Sudirman Said: Pasca COVID-19, Bangsa Ini Akan Bergantung Pada Peran Pemuda

Oleh Aditya Eka Prawira pada 19 Okt 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 19 Okt 2021, 11:30 WIB
Siswa Sekolah Daring dari Tempat Pembuangan Sampah
Perbesar
Seorang perempuan dari organisasi pemuda setempat membantu siswa bersekolah secara virtual di tempat pembuangan sampah yang menyediakan WiFi gratis, di Surabaya, Rabu (15/9/2021). Belajar secara virtual itu sudah berjalan lebih dari setahun lebih di tengah pandemi Covid-19. (JUNI KRISWANTO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Institut Harkat Negeri, Sudirman Said, menyebut, Indonesia akan bergantung pada peran pemuda pasca pandemi COVID-19 berakhir.

Menurut Sudirman Said, semangat Sumpah Pemuda dinilai relevan guna memersatukan anak bangsa menghadapi tantangan bangsa kekinian, termasuk mengatasi pandemi COVID-19 bersama-sama.

"Ini sesuatu yang harus dibangkitkan dan dipersatukan bagaimana mengajak kaum muda yang kebanyakan memiliki latar belakang pendidikan dan intelektual lebih baik dibanding generasi sebelumnya," kata Sudirman Said dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Selasa, 19 Oktober 2021.  

"Dapatkah tantangan pandemi COVID-19 ini menjadi pemicu persatuan, membuat para anak muda bahu-membahu," Said menambahkan.

Momen Peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, lanjut Sudirman, tidak bisa dipahami sebagai peristiwa terpisah melainkan satu rangkaian perjuangan bangsa ini membebaskan diri dari kolonialisme, penjajahan, penindasan dan keterbelakangan.

Semangat kaum terpelajar yang berusia muda untuk membebaskan rakyat dari penderitaan dengan mengabarkan persatuan, kata Sudirman, layak menjadi cermin bagi perjuangan anak-anak muda dan kaum terpelajar di masa pandemi COVID-19 saat ini. Paling tidak agar dapat bahu-membahu mengatasi kesulitan warga.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pesan untuk Kalangan Muda

Lebih lanjut Sudirman mengimbau agar kalangan muda bisa melampaui sekat-sekat politik, ras, suku, dan agama guna menyatupadukan kekuatan mengatasi wabah Virus Corona penyebab COVID-19.

Pandemi COVID-19 harus dipandang sebagai persoalan kemanusiaan yang berdampak kepada semua termasuk kalangan muda.

"COVID-19 adalah masalah kemanusiaan, siapapun dia dari kelompok manapun bila harus kena tak mampu mengelak," katanya.

Dia menilai kalangan muda saat ini sebenarnya memiliki kepedulian tinggi dalam membantu mengatasi pandemi. Kalangan muda dari berbagai komunitas masing-masing sudah mengambil inisiatif sesuai dengan minat dan kecenderungannya.

"Yang diperlukan hari ini dan ke depan mungkin lebih banyak sinergi dan kolaborasi. Sehingga terjadi saling belajar, saling menopang dalam bekerjasama mengatasi akibat wabah COVID-19," Said menjelaskan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Lomba Esai

Pada momen peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, Institut Harkat Negeri mengajak kalangan muda menuangkan gagasannya melalui lomba esai bertajuk Indonesia Pasca Covid-19 di Mata Anak Muda.

Lomba tersebut untuk menggali pikiran-pikiran kreatif dan cerdas anak muda mengenai aspirasi Indonesia yang maju, kuat, dan mampu mensejahterakan rakyat.

"Tulisan-tulisan yang masuk diharapkan dapat menjadi trigger untuk mengembangkan berbagai terobosan pemikiran ke depan. Lomba ini diharapkan dapat diikuti oleh anak-anak muda yang semakin terbiasa menuliskan gagasannya," kata Sudirman.

Institut Harkat Negeri membuka kesempatan bagi anak muda berumur 16 sampai 30 tahun dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum untuk menuangkan gagasannya. Lomba esai tersebut dibuka 11 Oktober hingga 22 Oktober 2021. Pengumuman naskah teripilih akan dilakukan pada 28 Oktober 2021.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Cara Warga Belum Punya NIK Tetap Bisa Terima Vaksin Covid-19

Infografis Cara Warga Belum Punya NIK Tetap Bisa Terima Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis Cara Warga Belum Punya NIK Tetap Bisa Terima Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya