Orangtua Wajib Tahu Gejala Stres pada Anak

Oleh Liputan6.com pada 26 Jul 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 06:00 WIB
Ilustrasi anak dengan disabilitas intelektual.
Perbesar
anak juga bisa stres Foto: Pexels Pixabay.

Liputan6.com, Jakarta Bukan cuma orangtua, anak juga bisa stres saat pandemi COVID-19. Bila biasanya mereka sekolah dan bertemu teman-teman, kondisi sekarang memaksa mereka sekolah dari rumah. Bahkan main pun secara daring.

Psikolog klinis anak dan keluarga, Samanta Elsener mengatakan bahwa anak tidak seperti orang dewasa yang dapat mengungkapkan perasaan. Ini sebabnya orangtua harus peka terhadap perubahan perilaku anak.

"Kita benar-benar harus bisa melihat dari perilakunya, apa yang berubah dari anak," ujar Samantha dalam webinar "Healthy Kids Healthy Family" yang digelar Good Doctor.

Gejala umum anak stres di antaranya adalah emosi naik-turun, tidak mau sekolah (jika sudah usia sekolah), demotivasi, pola tidur berubah dan tiba-tiba pilih-pilih makanan.

Peran orangtua adalah memastikan bahwa kebutuhan anak bisa terpenuhi dan emosinya tersalurkan. Orangtua juga harus bisa berkomunikasi dengan anak dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami.

"Mau enggak mau orangtua harus jeli melihat kebutuhan anak. Aanak butuhnya apa sih? Apakah kalau cranky aja kita udah bisa kita klasifikasikan sebagai anak yang lagi stres atau dia mengalami fase-fase sensory meltdown (tantrum) atau kelebihan informasi-informasi yang diproses di otak tengah," kata Samanta mengutip Antara.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kok Ngompol Lagi?

Beberapa gejala lain yang lebih berat saat anak mengalami gangguan kesehatan mental seperti mulai ngompol padahal sudah lulus toilet training hingga melakukan sleep walking atau tidur berjalan.

"Itu indikasi ada kecemasan yang dirasakan oleh anak dan mengganggu dirinya. Lalu ada juga kondisi-kondisi yang mereka banting-banting barang, biasanya enggak pernah terus sekarang banting barang," ujar Samanta.

Jika beberapa gejala di atas dialami oleh anak, maka orangtua disarankan untuk melakukan konsultasi ke psikolog atau psikiater.

"Tantangan-tantangan ini tidak hanya dialami oleh para orangtua di situasi pandemi. Orangtua sebaiknya mencari informasi terus, jangan yang enggak akurat tapi yang valid. Kalau dirasa informasinya kurang tolong jadwalkan dengan ahlinya agar bisa mendapatkan penanganan yang sesuai," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Juga Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya