Masih Anak-Anak Punya Riwayat Diabetes seperti Matthew White, Bagaimana Bisa?

Oleh Benedikta Desideria pada 24 Jan 2022, 17:09 WIB
Diperbarui 24 Jan 2022, 17:09 WIB
Aktor Cilik Matthew White Meninggal Dunia
Perbesar
Aktor Cilik Matthew White meninggal dunia. (Tangkapan Layar Instagram/official.mattwhite)

Liputan6.com, Jakarta - Aktor cilik Matthew White meninggal dunia pada usia 12 tahun. Salah satu pemain di film DANUR 2: MADDAH dan DANUR 3: SUNYARURI meninggal dunia pada Minggu, 23 Januari 2022 malam.

Matthew White meninggal di salah satu rumah sakit di Jakarta dengan riwayat penyakit diabetes atau masyarakat menyebut dengan penyakit gula.

"Ada riwayat penyakit (gula)," kata Oki Hartanto selaku pihak management AM PM yang selama ini menaungi Matthew dikutip dari Kapanlagi, Senin (24/1/2022).

Belum dijelaskan secara rinci diabetes jenis apa yang Matthew idap.

Banyak orang awam yang beranggapan bahwa diabetes adalah penyakitnya orang dewasa. Nyatanya, anak juga bisa didiagnosis diabetes.

Pada anak yang obesitas rentan terkena diabetes tipe 2 tapi bila secara fisik anak kurus kemungkinan diabetesnya adalah tipe 1.

Diabetes tipe-1 terjadi karena penyakit autoimun yang menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Tubuh tidak memproduksi insulin karena sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel yang memproduksi insulin. Padahal tanpa insulin, sel tidak mampu menyerap glukosa yang diperlukan untuk memproduksi energi.

Orangtua mesti waspada ketika anak kurus lalu sering merasa lapar polifagi), sering merasa haus (polidipsi) dan sering buang air kecil di malam hari (poliuri). Tiga gejala 3P tersebut merupakan gejala umum pada penderita diabetes melitus dan bisa terjadi pada anak.

"Jadi, selain dengan menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, ketika dia makin terlihat kurus, sering lapar, sering haus dan sering pipis, jangan lupa dicek kadar gula darahnya," kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Piprim Basarah Yanuarso dalam temu media peringatan Hari Diabetes Sedunia pada Sabtu (13/11/2021).

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi IDAI Muhammad Faizi menjelaskan bahwa anak dengan diabetes melitus tipe 1 memang pada umumnya memiliki bentuk tubuh yang kurus.

Hal itu disebabkan karena habisnya cadangan lemak pada tubuh karena kurangnya cadangan insulin.

"Pada diabetes melitus tipe 1, kondisi pasien mengalami kekurangan insulin karena kerusakan beta pankreas. Pada kondisi ini insulin mencari sumber lain yaitu lemak, maka anak cenderung kurus," jelas Faizi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Diabetes Tipe 1 Bisa Terkontrol

Anak dengan diabetes melitus tipe 1 harus mendapat suntikan insulin seumur hidupnya sebanyak lima hingga enam kali setiap hari. Ini harus dilakukan untuk menjaga metabolisme tubuh pasien agar tetap seimbang dan terjaga dengan baik.

"Sekali didiagnosa diabetes maka seumur hidup harus mengalami ini, yang bisa dilakukan adalah kendali metabolik dan terkontrol untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik," ujar Piprim.

Angka hidup pasien dengan diabetes melitus tipe 1 dikatakan Piprim juga bisa sama dengan mereka yang hidup tanpa diabetes asalkan tetap terkontrol.

"Kalau sudah tidak terkontrol maka nanti akan menyerang organ lain seperti gagal ginjal, kebutaan dan lain-lain," tutup Piprim.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Diabetes Tipe 2 pada Anak

Berbeda halnya dengan anak dengan obesitas ditambah dengan riwayat anak memiliki riwayat diabetes tipe 2. Anak obesitas memungkinkan munculnya penyakit diabetes tipe 2.

Pada anak dengan diabetes tipe 2, selain obesitas lalu bila pada area lipatan tubuh seperti leher kehitaman mengarah ke resisten insulin.

"Pada anak obesitas, punya riwayat diabetes pada salah satu orangtua, serta ditambah ada bercak hitam seperti daki di tengkuk, belakang leher dan area lipatan segera periksakan ke dokter," pesan Faizi.

Pada diabetes tipe ini, muncul karena gaya hidup yang tidak sehat hingga membuat anak obesitas yang kemudian menimbulkan resisten insulin.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Tak Perlu ke Mal, Anak Lebih Baik di Rumah Saja.

Infografis Tak Perlu ke Mal, Anak Lebih Baik di Rumah Saja. (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis Tak Perlu ke Mal, Anak Lebih Baik di Rumah Saja. (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya