53 Dokter Gugur dalam Kurun 2 Minggu Akibat COVID-19

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 28 Jul 2021, 15:43 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 15:43 WIB
Lahan Baru Pemakaman COVID-19 di Tangerang Selatan
Perbesar
Anak-anak berada di lahan baru Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus COVID-19, Jombang, Tangerang Selatan, Banten,Senin (26/7/2021). Pembukaan lahan baru TPU khusus COVID-19 dikarenakan tingginya angka kematian COVID-19 di wilayah tersebut. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 598 dokter meninggal dunia akibat COVID-19, setelah adanya penambahan 53 orang dokter yang gugur karena tertular virus Corona dalam dua minggu terakhir.

"Sampai 27 Juli 2021 jumlah kematian dokter yang terkonfirmasi COVID-19 berjumlah 598 orang, dan dikhawatirkan bulan ini akan tembus 600," kata Ketua Pelaksana Harian Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr Mahesa Paranadipa dalam konferensi pers virtual pada Rabu, 28 Juli 2021.

Sebelumnya, pada 18 Juli 2021, Tim Mitigasi IDI melaporkan jumlah dokter yang meninggal akibat COVID-19 sebanyak 545 orang. Dengan kata lain, angka kematian dokter akibat COVID-19 dalam dua minggu terakhir bertambah 53 orang.

Mahesa menambahkan, 598 dokter yang meninggal karena COVID-19 tersebut terdiri dari:

-Dokter Umum: 319 dokter (5 guru besar).

-Spesialis: 270 dokter (29 guru besar).

-Residen: 9 dokter.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Pedoman Isolasi Mandiri Pasien Tanpa Gejala COVID-19

Infografis Pedoman Isolasi Mandiri Pasien Tanpa Gejala Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pedoman Isolasi Mandiri Pasien Tanpa Gejala Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya