Nakes Lelah Fisik dan Mental Tangani COVID-19, Vaksinasi Booster Jadi Penguat

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 04 Agu 2021, 13:42 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 18:19 WIB
FOTO: Perjuangan Paramedis Merawat Pasien COVID-19 di RSUD Kota Bogor
Perbesar
Paramedis saat merawat pasien COVID-19 di Ruang ICU RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/6/2021). Kepedulian paramedis terhadap pasien tetap mereka lakukan walau jumlah pasien COVID-19 terus bertambah. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah menyebut bahwa vaksinasi booster adalah penguat diri bagi tenaga kesehatan yang mulai kelelahan, baik fisik maupun mental, menangani pasien COVID-19.

Penyuntikan vaksin Moderna sebagai booster memberikan daya kekebalan bagi nakes saat merawat pasien dengan virus Corona maupun perlindungan terhadap varian Delta yang cepat menular.

"Untuk vaksinasi booster tentu dibutuhkan sebagai tambahan penguat diri. Karena sejatinya, dalam kondisi saat ini, dengan banyaknya orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, baik tanpa gejala maupun dengan gejala, memberikan risiko bagi tenaga kesehatan," kata Harif melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Rabu (4/8/2021).

Selain itu, para tenaga kesehatan bekerja menangani pasien COVID-19 yang jumlahnya banyak. Apalagi ketika kasus COVID-19 sedang tinggi dan pasien yang masuk ke rumah sakit membludak.

"Beban juga semakin tinggi. Maka, perlu penguatan daya tahan, salah satunya dengan vaksin (vaksinasi booster)," Harif menegaskan.

Harif Fadhillah juga mengatakan bahwa cakupan vaksinasi COVID-19 tenaga kesehatan dosis pertama dan kedua mencapai target. Ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk melindungi diri tinggi.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pasien COVID-19 Banyak, Daya Tahan Tubuh Nakes Berkurang

FOTO: Perjuangan Paramedis Merawat Pasien COVID-19 di RSUD Kota Bogor
Perbesar
Paramedis merawat pasien COVID-19 di Ruang ICU RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/6/2021). Kepedulian paramedis terhadap pasien tetap mereka lakukan walau jumlah pasien COVID-19 terus bertambah. (merdeka.com/Arie Basuki)

Terkait COVID-19, menurut Harif Fadhillah, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu virus, lingkungan, dan daya tahan tubuh. Saat ini, varian virus Corona yang semakin cepat menular, terutama varian Delta yang hampir merata menyebar di Indonesia.

Selain itu, meningkatnya jumlah kematian tenaga kesehatan menambah kekhawatiran. Apalagi para nakes di antaranya juga menangani rekan sendiri yang terinfeksi COVID-19 dan akhirnya wafat.

"Ini tantangan tersendiri," tambah Harif.

Dari sisi lingkungan pun makin banyak yang terpapar COVID-19. Ini berujung terhadap daya tahan tubuh tenaga kesehatan, yang bisa berkurang.

"Karena tenaga kesehatan kelelahan menangani pasien yang meningkat. Kelelahan secara fisik maupun mental," lanjut Harif.

"Jadi, peningkatan antibodi perlu dilakukan (seperti vaksinasi booster)."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Hati-Hati 5 Tanda Daya Tahan Tubuh Menurun Saat Pandemi Covid-19

Infografis Hati-Hati 5 Tanda Daya Tahan Tubuh Menurun Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Hati-Hati 5 Tanda Daya Tahan Tubuh Menurun Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya