Menko Luhut: Positivity Rate Indonesia di Bawah 2 Persen, Jangan Euforia

Oleh Benedikta Desideria pada 20 Sep 2021, 19:14 WIB
Diperbarui 20 Sep 2021, 19:14 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan Konferensi Pers Perkembangan PPKM pada Senin (20/9/2021).
Perbesar
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan Konferensi Pers Perkembangan PPKM pada Senin (20/9/2021).

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan positivity rate COVID-19 Indonesia di bawah dua persen.

"Saat ini angka positivity rate Indonesia berada di bawah dua persen," kata Luhut dalam konferensi pers pada Senin (20/9/2021).

Persentase positivity rate saat ini sudah di bawah standar WHO yakni di bawah 5 persen."Dalam pelaksanan PPKM, jumlah kasus sudah turun signifikan tetpai jumlah testing terus mengalami peningkatan sehingga positivity rate mampu turun di bawah standar WHO sebesar 5 persen," lanjut Luhut.

Dengan capaian ini berarti jadi indikasi pengendalian COVID-19 di Indonesia sudah berjalan baik dan sesuai acuan WHO.

Di kesempatan ini, Luhut juga menyampaikan kabar baik bahwa hasil penelitian yang dilakukan epidemiolog dari Universitas Indonesia menunjukkan angka reproduksi kasus yang rendah.

"Angka reproduksi kasus di Indonesia untuk pertama kalinya selama pandemi berawa di bawah 1, yakni sebesar 0,98 (persen)," kata Luhut.

"Angka ini berarti sestiap satu kasus COVID-19 rata-rata menularkan ke 0,9 orang," terang Luhut.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasus COVID-19 Membaik, Jangan Euforia

Meski sudah ada perbaikan dalam kasus COVID-19 di Indonesia, Luhut meminta masyarakat tidak lengah. Harus tetap superwaspada terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

"Jangan euforia terhadap kondisi ini karena masih banyak ketidaktahuan kita mengenai varian Delta varian atau sebangsanya," tegas Luhut.

Apalagi banyak kasus di negara tetangga yang mengalami kenaikan COVID-19 setelah mengami perbaikan.

Ia yakin dengan masyarakat terus menegakkan protokol kesehatan dengan menjalankan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), lalu pemerintah melakukan 3T (tracing, testing, treatment) diikuti dengan menggunakan PeduliLindungi dan vaksinasi COVID-19, kondisi Indonesia akan membaik.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19.

Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya