Mencintai Diri Sendiri, Solusi Jaga Kesehatan Mental Remaja Selama Pandemi COVID-19

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 31 Jul 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 31 Jul 2021, 08:00 WIB
Ilustrasi mencintai diri sendiri.
Perbesar
Ilustrasi mencintai diri sendiri. (Foto: Ade Nasihudin/Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta - Survei UNICEF pada 2020 menunjukkan bahwa pembatasan aktivitas selama COVID-19 mengakibatkan penyesuaian perubahan secara mendadak yang berisiko mengganggu kesehatan mental remaja.

Terkait survei ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyampaikan tanggapannya. Menurut KemenPPPA, salah satu solusi untuk menjaga kesehatan mental di masa pandemi COVID-19 dengan cara mencintai diri sendiri.

“Dengan mencintai diri sendiri, anak atau remaja dapat menjaga kesehatan mental, memperkuat imun tubuh, hingga tumbuh menjadi pribadi yang tangguh,” ujar Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Budi Mardaya dalam keterangan pers dikutip Jumat 30 Juli 2021.

Ketika anak-anak dapat mencintai diri sendiri, mereka dapat menerima segala kelebihan tanpa merasa tinggi hati, tetapi juga berlapang dada untuk merangkul semua kekurangan diri tanpa ditutupi, tambahnya.

“Mencintai diri kita sendiri haruslah sepenuh hati dan tanpa syarat. Mencintai diri sendiri berarti percaya pada kemampuan diri sendiri, bersikap baik pada diri sendiri, dan dapat memaafkan diri sendiri saat kita melakukan hal buruk pada diri kita," lanjut Budi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Untuk Hidup Lebih Bahagia

Menurut Budi, mencintai diri sendiri sangat penting agar kita dapat hidup lebih bahagia dan dapat memperkuat imun tubuh.

“Sehingga kita bisa lebih sehat dalam setiap aspek kehidupan. Ketika kita sudah mencintai diri sendiri, berarti kita juga telah mengurangi risiko isu kesehatan mental.”

Mencintai diri sendiri juga perlu ditanamkan sejak dini. Dengan mencintai diri sendiri sejak dini, anak-anak juga dapat tumbuh menjadi pribadi yang mampu berdaya saing, karena memahami apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan diri, tambah Budi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perjalanan dan Perjuangan

Dalam keterangan yang sama, Youth Influencer, Mima Shafa mengatakan bahwa mencintai diri sendiri merupakan sebuah perjalanan, perjuangan, dan proses dalam menerima diri sendiri.

“Sebuah hal yang wajar ketika kita pernah merasa ragu dengan diri sendiri, merasa gagal, hingga cemas. Dalam hidup ini kita memang mengalami masa senang dan susah,” katanya.

Hal tersebut merupakan suatu perjalanan dan perjuangan bagi setiap orang untuk mencintai diri sendiri, pungkas Mima.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi COVID-19

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya