Sempat 80 Persen, BOR Kota Bandung Kini 78 Persen

Oleh Arie Nugraha pada 12 Jun 2021, 13:25 WIB
Diperbarui 12 Jun 2021, 13:26 WIB
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)
Perbesar
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)

Liputan6.com, Bandung Dinas Kesehatan Kota Bandung Jawa Barat menyebutkan tingkat keterisian ranjang rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) pasien COVID-19 sebesar 78,86 persen per 10 Juni 2021.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rosye Arosdiani Apip, sebelumnya besaran BOR ini sempat melampaui angka 80 persen.

"Ini berhasil kita tekan. Karena per 9 Juni 2021 kapasitas ditambah 85 tempat tidur di seluruh rumah sakit di Kota Bandung,” ucap Rosye ditulis Bandung, Sabtu, 12 Juni 2021.

Dengan adanya penambahan ranjang perawatan pasien COVID-19, maka saat ini ada 1.670 ranjang di seluruh rumah sakit di Kota Bandung. Untuk tingkat keterisiannya sebesar 78,86 persen atau sebanyak 1.317 ranjang. Artinya masih ada sekitar 353 ranjang tersedia di Kota Bandung.

"Itu juga bisa dimanfaatkan oleh pasien yang berasal dari luar daerah," kata Rosye.

 

Sebagian Diisi Warga Non-Bandung

Besaran 78,86 persen pasien COVID-19 ini, Rosye menjelaskan bukan seluruhnya diisi oleh warga Kota Bandung. Namun terdapat pasien dari luar Kota Bandung.

Rinciannya sebesar 56,11 persen itu penduduk Kota Bandung. Sisanya 43,89 persen itu berasal dari luar Kota Bandung.

"Penambahan tempat tidur ini bukanlah solusi akhir untuk mengatasi pandemi COVID-19. Langkah ini dalam rangka antisipasi penanganan terhadap kondisi perkembangan sebaran kasus," terang Rosye.

Rosye menegaskan, strategi utama guna melawan pandemi yakni dengan komitmen dan konsistensi pemerintah dalam melakukan Testing, Tracing, dan Treatment (3T).

Komitmen itu harus didukung oleh kontribusi masyarakat melaksanakan 5M. Yakni Menggunakan masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Menguragi Mobilitas.

“Tapi kuncinya kita dengan 5 M dan 3T dan juga dengan vaksinasi,” sebut Rosye.

Rosye berharap, adanya penguatan dan dukungan untuk bisa meningkatkan kualitas layanan rumah sakit di luar Kota Bandung. Sehingga penanganan COVID-19 akan semakin baik dengan hadirnya sistem kesehatan daerah yang semakin kuat.

 

Infografis Awas Lonjakan COVID-19 Libur Lebaran

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran
Perbesar
Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran (Liputan6.com/Triyasni)

Simak Juga Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓