Sembelit, Diare dan Wasir Muncul Usai Melahirkan, Apa Bisa Sembuh?

Oleh Fitri Syarifah pada 03 Agu 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 19:00 WIB
ilustrasi ibu melahirkan bayi
Perbesar
Ilustrasi ibu melahirkan alami masalah penceranaan Credit: pexels.com/Lisa

Liputan6.com, Jakarta Saat hamil, Anda mungkin sudah tahu tentang kaki bengkak dan punggung pegal. Namun, tak banyak yang membahas masalah pencernaan usai melahirkan, seperti sembelit, diare, dan wasir yang bisa berlangsung lama.

Permasalahan pencernaan usai melahirkan diceritakan seorang ibu bernama Caroline Chirichella. Ia mengalami ketiga hal tersebut selama berbulan-bulan pasca-melahirkan.

Ia tahu makanan bukanlah penyebabnya, sebab ia yakin selalu mengonsumsi makanan berserat tinggi seperti biji-bijian dan sayuran.

Ketiga masalah pencernaan itupun kemudian ia rasakan seiring waktu mulai menghilang, berkat kombinasi pelunak feses, suplemen serat, krim wasir, dan banyak berendam di bak mandi.

"Tetapi saya berharap seseorang lebih terbuka tentang fakta bahwa gangguan pencernaan dapat bertahan begitu lama, dan itu dapat terjadi pada wanita yang melahirkan," katanya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mengapa BAB Jadi Sulit Usai Melahirkan?

Perubahan buang air besar sangat umum terjadi setelah melahirkan.

"Ada beberapa alasan mengapa wanita mengalami perubahan buang air besar setelah melahirkan. Dalam waktu dekat tentu saja ada rasa sakit dan nyeri, yang membatasi kemampuan untuk menahan," kata ahli gastroenterologi dan asisten profesor kedokteran di NYU Langone Health, Rita Knotts, MD.

Dr. Knotts mengatakan, obat-obatan tertentu yang dimaksudkan untuk mengurangi rasa sakit pascapersalinan dapat memperburuk cedera. "Obat nyeri juga sering digunakan selama dan setelah melahirkan, yang dapat membuat usus Anda lebih lambat, mengakibatkan sembelit," jelasnya.

Perlu diingat juga bahwa otot-otot dasar panggul Anda baru saja meremas untuk mengeluarkan manusia dan tentu tubuh membutuhkan banyak waktu untuk pulih.

"Pergerakan usus Anda sangat bergantung pada integritas dasar panggul Anda, yang baru saja melewati sesuatu yang besar," katanya.

Selain itu, hormon turut berperan. "Tingkat progesteron lebih tinggi selama kehamilan, yang membantu menjaga kehamilan tetapi juga memperlambat seluruh saluran pencernaan Anda. Ini juga menyebabkan perubahan dasar panggul," kata Dr. Knotts.

Perubahan dasar panggul tersebut sering mengakibatkan sembelit, yang nantinya menyebabkan wasir selama dan setelah kelahiran, Gabrielle Sandler, MD, ob-gyn dan asisten profesor klinis kebidanan dan ginekologi di NYU Langone Health. Wasir juga bisa menjadi efek samping dari diare, yang dapat menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan pada anus.

Berapa banyak wanita yang mengalaminya dan mengapa tidak ada yang membahasnya?

Menurut Dr. Sandler, FI (inkontinensia feses, atau ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar) mempengaruhi sekitar 7% dari semua wanita setelah melahirkan, dengan 50% wanita mengalami sembelit segera setelah melahirkan dan 24% terus mengalaminya pada 3 bulan pascapersalinan.

Maka idealnya, obgyn memang harus memperingatkan Anda tentang masalah ini. "Sementara beberapa wanita (termasuk saya sendiri) mungkin malu untuk membahasnya, namun membahasnya tetap penting," kata Caroline.

Kabar baiknya, Dr. Knotts mengatakan perubahan usus ini cenderung hilang dengan cukup cepat. "Sebagian besar waktu, gejalanya tidak kronis. Sebagian besar sembuh setelah beberapa minggu saat tubuh Anda pulih dari melahirkan."

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bagaimana dokter mengobati masalah usus pasca-melahirkan?

Wasir

Dr. Knotts menyarankan untuk mengobati wasir dengan meningkatkan asupan serat dan air, serta menggunakan pelunak tinja (seperti Colace atau Senna). Krim dan supositoria hidrokortison, serta mandi sitz, dapat mengurangi pembengkakan, ketidaknyamanan, dan gatal-gatal.

Sembelit

Rekomendasi umum untuk pencegahan sembelit pascapersalinan termasuk makan makanan berserat tinggi dan minum banyak air, kata Dr. Sandler.

Beberapa perawatan tambahan yang dapat membantu termasuk suplemen serat, pelunak feses, dan/atau pencahar (seperti Miralax). Namun, pelunak feses dan pencahar tidak boleh dikonsumsi dalam waktu lama, sebab apat menyebabkan ketergantungan dan penurunan fungsi usus. Ikuti petunjuk pada kemasan untuk mengetahui berapa lama penggunaan.

Inkontinensia feses dan diare

Atasi masalah ini dengan suplemen serat / agen bulking, seperti psyllium, dan agen anti-diare, seperti loperamide, kata Dr. Sandler. Memulai terapi fisik panggul 4-6 minggu setelah melahirkan (dan berlanjut selama setidaknya lima bulan) juga terbukti efektif, tambah Dr. Sandler.

Sebelum Anda pergi ke toko untuk membeli perawatan yang dijual bebas, Anda harus berbicara dengan dokter Anda tentang apa yang paling cocok untuk Anda. Dokter Anda mungkin menunjukkan beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu, sebab penurunan aktivitas fisik setelah melahirkan dapat berkontribusi pada masalah sistem pencernaan, kata Dr. Knotts.

Karena itu, penting untuk berkonsultasi dulu terkait masalah ini, kata Dr. Sandler.

"Ya, ini masalah yang Anda dan dokter Anda harus diskusikan sebelum kelahiran, mengingat betapa lazimnya itu. Jika dokter tidak membicarakan hal ini, Anda harus berinisiatif untuk mulai membahas ini."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19

Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya