Pfizer Klaim Vaksin COVID-19 Buatannya Aman untuk Anak 5-11 Tahun, Indonesia Setuju?

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 24 Sep 2021, 09:17 WIB
Diperbarui 24 Sep 2021, 09:31 WIB
Antrean Warga Depok Terima Vaksin Pfizer Dosis Pertama
Perbesar
Petugas medis menyiapkan vaksin Pfizer dosis pertama untuk warga di Kecamatan Beji, Depok,Rabu (1/9/2021). Vaksinasi akan berlangsung selama lima hari, mulai 1 September hingga 5 September 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Pfizer Inc dan BioNTech mengumumkan hasil dari uji coba fase 2 dan 3 pada 20 September 2021. Hasil menunjukkan vaksin buatan mereka aman untuk anak-anak berusia 5-11 tahun. Respons antibodi, keamanan, dan imunogenisitas pada anak-anak usia 5 sampai 11 tahun terjadi.

Lantas, apakah Indonesia menyetujui pemberian vaksin Pfizer untuk anak di bawah 12 tahun? Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, saat ini pemberian vaksin Pfizer di Indonesia baru ditujukan untuk anak di atas 12 tahun.

"Sejauh ini, Pemerintah Indonesia masih mengacu kepada Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Pfizer yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) sejak tanggal 15 Juli 2021," terang Wiku di Media Center COVId-19, Graha BNPB, Jakarta pada Kamis, 23 September 2021.

"Vaksin Pfizer layak diberikan kepada anak-anak usia 12-15 tahun dan orang di atas umur 16 tahun."

Masyarakat pun diminta menunggu informasi lebih lanjut dari Pemerintah terkait penggunaan vaksin Pfizer untuk anak di bawah 12 tahun.

"Jika terjadi perubahan kriteria penerima vaksinasi, maka pemerintah akan segera memberikan informasi secara aktual kepada publik," kata Wiku.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemberian Vaksin Pfizer Tunggu Kajian Para Ahli

Vaksinasi Massal Anak Usia 12-17 Tahun di GBK
Perbesar
Seorang anak mendapatkan vaksin covid-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Pemprov DKI menggelar vaksinasi massal bagi anak usia 12-17 tahun di Stadion GBK selama dua hari, yakni pada 3-4 Juli 2021. (merdeka.com/Imam Buhori)

Terkait vaksin Pfizer untuk anak di bawah 12 tahun, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi M.Epid menegaskan, hal tersebut menunggu kajian dari para ahli.

“Tetapi kembali lagi, Pemerintah tentunya menunggu kajian para ahli, baik itu organisasi profesi, Komite Penasihat Vaksin Nasional atau ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) dan aspek lain, seperti dari segi manfaat dan keamanan itu harus kita pertimbangkan,” kata Nadia dalam Live Instagram, Rabu (22/9/2021).

Pada fase uji klinik 2 dan 3, Chairman and Chief Executive Officer Pfizer Albert Bourla menyampaikan, selama 9 bulan terakhir, ratusan juta orang berusia 12 tahun ke atas dari seluruh dunia telah menerima vaksin Pfizer.

"Kami ingin memperluas perlindungan yang diberikan oleh vaksin kepada populasi yang lebih muda. Apalagi saat kami melacak penyebaran varian Delta dan ancaman substansial yang dampaknya juga kepada anak-anak," kata Albert melalui pernyataan resmi pada laman Pfizer.

“Sejak Juli 2021, kasus COVID-19 pada anak-anak telah meningkat sekitar 240 persen di Amerika Serikat. Ini menggarisbawahi kebutuhan kesehatan masyarakat untuk vaksinasi. Hasil uji coba ini memberikan dasar yang kuat untuk mencari otorisasi vaksin kami untuk anak-anak berusia 5-11 tahun dan kami berencana untuk menyerahkannya ke FDA dan regulator lainnya dengan segera.”

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Respons Imun Vaksin Pfizer untuk Anak 5-11 Tahun Kuat

Anak Usia 12-17 Tahun Jalani Valsinasi di RPTRA Pulo Besar
Perbesar
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada anak dalam program Vaksinasi Keliling di RPTRA Pulo Besar, Sunter Jaya, Jakarta, Selasa (12/7/2021). Kementerian Kesehatan mengalokasi 20 juta dosis vaksin Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun yang diberikan secara bertahap (merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Data yang dirangkum Pfizer dan BioNTech mengikutsertakan 2.268 peserta yang berusia 5-11 tahun. Mereka menerima dosis 10 ug dalam rejimen dua dosis.

Dalam uji coba, titer rata-rata antibodi penetralisir SARS-CoV-2 menunjukkan respons imun yang kuat pada anak-anak dalam satu bulan, setelah dosis kedua.

Selanjutnya, vaksin Pfizer ditoleransi dengan baik, dengan efek samping yang umumnya sebanding dengan yang diamati pada peserta berusia 16-25 tahun.

Pfizer dan BioNTech berencana mengirimkan data hasil uji klinik fase 2 dan 3 ini ke Food and Drug Administration (FDA), European Medicines Agency (EMA), dan regulator lainnya sesegera mungkin.

Pfizer dan BioNTech juga berencana untuk mengirimkan data dari uji coba fase 3 lengkap dipublikasikan ilmiah yang ditinjau secara peer-reviewed.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Vaksin Merah Putih Karya Anak Bangsa Covid-19

Infografis Vaksin Merah Putih Karya Anak Bangsa Covid-19
Perbesar
Infografis Vaksin Merah Putih Karya Anak Bangsa Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya