Virus Corona Varian Delta di Kudus Menular Lebih Cepat, Prokes Jangan Kendur

Oleh Aditya Eka Prawira pada 14 Jun 2021, 10:53 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 17:54 WIB
Banner Infografis Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus hingga Bangkalan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Banner Infografis Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus hingga Bangkalan. (Liputan6.com/Trieyasni)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Minggu, 13 Juni 2021, mengonfirmasi temuan 28 kasus virus Corona varian Delta di Kudus, Jawa Tengah.

Varian Delta dahulu dikenal dengan sebutan virus Corona varian B.1617.2 atau varian India.

Temuan varian Delta di Kudus menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia selama satu minggu terakhir.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dalam sebuah kesempatan menyebut bahwa varian Delta 'India' yang sudah masuk Kudus memiliki kemampuan menular yang sangat cepat.

Hal senada juga dikatakan Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH bahwa virus Corona varian Delta memiliki kemampuan menular yang sangat cepat.

"Barusan lihat di website Gisaid untuk update kasus mutasi ternyata dalam 4 minggu terakhir terjadi peningkatan 51,4 persen dari varian Delta India di Indonesia," kata Ari dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 14 Mei 2021.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Virus Corona Varian Delta Timbulkan Gejala Parah

Ari juga menyebut bahwa varian Delta dapat menimbulkan gejala yang lebih parah. Yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hilang pendengaran, nyeri ulu hati, dan mual.

Pasien yang tertular virus Corona varian Delta pun harus dirawat di rumah sakit dan memerlukan suplementasi oksigen.

Tidak hanya itu, varian Delta India juga bisa menimbulkan berbagai komplikasi.

"Kemampuan varian Delta ini menginfeksi lebih mudah dan cepat. Jika kita berada dalam satu ruangan dengan orang dengan varian Delta ini, dan orang tersebut bersin atau berbicara, virus akan lebih cepat berpindah," katanya.

Ari lalu mengingatkan agar tidak mengendurkan protokol kesehatan COVID-19.

"Semoga kita terhindar dari varian Delta yang berbahaya ini," ujarnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Lonjakan Kasus COVID-19 di Kudus hingga Bangkalan

Infografis Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus hingga Bangkalan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus hingga Bangkalan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓