Kombinasi Strategi Hindari Gelombang Baru COVID-19 di Indonesia

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 28 Sep 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 28 Sep 2021, 19:38 WIB
FOTO: Perjuangan Paramedis Merawat Pasien COVID-19 di RSUD Kota Bogor
Perbesar
Paramedis menunjukkan gawai kepada pasien COVID-19 di Ruang ICU RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/6/2021). Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Kota Bogor saat ini mencapai 73 persen. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, kombinasi strategi menghindari gelombang baru COVID-19. Deteksi yang baik hingga percepatan vaksinasi COVID-19 menjadi kuncinya.

"Kombinasi testing dengan PeduliLindungi, vaksinasi, dan jaga jarak. Saya kira itu alat kita untuk menghindari kalau ada gelombang COVID-19 berikutnya," ujar Luhut usai Rapat Terbatas PPKM pada Senin, 27 September 2021.

Perkembangan pemeriksaan (testing) per 27 September 2021 Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini sejalan dengan pelacakan kontak (tracing) yang juga semakin bertambah.

"Testing terus meningkat, tadinya 26 persen kabupaten/kota Jawa Bali minggu lalu, sekarang 36 persen. Jadi 10 persen membaik, dengan tingkat tracing 5 kontak erat per kasus," imbuh Luhut.

"Saya pikir itu berkat teman-teman di Kementerian Kesehatan, Polri, dan TNI. Ini juga dilakukan dengan upaya luar biasa bersama Dinas Kesehatan. Saya kira mereka sudah kerja bahu membahu."

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pantau Ketat Kedatangan Luar Negeri

Larangan WNA Masuk Indonesia
Perbesar
Warga Negara Asing (WNA) berbincang dengan personel TNI saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (29/12/2020). Pemerintah Indonesia melarang masuk WNA dari semua negara mulai 1 hingga 14 Januari 2021 menyusul varian baru COVID-19 yang ditemukan di Inggris. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Luhut juga menyoroti kedatangan warga asing. Ada beberapa negara yang dipantau lebih ketat, yakni berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Turki yang punya kasus aktif COVID-19 tinggi.

"Namun, proses karantina yang selama ini 8 hari tetap kita lakukan. Karena dari hasil epidemiologi, dua hari sudah kelihatan reaksi kalau (misalnya) dia kena Varian Delta," jelasnya.

"(Pelaku perjalanan) Dari Arab Saudi, dalam perjalanan bisa saja kena (virus Corona), itu langsung kita bawa di karantina. Jadi, sekarang tidak diperiksa di airport (bandara), jadi di karantina."

Pemerintah akan terus mengatur dan memperketat kedatangan orang asing dari luar negeri, sehingga tidak terjadi penumpukan dan berpotensi menyebarkan kasus baru COVID-19.

"Penerbangan dari luar negeri akan diatur kedatangannya supaya tidak menumpuk. Detail, kami evaluasi satu minggu," pungkas Luhut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Kasus Covid-19 Melandai, Indonesia Tetap Waspada Gelombang III

Infografis Kasus Covid-19 Melandai, Indonesia Tetap Waspada Gelombang III. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Kasus Covid-19 Melandai, Indonesia Tetap Waspada Gelombang III. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya