Menkes: Arahan Presiden Jelas, Masalah Ekonomi Tak Selesai kalau Kesehatan Tidak Terselesaikan

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 22 Jun 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 10:33 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara Mata Najwa dalam sesi 'Beres-beres Kursi Menkes' pada 6 Januari 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyatakan, apabila masalah kesehatan pandemi COVID-19 tidak bisa diselesaikan, maka masalah ekonomi juga tidak akan terselesaikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi Gunadi, terkait adanya anggapan bahwa pemerintah masih mengutamakan masalah ekonomi ketimbang kesehatan, dalam penanganan COVID-19.

Anggapan itu muncul kala pemerintah tetap melakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, di tengah desakan Pemberlakukan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari berbagai pihak.

"Bapak Presiden jelas sejak di awal bahwa ini dua-duanya tidak bisa dipisahkan," kata Budi dalam konferensi pers daringnya pada Senin (21/6/2021).

"Dan Bapak Presiden juga jelas di awal, ekonominya tidak mungkin akan bisa selesai kalau kesehatannya tidak selesai. Karena memang isu utamanya adalah isu kesehatan," kata mantan Wakil Menteri BUMN itu melanjutkan.

Menkes Budi pun kembali menegaskan bahwa Presiden Jokowi mengutamakan agar isu kesehatan harus diselesaikan. "Karena tidak mungkin ekonominya bisa balik, kalau isu kesehatannya tidak selesai."

Arahan Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kita tidak boleh menyepelekan yang namanya COVID-19 dalam pernyataannya pada Minggu, 2 Mei 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

 Pada konferensi pers tersebut, Menkes juga mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah mengarahkan agar dalam menangani COVID-19, perlu penguatan di sisi hulu atau mencegah agar masyarakat tidak tertular.

"Hulunya ditekankan adalah bagaimana bisa mengimplementasikan PPKM mikro dengan baik di lapangan, dan mempercepat vaksinasi," kata Budi Gunadi.

Menurut Budi, apabila sisi hulu dapat ditangani dengan baik, maka tekanan di sisi hilir atau rumah sakit juga dapat berkurang.

Mempercepat Vaksinasi

Selain itu, Presiden Jokowi juga telah meminta agar awal bulan Juli, vaksinasi COVID-19 dapat diupayakan mampu mencapai satu juta penyuntikan dalam sehari.

Sebelumnya pada pekan lalu, ia juga telah meminta agar vaksinasi di bulan Juni ini bisa menembus 700 ribu dalam sehari.

"Tolong dipastikan digerakkan semua komponen, baik itu komponen melalui vaksinasi pemerintah daerah maupun juga komponen vaksinasi melalui TNI dan Polri," ujar Menkes.

"Kami bekerja sama terus, berkomunikasi dengan bapak Panglima (TNI) dan bapak Kapolri, Insyaallah kita percaya, kita yakin, angka 1 juta vaksinasi per hari bisa kita capai awal bulan depan sesuai arahan bapak Presiden," imbuhnya.

Infografis Jakarta Terancam Genting Covid-19

Infografis Jakarta Terancam Genting Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Jakarta Terancam Genting Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓