Skenario COVID-19 Memburuk, Ada Strategi Khusus untuk DKI dan DIY

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 14 Jul 2021, 20:00 WIB
Diperbarui 14 Jul 2021, 20:00 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara Mata Najwa dalam sesi 'Beres-beres Kursi Menkes' pada 6 Januari 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa apabila terjadi perburukan lonjakan kasus COVID-19, DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan jadi dua provinsi yang berat terdampak.

Hal itu disampaikan Menkes dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Selasa (13/7/2021), saat memaparkan tentang kebutuhan tempat tidur COVID-19, dengan skenario peningkatan kasus 30 dan 60 persen.

"Kalau kita memburuk sampai 30 persen, ini dalam jangka waktu seminggu atau dua minggu ke depan, yang berat adalah Yogyakarta dan DKI Jakarta," kata Budi Gunadi.

Menurut Menkes, kedua provinsi tersebut akan mengalami dampak terberat apabila terjadi peningkatan kasus COVID-19 30 persen, atau sekitar 2 sampai 3 persen per hari, dalam seminggu hingga dua minggu ke depan.

"Karena akan kekurangan tempat tidur isolasi dan akan kekurangan ICU," kata Menkes.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Minta DIY Tambah Konversi Tempat Tidur

RS Rujukan Pasien Corona Covid di DIY
Perbesar
RSUP Dr Sardjito menjadi salah satu rs rujukan utama penanganan Covid-19 di Yogyakarta. Kesiapan dan fasilitas yang mumpuni membuat RS ini menjadi rujukan pasien positif Corona Covid-19.

Terkait lonjakan ini, Menkes mengatakan bahwa ada strategi khusus yang disiapkan untuk Jakarta dan Yogyakarta.

"Karena Jogja, yang sudah terisi sekitar dua ribuan tempat tidurnya, BOR-nya 91 persen paling tinggi, tetapi kamar tempat tidur di Jogja sebenarya ada 8.200," kata Budi Gunadi.

"Isolasinya mungkin 2.500 sekarang sudah terisi 2.400, jadi kelihatan tinggi. Tetapi Jogja masih bisa mengonversi dari (total) 8.200, additional dua ribu deh dipindahkan," katanya.

Menkes mengatakan bahwa dia mengerti bahwa sudah ada jatah yang disiapkan untuk pasien-pasien non-Covid. Namun menurutnya, dengan terjadinya lonjakan kasus, ia mengimbau agar dedikasi saat ini difokuskan untuk COVID-19.

Menurut Budi Gunadi, apabila tempat tidur COVID-19 di Yogyakarta meningkat hingga sekitar empat ribu, maka tekanan Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit bisa menurun hingga ke 60 persen.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

DKI Ubah RS jadi RS Khusus COVID-19

Hari Pertama Pengoperasian RS Darurat COVID-19 Asrama Haji Pondok Gede
Perbesar
Rs. Darurat Covid Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Dok

Sementara di DKI Jakarta, Menkes melaporkan bahwa konversi tempat tidur untuk COVID-19 sudah dilakukan hingga lebih dari 50 persen.

Maka dari itu, strategi untuk penanganan pasien di Jakarta adalah dengan mengubah satu rumah sakit menjadi khusus untuk COVID-19.

"Itu yang kita lakukan dengan Rumah Sakit Fatmawati, Rumah Sakit Persahabatan, dan Rumah Sakit Sulianti Saroso. Kita bikin 100 persen untuk COVID. Jadi itu ada tambahan mendekati seribu kamar."

Menurut Menkes, hal ini juga bisa ditiru oleh rumah sakit di kota-kota lain, apabila BOR sudah semakin tinggi, tetapi konversi tempat tidur untuk pasien virus corona sudah di atas 50 persen.

Strategi lain adalah dengan pembukaan rumah sakit lapangan atau darurat. Budi Gunadi mengatakan, yang terbaik adalah menggunakan fasilitas yang sudah ada dan telah dilengkapi kamar dan tempat tidur, serta kamar mandi.

"Daripada kita bikin baru dari scratch di lapangan. Karena susah kamar mandinya, kemudian tempat tidurnya susah, oksigen harus dalam tabung juga lebih susah," kata Menkes.

Ia mengatakan, DKI Jakarta kemarin baru saja mengubah Asrama Haji Pondok Gede menjadi rumah sakit darurat untuk pasien COVID-19 bergejala sedang.

"Kita bekerja sama juga dengan BUMN, di Wisma Haji itu ada satu gedung yang kita pakai untuk ICU. Itu bisa lebih untuk 100," kata Menkes. "Jadi totalnya mungkin 900 sampai seribu tempat tidur ada di Wisma Haji, itu sudah kita bereskan dalam waktu 4-5 hari."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Asrama Haji Pondok Gede Jadi RS Khusus Covid-19

Infografis Asrama Haji Pondok Gede Jadi RS Khusus Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Asrama Haji Pondok Gede Jadi RS Khusus Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya