Satgas Tegaskan Tak Ada Bukti Hewan Terinfeksi COVID-19 Menular ke Manusia

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 04 Agu 2021, 09:22 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 09:29 WIB
Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan peneliti di dunia termasuk Indonesia terus meneliti mutasi dan varian baru Corona yang muncul di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/3/2021). (Tim Media Komunikasi KPC-PEN/Medcom Damar)

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menegaskan bahwa tidak ada bukti hewan yang terinfeksi COVID-19 dapat menularkan virus Corona atau SARS-CoV-2 ke manusia. 

Memang dari sejumlah bukti yang dilaporkan beberapa negara memerlihatkan adanya infeksi COVID-19 pada hewan. Berdasarkan laporan yang masuk ke Office of International des Epizooties (OIE), tercatat ada 500 kasus COVID-19 terjadi pada 10 spesies di 30 negara.

Namun, Juru Bicara Satuan Penanganan COVID-19 di Indonesia, Wiku Adisasmito, menerangkan, dari laporan globar disebut kasus penularan virus Corona dari hewan ke manusia tidak ada bukti sampai saat ini.

 

"Penting untuk diketahui, sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan hewan yang terinfeksi COVID-19 dapat menularkan virus ke manusia," kata Wiku di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Masyarakat yang memelihara hewan kesayangannya diimbau tidak perlu takut dan panik. Tetap selalu merawat dan memenuhi kesejahteraan hewan peliharaan.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Batasan Kontak Fisik dengan Hewan Peliharaan

Jenis Anjing Kecil Lucu
Perbesar
Anjing Kecil Lucu / Sumber: Pixabay

Sebagai upaya keamanan, para pemilik hewan yang dinyatakan positif COVID-19 diminta tidak melakukan kontak dengan hewan peliharaannya. Kurangi juga kontak fisik hewan peliharaan dengan orang yang belum mendapatkan vaksin COVID-19.

"Selain itu, hindari kontak dengan hewan penularan yang terinfeksi COVID-19. Lalu membawa hewan peliharaan ke dokter hewan apabila menunjukkan gejala COVID-19," saran Wiku Adisasmito.

Kecemasan penularan COVID-19 dari hewan menyeruak setelah kabar adanya dua harimau Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Jakarta, Tino dan Hari terpapar COVID-19.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengungkapkan, awalnya harimau Sumatera Tino yang pertama kali mengalami gejala COVID-19 pada 9 Juli 2021. Dua hari kemudian, harimau Hari mengalami gejala COVID-19.

Menyikapi hal itu, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta melakukan tes swab.

"Pada tanggal 14 Juli, kami lakukan pengambilan sampel dengan di-swab kemudian dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, IPB Bogor. Lalu, hasilnya keluar tanggal 15 Juli yang menyatakan bahwa kedua satwa tersebut terpapar COVID-19," kata Suzi.

Kini, kedua harimau sudah berangsur pulih dan tidak lagi menunjukkan gejala klinis sakit. Berdasarkan pengamatan pengelola, keduanya kembali lincah dan nafsu makan pulih.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penularan COVID-19 Lebih Banyak di Peternakan Bulu

Ilustrasi Anjing Rakun
Perbesar
Ilustrasi Anjing Rakun (Source: Wikipedia)

Berdasarkan data OIE yang diperbarui pada Mei 2021, informasi tentang penularan SARS-CoV-2 antar hewan berkembang, terutama di lingkungan peternakan dan kebun binatang.

Berbagai studi infeksi eksperimental, seperti virus pernapasan lainnya, SARS-CoV-2 ditularkan ke hewan dan antar hewan melalui kontak langsung, misalnya, tetesan/air liur. Faktor lain juga dipengaruhi aerosol yang dapat bertahan di lingkungan tertutup untuk beberapa waktu.

SARS-CoV-2 pun telah ditemukan dalam sekresi dari saluran pernapasan dan feses hewan. Hewan yang terinfeksi COVID-19 menunjukkan adanya virus Sars-CoV-2 pada saluran pernapasan.

Dalam beberapa kasus, lesi di trakea dan paru-paru terkait dengan dispnea (sesak napas) dan batuk. Ada laporan tentang hewan pendamping dan hewan liar penangkaran yang terinfeksi SARS-CoV-2.

Hingga saat ini, SARS-CoV-2 diketahui telah memengaruhi peternakan bulu (mink farms) di banyak negara, dengan beragam derajat morbiditas dan mortalitas. 

Peternakan bulu atau rambut hewan adalah praktik memelihara hewan spesies tertentu dengan tujuan dimanfaatkan rambutnya sebagai bahan-bahan industri. Beberapa spesies hewan yang paling sering, yaitu cerpelai, chinchilla, kelinci, rubah, dan koyote.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jenis Hewan yang Terinfeksi COVID-19

Macan Tutul Salju di Jerman
Perbesar
Seekor bayi macan tutul salju berjalan di dalam kandang mereka di kebun binatang Wilhelma di Stuttgart, Jerman selatan, Selasa (13/8/2019). Dua bayi macan tutul salju dilahirkan di kebun binatang pada 29 April 2019. (Photo by Marijan Murat / DPA / AFP)

Data OIE yang diperbarui pada Mei 2021 juga mendata jenis hewan yang terinfeksi COVID-19. Penularan yang terjadi juga terjadi antar hewan.

Berikut ini jenis hewan yang dimaksud:

Hewan Peternakan

  • Peternakan bulu Amerika
  • Ferret
  • Anjing rakun
  • Kelinci (kelinci putih Selandia Baru)
  • Babi (persilangan Amerika Yorkshire dan skrofa)
  • Lembu
  • Unggas (ayam, bebek, kalkun)

Hewan Peliharaan

  • Kucing
  • Hamster Suriah
  • Anjing

Satwa Liar

  • Kucing besar (harimau, singa,macan tutul salju, puma)
  • Kelelawar buah Mesir
  • Gorila
  • Rusa ekor putih
  • Marmoset
  • Kera
  • Berang-berang Asia
  • Hewan pengerat (tikus)
  • Rusa tikus Amerika Utara
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Selalu Waspada Penularan Covid-19 Melalui Droplet

Infografis Selalu Waspada Penularan Covid-19 Melalui Droplet. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Selalu Waspada Penularan Covid-19 Melalui Droplet. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya