Baru Bersenang-senang, Ancaman Virus Corona Varian Delta Hampiri Warga AS

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 24 Jun 2021, 11:47 WIB
Diperbarui 24 Jun 2021, 11:47 WIB
Warga AS yang Sudah Divaksinasi Tak Perlu Kenakan Masker Lagi
Perbesar
Orang-orang memanfaatkan cuaca musim semi yang hangat di sepanjang Danau Michigan, Chicago, Selasa (27/4/2021). Warga AS yang telah menerima vaksin COVID-19 tidak lagi diwajibkan mengenakan masker saat berada di luar ruangan kecuali berada di tengah kerumuman orang asing. (AP Photo/Shafkat Anowar)

Liputan6.com, New York - Tampaknya warga Amerika Serikat (AS) kembali harus berhati-hati lantaran saat ini virus Corona varian Delta menjadi ancaman baru untuk mereka.

Pemerintah AS kini mendorong warga Amerika usia muda untuk vaksinasi COVID karena kekhawatiran akan penyebaran virus Corona varian Delta yang mengancam kenaikan kasus COVID-19 di negara itu dalam beberapa bulan ke depan.

Dorongan berlangsung ketika lebih dari 20 persen varian Delta telah ditemukan dalam infeksi virus Corona di AS dua minggu terakhir, seperti dilaporkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada Selasa, 22 Juni 2021. 

Virus Corona Varian Delta saat ini merupakan ancaman terbesar di AS terhadap upaya kami untuk menghilangkan COVID-19,” kata pakar penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci, mengutip cbc.ca, Kamis, 24 Juni 2021.

"Kabar baiknya vaksin kami efektif melawan varian Delta, kami memiliki alatnya jadi mari kita gunakan dan hancurkan wabah," Anthony menambahkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Vaksinasi Diprediksi Tak Memenuhi Target

Gedung Putih mengakui bahwa Presiden AS Joe Biden akan gagal mencapai tujuannya memvaksinasi 70 persen dari semua orang dewasa AS dengan setidaknya satu suntikan pada Hari Kemerdekaan, 4 Juli mendatang.

Biden juga hampir melewatkan rencana capaian kedua yakni memvaksinasi 165 juta orang dewasa Amerika pada 4 Juli sepenuhnya.

Koordinator COVID-19 Gedung Putih, Jeff Zients memproyeksikan perlu beberapa minggu lagi untuk mencapai angka itu.

Tingkat vaksinasi baru secara nasional telah turun drastis selama sebulan terakhir bahkan ketika suntikan menjadi lebih tersedia, dengan kurang dari 300.000 orang Amerika sekarang mendapatkan rata-rata dosis pertama mereka per hari.

Jika kecepatannya terus seperti ini maka akan membuat AS tidak mencapai target 70 persen sampai akhir Juli.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemikiran Warga Muda AS

Koordinator Tanggap COVID-19 Gedung Putih, Jeff Zients mengatakan bahwa pada kenyataannya banyak orang Amerika usia muda merasa bahwa COVID-19 bukanlah sesuatu yang berdampak pada mereka.

“Mereka (warga muda AS) kurang bersemangat untuk mendapatkan suntikan,” kata Zients.

Zients dan pakar pemerintah mengatakan munculnya varian Delta harus memotivasi orang Amerika yang lebih muda untuk divaksinasi.

"Namun, dengan varian Delta yang sekarang menyebar ke seluruh negeri dan menginfeksi orang yang lebih muda di seluruh dunia, penting juga bagi mereka mendapatkan vaksinasi."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Kasus COVID-19 Melonjak, Rumah Sakit Terancam Kolaps

Infografis Kasus Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit Terancam Kolaps. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Kasus Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit Terancam Kolaps. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓