WHO Ingatkan agar Tak Terjebak Rasa Aman Palsu dari Vaksinasi

Oleh Benedikta Desideria pada 25 Nov 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 25 Nov 2021, 14:30 WIB
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) (AP Photo)
Perbesar
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) (AP Photo)

Liputan6.com, Jakarta Bos Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 belum berlalu. Sudah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis lengkap bukan berarti Anda kebal dari infeksi virus Corona.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom, dalam briefing di Jenewa, Swiss, Rabu kemarin.

Tedros melihat saat ini masih banyak orang yang merasa kebal dari COVID-19 usai divaksin COVID-19. Itu adalah pemikiran yang salah alias merasa rasa aman palsu dari vaksinasi. Orang-orang tersebut berpikir ketika sudah divaksinasi tidak perlu melakukan hal pencegahan lain.

"Kami khawatir tentang rasa aman palsu dari vaksin. Orang-orang ini berpikir ketika sudah divaksinasi tidak perlu melakukan tindakan pencegahan lainnya," kata Tedros kepada wartawan ditulis Kamis (25/11/2021).

"Vaksinasi menyelamatkan nyawa tapi tidak sepenuhnya mencegah penularan," katanya.

Lebih lanjut, Tedros mengingatkan bahwa meski Anda sudah divaksinasi COVID-19 dosis lengkap tindakan pencegahan tetap perlu dilakukan.

"Sesudah divaksinasi, lanjutkan dengan upaya pencegahan. Hal ini mencegah orang lain terinfeksi dan mencegah orang lain meninggal karena penyakit ini," katanya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Kehadiran Varian Delta Terhadap Efek Vaksin COVID-19

Brussel Wajibkan Pemakaian Masker di Tempat Umum
Perbesar
Orang-orang memakai masker saat berjalan di Brussel, Belgia, Rabu (12/8/2020). Penggunaan masker menjadi wajib di tempat umum di Brussel karena kasus Covid-19 naik ke tingkat kewaspadaan yang menempatkan kota itu di antara yang paling parah terkena dampak corona di Eropa. (François WALSCHAERTS/AFP)

Tedros mengatakan seseorang yang sudah divaksinasi COVID-19 tetap bisa tertular dan menularkan virus SARS-CoV-2. Sebelum ada varian Delta, vaksin COVID-19 bisa mengurangi penularan hingga 60 persen. Namun, ketika Delta hadir mengurangi penularan 40 persen.

"Meski begitu, tetap saja kita mesti lakukan upaya pencegahan penularan," kata Tedros.


Infografis Tertib Protokol Kesehatan Covid-19, Lawan Hoaksnya!

Infografis Tertib Protokol Kesehatan Covid-19, Lawan Hoaksnya! (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis Tertib Protokol Kesehatan Covid-19, Lawan Hoaksnya! (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya