Bukti Vaksin Ampuh, 90 Persen Nakes di Kudus yang Kena Covid-19 Telah Sembuh

Oleh Aditya Eka Prawira pada 18 Jun 2021, 10:11 WIB
Diperbarui 18 Jun 2021, 10:11 WIB
Banner Infografis Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus hingga Bangkalan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Banner Infografis Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus hingga Bangkalan. (Liputan6.com/Trieyasni)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 90 persen tenaga kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah, yang terpapar virus Corona penyebab COVID-19 pada Kamis, 17 Juni 2021, dilaporkan berangsur-angsur pulih.

Bahkan, nakes yang menjalani isolasi mandiri COVID-19 sudah mulai masuk kerja, dan kembali melayani masyarakat.

"Ini sebuah berita yang menggembirakan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Badai Ismoyo.

Badai, melanjutkan, kesembuhan para nakes yang terkena COVID-19 akibat menangani pasien di fasilitas kesehatan tidak lepas dari peran vaksin Corona yang mereka peroleh melalui program vaksinasi bagi nakes dari Januari hingga Maret 2021.

"Hal ini juga menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan kepada mereka benar-benar efektif melindungi dari kondisi terburuk," kata Badai.

Sampai dengan Sabtu, 12 Juni 2021, tercatat ada 308 tenaga kesehatan di Kudus yang terkonfirmasi COVID-19. 277 di antaranya masih menjalani perawatan isolasi mandiri, dan sebanyak 193 orang sudah dinyatakan sembuh.

Badai memaparkan bahwa jumlah tenaga kesehatan di Kudus saat ini mencapai kurang lebih 6.000 orang. Hampir 100 persennya telah menerima vaksinasi COVID-19 dosis pertama dan kedua.

Menurut Badai, jumlah nakes di Kudus yang terpapar COVID-19 usai menjalani vaksinasi tidak banyak.

"Dari jumlah tersebut, hanya 308 nakes yang terpapar atau 5,13 persen dari jumlah keseluruhan nakes, dan sebagian besar di antaranya sudah sembuh, dan mulai bekerja kembali," katanya.

 

Data Terbaru Terkait Nakes di Kudus yang Terpapar COVID-19

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Loekmono Hadi, dr Abdul Aziz Achyar, mengatakan, berdasarkan data terbaru pada Kamis, 17 Juni 2021, dari total 153 tenaga kesehatan yang kena COVID-19 di rumah sakit tersebut, hanya 11 orang atau 7,1 persen yang dirawat inap, 86 orang  atau 56 persen sisanya melakukan isolasi mandiri.

Selanjutnya, dari 153 kasus tersebut, sebanyak 59 orang atau 38,5 persen nakes RSUD dr Loekmono Hadi sudah dinyatakan sembuh. Hal ini menunjukkan bahwa vaksinasi COVID-19 bagi nakes efektif mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian.

Hingga Kamis (17/6), nakes dan tenaga penunjang kesehatan di Kudus yang telah divaksinasi dosis pertama mencapai 6.085 orang dan yang telah mendapatkan dosis kedua sebanyak 5.888 orang.

 

Kemenkes Alokasikan Vaksin COVID-19

Untuk mengantisipasi dan melakukan intervensi kesehatan di Kudus, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengalokasikan vaksin COVID-19 sebanyak 50 ribu dosis khusus guna memercepat cakupan vaksinasi di Kudus.

Hal ini merupakan upaya melindungi masyarakat Kudus dari COVID-19 karena terbukti vaksinasi memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang sudah mendapatkannya lebih dahulu.

“Untuk saat ini kita sudah menggencarkan vaksinasi secara masal di Kudus, supaya nanti bisa melandaikan penularan COVID-19,” ujar H.M Hartopo, Bupati Kudus, Kamis (10/6) lalu.

Diakui Hartopo, lonjakan kasus COVID-19 berawal dari pemudik yang pulang ke Kudus.

“Perlu kita informasikan bahwa masyarakat jangan abai dengan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi. Vaksinasi sendiri sebetulnya hanya sarana meningkatkan imunitas. Supaya seandainya terpapar COVID-19 tidak bergejala berat,” katanya seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Jumat, 18 Juni 2021.

 

Infografis Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus hingga Bangkalan

Infografis Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus hingga Bangkalan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus hingga Bangkalan. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓