Dokter Reisa: Studi Ungkap Vaksinasi Mampu Tekan Angka Kematian Akibat COVID-19

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 05 Agu 2021, 12:07 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 12:07 WIB
FOTO: Klinik Vaksinasi COVID-19 Massal Darurat di Surabaya
Perbesar
Seorang dokter bersiap untuk memberikan vaksin virus corona COVID-19 Sinovac di klinik vaksinasi massal darurat di lapangan sepak bola di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/7/2021). Indonesia tengah memerangi gelombang infeksi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. (JUNI KRISWANTO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro menyebut, vaksinasi COVID-19 mampu menekan angka kematian akibat COVID-19. Fakta sains membuktikan vaksin efektif melindungi dari kesakitan berat, perawatan rumah sakit, bahkan kematian.

Hasil penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine tanggal 7 Juli 2021, vaksin Sinovac efektif mencegah COVID-19, termasuk penyakit parah dan kematian. Penelitian ini dilakukan dari 2 Februari-1 Mei 2021 menyasar sekitar 10,2 juta orang.

Bahwa vaksinasi COVID-19 punya efektivitas yang tinggi untuk pencegahan rawat inap untuk pencegahan masuk Unit Gawat Darurat (UGD) dan kematian terkait COVID-19. Ada juga temuan Canadian Immunization Research Network (CIRN), satu dosis vaksin Astrazeneca dapat memberikan perlindungan substansial terhadap semua jenis varian Sars-COV-2.

"Terlebih lagi yang jadi perhatian utama, yaitu varian Beta, Gamma, Delta, dan Kent. Semua adalah varian virus penyebab COVID-19. Peneliti menyimpulkan, 2 dosis lengkap akan memberikan perlindungan yang lebih tinggi," papar dokter Reisa saat konferensi pers PPKM, Rabu (4/8/2021).

"Ingat hasil penelitian tadi? Vaksinasi menekan angka kematian karena COVID-19. Artinya, vaksinasi menyelamatkan nyawa."

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Vaksinasi COVID-19 dalam Waktu Secepat Mungkin

FOTO: WNA Ikut Jalani Vaksinasi COVID-19 Massal di Bali
Perbesar
Seorang warga negara asing (WNA) menerima vaksin virus corona COVID-19 AstraZeneca di klinik vaksinasi massal darurat di Denpasar, Bali, Selasa (6/7/2021). Indonesia tengah memerangi gelombang infeksi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. (SONNY TUMBELAKA

Reisa Broto Asmoro kembali menekankan, prinsip program vaksinasi COVID-19, yaitu melindungi orang Indonesia sebanyak-banyaknya dalam waktu secepat mungkin.

"Sebanyak-banyaknya adalah kata kuncinya," lanjutnya melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

Pemerintah telah menyiapkan sistem dan tenaga kesehatan dalam mempercepat laju vaksinasi COVID-19. Pasokan vaksin COVID-19 juga terus diupayakan.

"Peran Pemerintah menyiapkan suplai vaksin. Sekarang sudah berjumlah hampir 180 juta dosis. Sedangkan, peran masyarakat tentunya dengan semangat menyiapkan diri divaksin," ucap Reisa.

"Kalau sudah (divaksin)? Ajak dan daftarkan, antarkan, dan temani orang tua, keluarga, tetangga, dan kenalan kita."

Data hingga Selasa, 3 Agustus 2021, Indonesia sudah mengamankan 179,4 juta dosis vaksin COVID-19. Jumlah tersebut, yakni total kedatangan vaksin sebanyak 179.477.880 dosis dan vaksin jadi 152.077.600 dosis.

Untuk vaksin COVID-19 bentuk jadi, sudah terdistribusi sebanyak 85 juta dosis (data 29 Juli 2021). Distribusi ini dilakukan PT Bio Farma. (Selengkapnya: Per 3 Agustus 2021, Indonesia Amankan 179,4 Juta Dosis Vaksin COVID-19)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Cara Mudah Pahami Penyebaran Corona Covid-19

Infografis Cara Mudah Pahami Penyebaran Corona Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Cara Mudah Pahami Penyebaran Corona Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya