Tips Sukses Menjalani Program Bayi Tabung

Oleh Fitri Syarifah pada 25 Sep 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2021, 19:00 WIB
Ilustrasi bayi tabung
Perbesar
Ilustrasi bayi tabung. Photo by Luma Pimentel on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta Bayi tabung merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan infertilitas (gangguan kesuburan) dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia.

Menurut Dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi dan Reproduksi Prof Dr. dr. Budi Wiweko, MPH, Sp.OG-KFER, dalam proses bayi tabung ini setelah terjadi pembuahan, lalu 2-3 embrio akan ditanam kembali ke rahim si calon ibu.

Lantas, kapan bayi tabung perlu dilakukan? Prof Budi menuturkan, ada beberapa kondisi pada pasangan sehingga tidak memungkinkan untuk terjadi kehamilan secara alami.

"Seperti faktor sperma, adanya sumbatan kedua saluran telur, endometriosis, gangguan pematangan telur dan kasus tertentu yang masih diteliti secara medis," katanya dalam acara RSPI IVF talk dengan tema Embrio Normal untuk Kehamilan Sehat, ditulis Sabtu (25/9/2021).

Yang perlu diperhatikan lagi, lanjut Prof Budi adalah jumlah kromosom embrio menurun drastis sejalan dengan umur perempuan. Di atas 35 tahun, menurun hingga 60 persen. Di atas 42 tahun menurun 13 persen. Sehingga semakin cepat memeriksakan diri akan semakin besar peluang kehamilan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

8 tahap

Untuk itu, Prof Budi menerangkan, ada 8 tahap yang dilakukan pasangan dalam menjalani program bayi tabung yaitu:

1. Pemeriksaan USG, hormon, saluran telur dan sperma

2. Penuntikkan obat untuk membesarkan sel telur

3. Penyuntikkan obat penekan hormon

4. Pengambilan sel telur

5. Pembuahan

6. Pengembangan embrio

7. Penanaman embrio

8. Menunggu hasil

"Pada proses pengambilan sel telur, penanaman embrio dan menunggu hasil merupakan waktu yang berpotensi menyebabkan stres tertinggi pada pasangan," ujar Prof Budi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tips bagi pasangan agar berhasil mendapatkan buah hati

Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah ini mengatakan, agar tidak stres ia memberikan tips yakni tetap berpikir positif, relaks dan yakin akan hamil.

Selebihnya, lanjutnya, disarankan untuk pasangan agar mengonsumsi makanan sehat. "Konsumsi makanan tinggi protein dan rendah lemak, mikro nutrisi multipel, buah-buahan, antioksidan, serta Koenzim Q ten. Idealnya hal ini dilakukan 60 hari sebelum mulai program bayi tabung," pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

[INFOGRAFIS] Aroma dan Sentuhan Terbaik saat Bayi Mandi

[INFOGRAFIS] Aroma dan Sentuhan Terbaik saat Bayi Mandi
Perbesar
Perhatian kita sebagai orang tua terhadap anak, sudah seharusnya dimulai sejak usia sangat dini.
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya