Dinkes DKI Bantu Alur Penerimaan atau Evakuasi Pasien COVID-19 Rusun Nagrak

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 14 Jun 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 08:00 WIB
Kepala BNPB Ganip Warsito
Perbesar
Ketua Satgas COVID-19 Ganip Warsito menyimak paparan Kepala Dinkes DKI Widyastuti di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (13/6/2021). (Tim Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta membantu alur penerimaan atau evakuasi pasien COVID-19 di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara. Hal ini disampaikan Kepala Dinkes DKI Widyastuti kepada Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito.

Alur penerimaan atau evakuasi pasien COVID-19 di Rusun Nagrak menggunakan sistem zonasi guna mencegah kontak penularan antar pasien COVID-19.

"Kami juga mengkoordinir dan membantu pengaturan alur evakuasi penerimaan pasien COVID-19 dengan sistem zonasi, sehingga mengurangi potensi kontak pasien satu sama lain," kata Widyastuti saat ikut melakukan peninjauan ke Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (13/6/2021).

Sebagai informasi, Rusun Nagrak merupakan salah satu tempat isolasi pasien COVID-19 yang resmi ditunjuk oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara. Rusun Nagrak memiliki 14 tower yang terbagi dalam tiga klaster, yang setiap klasternya cukup berjarak.

Masing-masing tower di Rusun Nagrak terdiri atas 16 lantai dengan 225 unit, yang mana setiap unit terdiri dari dua kamar yang mampu menampung hingga 2.550 orang.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Dukungan BPBD dan Dinkes DKI Jakarta

Kepala BNPB Ganip Warsito
Perbesar
Ketua Satgas COVID-19 Ganip Warsito berkunjung ke tempat isolasi pasien COVID-19 di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (13/6/2021). (Tim Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Dalam menjalankan kegiatan operasional pelayanan para pasien COVID-19, Rusun Nagrak didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung lain.

Ada juga dukungan dari Dinas Sosial DKI Jakarta dalam pemenuhan gizi para pasien COVID-19.

"Untuk  memperkuat jalannya operasional pelayanan kepada para pasien COVID-19, kami didukung sarana dan pra sarana dalam unit hunian serta daerah sekitar oleh BPBD DKI Jakarta bersama perangkat wilayah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait," jelas Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Sederhana Sewa (UPRS III) Vita Nurvianti.

Butuh Tambahan SDM di Rusun Nagrak

Aktivitas Pasien COVID-19 Jalani Isolasi Mandiri di Hotel
Perbesar
Petugas kemanan mengenakan baju hazmat saat menjaga aktivitas pasien di sebuah hotel kawasan Salemba, Jakarta, Senin (22/2/2021). Para pasien Covid-19 memilih hotel dengan alasan lebih nyaman dan privasi dibandingkan rumah sakit meskipun mengeluarkan biaya lebih. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Vita Nurvianti turut mengungkapkan kebutuhan lain, yakni sumber daya manusia dalam pengelolaan serta penanganan para pasien COVID-19.

"Seperti halnya di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Rusun Nagrak juga membutuhkan dukungan tambahan sumber daya manusia dalam konteks pelayanan kepada para pasien COVID-19," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

"Ya, mengingat sumber daya kami cukup terbatas yang hanya meliputi petugas kebersihan dan teknisi gedung."

nfografis Hati-Hati 5 Tanda Daya Tahan Tubuh Menurun Saat Pandemi Covid-19

Infografis Hati-Hati 5 Tanda Daya Tahan Tubuh Menurun Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Hati-Hati 5 Tanda Daya Tahan Tubuh Menurun Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓