9 Efek Samping Hand Sanitizer, Salah Satunya Pengaruhi Kesuburan

Oleh Melly Febrida pada 13 Jun 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 13 Jun 2021, 21:00 WIB
Seleksi kompetensi bidang CPNS
Perbesar
Petugas memberikan cairan hand sanitizer kepada peserta yang bersiap mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkumham di Gedung Kepegawaian Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2020). (merdeka.com/Imam Buhori)

 

Liputan6.com, Jakarta - Hand sanitizer menjadi benda yang wajib dibawa ke mana-mana di masa pandemi COVID-19 kayak sekarang. Benda ini memang simpel untuk membersihkan tangan, ketimbang bawa sabun cuci tangan, tapi perlu digarisbawahi bahwa benda penting satu ini bukan tidak memiliki efek samping

Anda mungkin merasakan beberapa efek samping hand sanitizer saat ini, seperti tangan kering dan pecah-pecah. Namun, ada juga dampak jangka panjang yang mungkin memengaruhi kehidupan Anda di masa depan, seperti mempengaruhi kesuburan. Oleh sebab itu, perhatikan kandungan bahan yang digunakan.

Seperti dilansir laman Eat This pada Minggu, 13 Juni 2021, berikut 9 efek samping penggunaan hand sanitizer, baik yang berbahan alkohol maupun nonalkohol.

1. Risiko eksim

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, CDC merekomendasikan untuk sering mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik atau jika tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.

Mengikuti saran itu bisa meningkatkan kontak dengan iritasi dan alergen, sehingga risiko dermatitis tangan atau 'eksim' meningkat.

"Biasanya kulit terlihat kemerahan, kekeringan, retak, dan bahkan lecet yang menyebabkan gatal atau nyeri," kata Caroline Nelson, MD, dokter kulit dan instruktur Yale Medicine di Yale School of Medicine.

Untuk itu, cobalah untuk tidak berlebihan menggunakan pembersih dan gunakan pelembab setelah setiap penggunaan. Idealnya, pelembab yang digunakan mengandung minyak mineral atau petrolatum, sehingga dapat membantu mencegah dermatitis tangan.

"Pelembab seharusnya diterapkan segera setelah cuci tangan, ini tidak terjadi ketika menggunakan hand sanitizer. Individu harus menggosok tangan mereka selama sekitar 15-30 detik menutupi semua permukaan dengan hand sanitizer sampai tangan kering, lalu oleskan pelembab," kata Nelson.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Efek Samping Penggunaan Hand Sanitizer

Persiapan PPDB DKI Jakarta
Perbesar
Petugas menyiapkan hand sanitizer di SMP N 115 Jakarta, Jumat (21/5/2021). Seleksi PPDB DKI Jakarta tahun ini akan dibagi menjadi empat bagian yakni jalur prestasi, jalur afirmasi, jalur zonasi, dan jalur pindah tugas orangtua dan anak guru. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

2. Kulit iritasi

"Pembersih tangan adalah produk antiseptik, diformulasikan untuk mendisinfeksi kulit," kata Vanessa Thomas, ahli kimia kosmetik, dan pendiri Formulasi Freelance.

Bahan desinfektan utama dalam formula pembersih tangan adalah etil atau isopropil alkohol, dan bahan tersebut diformulasikan bersama dengan pengental, pelembut, dan kadang-kadang wewangian guna mengurangi bau alkohol yang kuat.

"Penggunaan yang sering dapat menyebabkan iritasi kulit, atau mengeringkan kulit. Jika Anda memiliki kulit sensitif, efeknya bisa lebih buruk. Pengeringan disebabkan oleh alkohol," ujarnya.

Apabila Anda tidak dapat meminimalkan penggunaan hand sanitizer, ide yang baik adalah menindaklanjuti dengan pelembab. Kulit kering disebabkan oleh kurangnya kandungan air di kulit.

"Pelembab dengan humektan dan oklusif adalah yang terbaik. Oklusif membantu menciptakan lapisan kulit untuk menahan kelembapan, dan humektan (contohnya asam hialuronat ) membantu menarik air ke kulit," kata Thomas.

3. Mempengaruhi Kesuburan

"Beberapa hand sanitizer terdiri dari alkohol, seperti etil alkohol, sebagai bahan aktif yang berfungsi sebagai antiseptik,” kata Chris Norris, seorang fisioterapis dan ahli saraf dan Clinical Associate Professor di The University of California, dari sleepstandards.com.

Namun, ada beberapa pembersih tangan berbasis non-alkohol yang mengandung senyawa antibiotik yang disebut triclosan atau triclocarban. Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa triclosan berbahaya bagi kesehatan karena penggunaannya yang berlebihan memiliki efek negatif pada kesuburan, perkembangan janin, dan tingkat kelahiran.

Hindari yang mengandung triclosan atau triclocarban. "Selalu dianjurkan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun untuk membasmi kuman sepenuhnya. Gunakan hand sanitizer hanya jika air dan sabun tidak tersedia," kata Norris.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Efek Lainnya

Uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama
Perbesar
Siswa menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki ruang kelas pada pada hari pertama uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Kenari 08 Pagi Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas di 100 sekolah (Liputan6.com/Faizal Fanani)

4. Resistensi terhadap antibiotik

Norris mengatakan paparan triclosan meningkatkan kemungkinan bakteri mengembangkan resistensi terhadap antibiotik.

5. Menyebabkan masalah hormon

"Menurut FDA, triclosan yang ada dalam pembersih tangan juga menyebabkan masalah hormon. Hal ini menyebabkan bakteri beradaptasi dengan sifat antimikrobanya, yang menciptakan lebih banyak jenis yang resisten terhadap antibiotik," kata Norris.

6. Mempengaruhi sistem kekebalan tubuh

"Triclosan juga melemahkan fungsi kekebalan tubuh manusia. Sistem kekebalan yang melemah membuat orang lebih rentan terhadap alergi," kata Norris.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Efek Samping Hand Sanitizer Lainnya

Hand Sanitizer
Perbesar
©Shutterstock

7. Mempengaruhi perkembangan tubuh

Pembersih tangan yang memiliki terlalu banyak wewangian biasanya mengandung bahan kimia beracun seperti ftalat dan paraben. Phtalat adalah pengganggu endokrin yang dapat memengaruhi perkembangan dan reproduksi tubuh manusia. Temukan hand sanitizer yang bebas ftalat dan paraben.

"Paraben adalah bahan kimia yang dapat berdampak negatif pada fungsi hormon, kesuburan, hasil kelahiran, dan lain-lain, dan perkembangan reproduksi," kata Norris.

8. Gangguan kulit

"Penggunaan hand sanitizer berbahan dasar alkohol secara berlebihan untuk melindungi dari kuman dan patogen penyebab infeksi dapat berbanding terbalik dengan peningkatan risiko infeksi melalui gangguan kulit. Menggunakan secara berlebihan dapat menghilangkan bakteri jinak pada kulit yang tidak baik,” kata Norris.

Berbeda jika menggunakan sabun dan air, yang dapat secara efektif menghilangkan kotoran, dan menghilangkan pestisida dan residu kimia lainnya yang tertinggal di tangan Anda.

9. Menyebabkan keracunan alkohol

Karena banyak pembersih tangan mengandung kadar alkohol yang sangat tinggi, para dokter menyaksikan kasus keracunan alkohol saat dihisap. “Karena pembersih tangan mudah didapat, ada banyak kasus secara global di mana remaja dirawat di rumah sakit karena keracunan alkohol akibat mengonsumsi pembersih tangan," kata Norris.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 6 Kebiasaan Bikin Hand Sanitizer Tak Efektif Cegah COVID-19

Infografis 6 Kebiasaan Bikin Hand Sanitizer Tak Efektif Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 6 Kebiasaan Bikin Hand Sanitizer Tak Efektif Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓