Perpanjang PPKM Level 4, Epidemiolog: Indikator Penerapan Harus Jelas

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 03 Agu 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 13:00 WIB
Kesunyian Hinggapi Kawasan Little Tokyo Blok M
Perbesar
Pengendara motor melintas di depan pertokoan yang tutup di kawasan little Tokyo, Blok M, Jakarta, Rabu (21/7/2021). Pemerintah resmi menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hingga 25 Juli mendatang untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. (Liputan6.comn/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 sampai 9 Agustus 2021, menurut epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono, indikator penerapan harus jelas.

"Dalam memutuskan memperpanjang PPKM Level 4, memang harus ada indikator yang jelas. Agar yang menjadi tujuan penerapan PPKM tersebut juga dapat dicapai," tegas Tri Yunis Miko melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com pada Selasa, 3 Agustus 2021.

"Untuk memutuskan dilanjutkan atau tidak PPKM Level 4, tergantung indikator yang ingin digunakan."

Tri Yunis Miko mencontohkan, apakah PPKM Level 4 diberlakukan hingga kasus penularan COVID-19 sepenuhnya ditekan sekecil mungkin. Atau menggunakan indikator keterisian tempat tidur COVID-19 (Bed Occupancy Rate/BOR) mencapai titik aman, yakni 60 persen.

"Hingga saat ini, BOR masih sekitar 80 persen, yang masih amat beresiko. Begitu juga dari positivity rate dan kematian masih beresiko," lanjutnya.

"Sekali lagi, indikator itu yang menentukan, apakah berisiko apa tidak."

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dilema Kondisi COVID-19

FOTO: Mal Tutup Sementara Selama Masa PPKM Level 4
Perbesar
Suasana Teras Kota Mall, BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (22/7/2021). Tempat yang tidak ditutup di antaranya restoran, supermarket, pasar swalayan, dan apotek/toko obat/optik serta kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Perihal perpanjangan PPKM Level 4, Tri Yunis Miko Wahyono mengakui, pertimbangan lain yang dihadapi adalah persoalan ekonomi. Banyak toko yang tutup, perusahaan yang merumahkan karyawannya.

"Itu dilema, kondisi COVID-19-nya belum aman, perekonomiannya juga jadi tidak aman," tambahnya.

Di sisi lain, dalam menangani pandemi COVID-19, Menteri Koordinator Bidang Kemaritman dan Investasi RI Luhut B. Pandjaitan mengatakan, perlu bantuan semua pihak terutama keikutsertaan publik.

“Hari ini, kami masih memiliki masalah di sektor hulu, yang mana soal kedisiplinan masyarakat yang masih sangat kuran, walaupun kedisiplinan ini adalah kunci dari penanganan pandemi COVID-19 varian Delta,” katanya serius saat Konferensi Pers Virtual Evaluasi dan Penerapan PPKM, Senin (2/8/2021) malam.

"Oleh karena itu, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk berperan penuh dalam terus menjaga protokol kesehatan."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Kunci Utama Putus Rantai Covid-19

Infografis Kunci Utama Putus Rantai Covid-19
Perbesar
Infografis Kunci Utama Putus Rantai Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya