Varian Delta Plus Masuk Indonesia, Vaksin COVID-19 yang Ada Masih Efektif Lawan Virus?

Oleh Fitri Syarifah pada 30 Jul 2021, 12:02 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 12:02 WIB
Ilustrasi Vaksin Virus Corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)
Perbesar
Ilustrasi Vaksin Virus Corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan varian Delta Plus dengan kode B.1.617.2 (AY1) sudah terdeteksi di Indonesia. Lantas, apakah vaksin COVID-19 yang ada saat ini masih efektif hadapi varian COVID-19 yang baru?

Salah seorang peneliti vaksin Astrazeneca asal Indonesia yang kini sedang menempuh pendidikan di Jenner Institute, Nuffield Department of Clinical Medicine, University of Oxford, Indra Rudiansyah mengatakan, beberapa jurnal ilmiah melakukan studi yang dilakukan di laboratorium menyatakan bahwa semua vaksin yang berlisensi masih tetap efektif melawan beberapa varian yang ada.

"Meski ada sedikit penurunan (efektivitas) karena kemampuan netralisasi virus, namun semua vaksin masih efektif," katanya dalam diskusi media daring dengan tema “Fakta Seputar Vaksin dan Upaya Menuju Kekebalan Komunal", Kamis (29/7/2021).

 

Simak Video Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berkurangnya efektivitas vaksin setelah 6 minggu

Terkait berkurangnya efektivitas vaksin setelah 6 minggu sejak vaksinasi lengkap, Indra hal tersebut merupakan mekanisme yang normal.

"Setelah antibodi terbentuk dan tidak terpapar virus COVID-19, maka antibodi akan turun tapi tetap di-maintain oleh tubuh. Antibodi adalah protein yang mempunyai paruh waktu dan akan didegradasi oleh tubuh saat waktu tertentu, tapi nanti akan diproduksi lagi oleh tubuh," jelasnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penanganan sama

Mencegah terpapae varian Delta Plus caranya juga sama dengan varian lain. Dengan tetap jalankan protokol kesehatan. Lalu, penting untuk melakukan vaksinasi. 

"Sekarang ada varian Delta Plus tapi secara garis besar sama saja dengan varian Delta biasa. Perbedaannya hanya mutasi atau bentuknya saja. Untuk mencegahnya, tetap melakukan protokol kesehatan. Mau apapun jenis variannya, yang paling penting itu adalah vaksin dahulu," ujar alumni Beswan Djarum sebagai penerima program Djarum Beasiswa Plus angkatan 2011/2012 dari Bakti Pendidikan Djarum Foundation tersebut pada wartawan.

"COVID-19 itu cepat bermutasi, jadi peneliti harus update dengan data science. Kalau muncul varian akan semakin banyak yang terinfeksi. Maka itu harus vaksinasi secepat mungkin," pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Covid-19 Delta Plus Merebak

Infografis Covid-19 Delta Plus Merebak
Perbesar
Infografis Covid-19 Delta Plus Merebak (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya