3 Usulan Ahli agar PPKM Level 4 Lanjutan Beri Dampak Optimal

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 28 Jul 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 17:42 WIB
Pemeriksaan STRP Penumpang KRL di Stasiun Bekasi
Perbesar
Calon penumpang KRL menunjukkan surat saat pemeriksaan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021). KAI Commuter mewajibkan calon penumpang KRL menunjukkan STRP sebagai syarat perjalanan selama masa PPKM Darura. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi pada Minggu, 25 Juli 2021, memutuskan melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021 dengan beberapa penyesuaian.

Menanggapi keputusan tersebut, Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, memberikan tiga usulan agar PPKM lanjutan ini dapat memberi hasil optimal pada perbaikan situasi epidemiologik, yakni:

Pertama, sesuai arahan presiden untuk meningkatkan tes dan telusur, ada tiga poin yang patut jadi perhatian:

- Target nasional tentang tes 400 ribu orang per hari dan satu kasus ditelusur 15 orang harus segera dipenuhi.

“Dalam 22 hari PPKM selama ini maka hanya ada 2 hari yang tesnya lebih dari 200 ribu, yang lain semua masih angka 100 ribuan,” kata Tjandra dalam keterangan yang diterima Health Liputan6.com pada Selasa, 27 Juli 2021.

- Harus ada data tes dan telusur per kabupaten/kota. Menurut Tjandra Yoga, kalau hanya angka nasional, bisa-bisa karena ada daerah yang tinggi sekali dan mungkin ada yang rendah sekali.

- Menemukan mereka yang positif pada tes dan telusur punya manfaat ganda, yaitu mengisolasi/karantina mereka sehingga memutus rantai penularan COVID-19 dan agar mereka segera mendapat penanganan kesehatan yang baik.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tentang Pasar dan Sektor Informal

Usulan kedua adalah tentang pasar dan sektor informal lain yang dapat beroperasi. Ada 3 poin usulan yang meliputi:

-Pasar dan sektor informal lain dapat jadi sasaran utama kegiatan tes dan telusur yang memang akan digiatkan.

-Pekerja sektor informal perlu terus diinformasikan bahwa kalau ada gejala dan kecurigaan tertular maka segera menghubungi petugas kesehatan untuk melakukan tes.

-Kalau ternyata kemudian ada yang positif maka tentu konsep telusur masif pada pedagang dan konsumennya (yang tentu sudah pulang ke rumah) harus dilakukan secara amat rinci.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tindak Lanjut Arahan Presiden

Usulan ketiga yakni melakukan semacam bentuk tindak lanjut dari arahan presiden yang menyampaikan tentang varian Delta dan juga kemungkinan varian lain yang akan ada.

“Untuk ini, hal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan pemeriksaan “Whole Genome Sequencing (WGS)” secara jauh lebih besar lagi agar kita dapat mengidentifikasi varian-varian seperti yang disampaikan Presiden.” 

Data per 18 Juli 2021 dari GISAID yang mengumpulkan semua sekuensing virus COVID-19 di dunia menyebutkan bahwa sekuens yang dikirim dari Indonesia adalah sebanyak 3.206 genom. Sementara, Filipina sudah mengirimkan 5.305 genom, Singapura sejumlah 3.481 genom, dan India bahkan sudah memeriksa dan mengirimkan 35.868 genom.

“Tentu kita tidak perlu membandingkannya dengan Amerika Serikat yang sudah mengirimkan 634.825 genom, atau Inggris yang dengan 565.277 genom,” pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Aturan Pembatasan PPKM Darurat Jawa Bali

Infografis Aturan Pembatasan PPKM Darurat Jawa Bali. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Aturan Pembatasan PPKM Darurat Jawa Bali. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya