenal punya strong personality, atau orang itu memang cukup kuat. Boleh tuh dia yang mindahin," tambahnya.

Dalam ranah medis sendiri, fenomena ini dikenal dengan sebutan Dissociative Trance Disorder (DTD), yang mana gejalanya memang mirip dengan kesurupan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hal apalagi yang bisa dilakukan?

Selanjutnya, setelah orang yang sedang mengalami kesurupan berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih tenang, Anda pun bisa mulai menenangkannya.

"Setelah dipindahkan, ditenangkan. Biasanya ada yang dinaikin kakinya supaya oksigenasinya menjadi lebih lancar," kata Andri.

Andri menambahkan, ketika orang tersebut belum sadar, hindari untuk memberikan minum. Mengingat hal tersebut bisa membuat korban tersedak.

"Bisa batuk (kalau diberikan minum), dan muntah-muntah. Jadi jangan ya, lebih baik sudah biarkan saja dulu. Tenangkan," ujar Andri.

"Kalau misalnya memang masih berulang, masih bolak balik hysterical reaction-nya, bawa ke dokter terdekat. Nanti dokter biasanya akan menyuntikkan penenang," tambahnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis

Infografis Deretan Efek Negatif Marah bagi Kesehatan Tubuh
Perbesar
Infografis Deretan Efek Negatif Marah bagi Kesehatan Tubuh. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya