Lonjakan COVID-19, Masyarakat Mesti Perketat Protokol Kesehatan

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 16 Jun 2021, 10:42 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 17:09 WIB
Antrean Ambulans di Wisma Atlet Imbas Melonjaknya Pasien COVID-19
Perbesar
Pasien Covid-19 berada di dalam bus sekolah di RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Meningkatnya jumlah warga yang terpapar Covid-19 menyebabkan antrean ambulans yang hendak masuk ke RSD Wisma Atlet Kemayoran. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Lonjakan COVID-19 di sejumlah wilayah Indonesia, Koordinator PMO Komunikasi Publik Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Arya Sinulingga meminta masyarakat kembali mengetatkan penerapan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan dapat menekan penyebaran COVID-19 dan potensi penularan virus Corona bisa dihindari. Protokol kesehatan yang dimaksud memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak.

Arya juga menekankan agar masyarakat menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Mematuhi protokol kesehatan merupakan bentuk menjaga diri dan juga orang di sekitar kita. Tujuannya, menghindari penularan COVID-19 di lingkungan kita," ujar Arya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Selasa (15/6/2021) malam.

Arya juga berharap, pemerintah daerah dan juga pihak terkait lainnya untuk kembali menegakkan protokol kesehatan di wilayah. Bagi pelanggar protokol kesehatan, Arya berpandangan, bisa diberi sanksi yang lebih tegas.

"Penegakan protokol kesehatan harus dilakukan demi keselamatan masyarakat," imbuhnya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kenaikan Kasus COVID-19 di Jakarta Paling Signifikan

Kasus Positif Covid-19 di Zona Merah Cilangkap Bertambah Jadi 104 Warga
Perbesar
Suasana permukiman warga RT 003 RW 003, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung saat mikro lockdown, Jakarta, Selasa (25/5/2021). Jumlah warga yang tepapar Covid-19 di wilayah ini bertambah menjadi 104 orang akibat klaster silaturahmi saat Lebaran kemarin. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah lonjakan kasus COVID-19 lebih dari 30 kali lipat dalam sepekan. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kenaikan kasus COVID-19 yang paling signifikan.

Dalam 10 hari saja kasus COVID-19 di Jakarta meningkat lebih dari 300 persen. Di Yogyakarta juga mengalami kenaikan kasus COVID-19 hingga 107 persen, bertambah 445 kasus dalam satu hari pada 10 Juni 2021.

Pekan ini, ada 12 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye menjadi zona merah. Yakni Kota Banda Aceh (Aceh), Kota Medan (Sumatera Utara), Lima Puluh Kota, dan Dharmasraya (Sumatera Barat).

Lalu Siak dan Kuantan Singingi (Riau), Tebo (Jambi), Ciamis dan Bandung Barat (Jawa Barat), Tegal (Jawa Tengah) dan Kota Bima (Nusa Tenggara Barat).

Perlu juga diwaspadai 10 kabupaten/kota yang saat ini berada pada zona oranye dengan skor mendekati zona merah. Di antaranya, Pati, Brebes dan Semarang diJawa Tengah, Kepulauan Meranti.

Kemudian Kota Pekanbaru di Riau, Muara Enim di Sumatera Selatan, Tanah Datar di Sumatera Barat, Dairi di Sumatera Utara, Bintan di Kepulauan Riau, dan Sumba Tengah di Nusa Tenggara Timur.

Lonjakan Pasien COVID-19 di Wisma Atlet

Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet Melonjak
Perbesar
Pasien positif Covid-19 saat dibawa ke RSD Wisma Atlet, Jakarta, Minggu (30/5/2021). Berdasarkan data Penerangan Kogabwilhan mencatat hingga hari ini jumlah pasien rawat inap di Tower 4, 5, 6, dan 7 mencapai 2.013 orang atau 33 persen dari kapasitas tempat tidur. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat kini tengah jadi sorotan usai terjadi lonjakan jumlah pasien COVID-19. Dilaporkan, angka pasien positif COVID-19 di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet kini bisa tembus di angka 600 orang dalam sehari.

Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Koordinator Humas dan Komandan Lapangan Letkol TNI Arifin meminta Pemerintah kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti di awal pandemi.

Sehari tembus di angka 600 pasien COVID-19, RSDC Wisma Atlet dilaporkan berpotensi memasuki fase krisis atau kolaps apabila tak ada kebijakan yang lebih ketat.

"Ya kalau sehari gini terus 500, 600 pasien, semua fasilitas kesehatan kolaps. Seminggu ini tinggi 500 (sampai) 600," lanjut Letkol TNI Arifin kepada Liputan6.com, Selasa (15/6/2021).

"Bisa juga kalau memang masif, nanti seminggu ke depan positivity rate-nya tinggi, harus ada kebijakan yang diambil."

Infografis Jakarta Terancam Genting Covid-19

Infografis Jakarta Terancam Genting Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Jakarta Terancam Genting Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓