Tak Hanya Soal Fisik, Ketangguhan Mental Greysia / Apriyani Patut Diapresiasi

Oleh Liputan6.com pada 02 Agu 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 19:00 WIB
Foto: Singkirkan Ganda Korea Selatan, Greysia Polii/ Apriyani Rahayu Ukir Sejarah Lolos ke Final Olimpiade Tokyo 2020
Perbesar
Di babak final ganda putri Olimpiade Tokyo yang akan berlangsung Senin (2/8/2021), Greysia/Apriyani akan menghadapi pemenang antara unggulan kedua Chen Qingchen/Jia Yifan melawan Kim So Yeong/Kong Hee Yong asal Korea Selatan. (Foto: AP/Markus Schreiber)

Liputan6.com, Jakarta Ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil merebut medali emas dalam cabang olahraga badminton pada Olimpiade Tokyo 2020, Senin (2/8/2021). Pertandingan tersebut dimenangkan atas pasangan China Cheng Qingchen/Jia Yi Fan di final ganda putri.

Tak hanya kesiapan fisik, kesiapan mental menjadi salah satu hal yang harus dimiliki oleh pasangan pebulu tangkis Greysia / Apriyani.  

“Kondisi fisik maupun mental itu sangat penting dalam performance seorang atlet. Kita tidak bisa mengesampingkan satu di antara yang lain. Jadi tentunya istilah mental juara itu tidak main-main,” ucap dokter spesialis kedokteran olahraga Sophia Hage, kepada Liputan6.com pada Senin (2/8/2021).

Sophia menambahkan, mental juara diartikan dengan bagaimana seseorang yang diharapkan untuk menyumbang prestasi tersebut bisa tampil dengan kapasitas maksimal tanpa runtuh ketika adanya tekanan dari luar.

Menjadi pencetak sejarah baru mengharuskan seorang atlet memiliki ketangguhan mental yang cukup kuat. Mengingat banyaknya faktor eksternal yang berpotensi terhadap performance para atlet ketika bertanding.

 “Ketangguhan mental penting untuk ditanamkan. Sehingga ketika apa pun yang terjadi di lapangan, jika ada hal-hal yang tidak dapat diduga atau dikontrol. Hal-hal tersebut tidak menyebabkan performance-nya turun,” jelas Sophia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bimbingan Psikologis

Menumbuhkan mental juara pada diri seorang atlet juga merupakan salah satu usaha yang perlu untuk dilakukan. Sehingga, bimbingan psikologis sebelum bertanding lewat program khusus memegang peranan yang cukup penting.

“Kita cukup beruntung karena pelatih dan tim management atlet itu cukup memahami pentingnya atau perlunya tim atlet ini diberikan bimbingan psikologis sebelum bertanding. Selama ini kan kita berpikir yang penting latihan, yang konotasinya latihan fisik. Tapi kita juga harus latihan mental dengan psikolog olahraga, itu menjadi sangat penting perannya,” jelas Sophia.

 

Penulis: Diviya Agatha

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis

Infografis Greysia Polii / Apriyani Rahayu Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Greysia Polii / Apriyani Rahayu Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak juga video berikut

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya