Libur Maulid Nabi 2021, Pemerintah Minta Kurangi Mobilitas

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 19 Okt 2021, 17:14 WIB
Diperbarui 19 Okt 2021, 17:15 WIB
Gemerlap Malam di Pakistan Menyambut Maulid Nabi
Perbesar
Orang-orang melewati bangunan masjid Faisal yang diterangi selama perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi di Islamabad, Pakistan, Senin (18/10/2021). Peringatan Maulid Muhammad tak hanya diperingati umat Islam di Indonesia, tapi juga di berbagai negara. (Farooq NAEEM/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Libur Maulid Nabi 2021 yang digeser menjadi tanggal 20 Oktober 2021 diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat dengan sebaik-baiknya. Pemerintah meminta masyarakat mengurangi mobilitas pada hari libur tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate menegaskan, Pemerintah tidak melarang perayaan ataupun menikmati hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, masyarakat diminta untuk tetap bijaksana memanfaatkannya.

"Disiplin protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan demi mencegah peningkatan kasus COVID-19 di kemudian hari," ujar Plate melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com pada Selasa, 19 Oktober 2021.

Plate mengingatkan pandemi COVID-19 belum usai. Oleh karena itu, semua pihak, termasuk masyarakat yang hendak merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, diminta tetap waspada, jangan sampai terjadi gelombang pandemi COVID-19 selanjutnya.

"Tidak ada larangan untuk merayakan ataupun menikmati hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tetapi Pemerintah meminta kebijaksanaan masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas pada hari libur itu," terangnya.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Aturan Penyelenggaraan Hari Besar Keagamaan

Gemerlap Malam di Pakistan Menyambut Maulid Nabi
Perbesar
Anak-anak bermain kembang api saat perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau biasa disebut Maulid Nabi di Lahore, Pakistan, Senin (18/10/2021). Peringatan Maulid Muhammad, yang jatuh pada 19 Oktober, tak hanya diperingati umat Islam di Indonesia, tapi juga di berbagai negara. (Arif ALI/AFP)

Johnny G. Plate meminta masyarakat menaati Surat Edaran Menteri Agama No. 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan (PHBK).

Di antaranya, diatur bahwa penyelenggaraan hari besar keagamaan pada daerah Level 2 dan Level 1 dapat dilaksanakan secara tatap muka dengan prokes ketat.

Sementara itu, penyelenggaraan hari besar keagamaan pada daerah Level 4 dan Level 3 dianjurkan dilaksanakan secara virtual/daring. Penyelenggara dianjurkan menyediakan QR Code PeduliLindungi.

"Pemerintah melarang pawai/arak-arakan dalam rangka PHBK yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar," kata Menkominfo Plate.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Yuk Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah Covid-19

Infografis Yuk Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Yuk Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya