Ranjang Pasien COVID-19 Terisi Penuh, Dirut RSUD Al-Ihsan: Ini Mengerikan

Oleh Arie Nugraha pada 11 Jun 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 19:00 WIB
Long COVID-19 (Foto: Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi pasien COVID-19 (Foto: Unsplash)

Liputan6.com, Bandung Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jawa Barat Al-Ihsan Dewi Basmala Gatot menyebutkan bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian ranjang perawatan pasien COVID-19 mencapai 100 persen alias penuh.

Menurut Dewi dari 151 ranjang perawatan pasien COVID-19 yang ada di RSUD All-Ihsan udah terpakai seluruhnya. Dewi menganggap kondisi ini disebut sebagai kondisi mengerikan.

"Kenapa saya sebutkan mengerikan, karena banyak yang datang sudah dalam kondisi yang buruk," kata Dewi. 

"Kadang ada yang meninggal di IGD, sehingga sebetulnya kondisi seperti itu dia sudah lama di rumah. Tidak terdeteksi di rumah atau didiamkan saja di rumah, tahu-tahu masuk rumah sakit sudah dalam kondisi yang berat. Kami khususnya (pelayanan wilayah) Bandung Raya, memang sudah mengurangi ketersediaan tempat tidur yang hijau," ujar Dewi dalam keterangan daring dari Kantor Gubernur Jawa Barat, Bandung, Jumat, 11 Juni 2021.

Dewi mengatakan ranjang hijau yang dimaksudnya adalah merawat pasien COVID-19 yang tidak parah kondisinya.

 

Gejala Ringan, Bisa Isolasi Mandiri

Pasien COVID-19 yang mempunyai gejala, gejala ringan dan tanpa gejala diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri. Atau di isolasi ditempat - tempat yang telah disediakan oleh pemerintah.

"Artinya rumah sakit sekarang hanya merawat (pasien kondisi) yang sedang dan berat saja. Pagi tadi saja di IGD RSUD Jawa Barat Al Ihsan, sudah ada 20 orang pasien COVID-19 yang tengah di skrining," kata Dewi.

Dewi mengimbau kepada masyarakat untuk mengetahui gejala-gejala COVID-19 dan langsung melakukan skrining apabila mengalami gejala COVID-19. Sehingga, pasien COVID-19 akan cepat mendapatkan penanganan dan perawatan.

 

Kenali, Gejala COVID-19 yang Perlu Dapat Perawatan

Gejala COVID-19 paling umum mengacu kepada keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah demam, batuk kering, dan rasa lelah.

Gejala lainnya yakni hidung tersumbat, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan kehilangan penciuman. Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap.

Kesadaran masyarakat mendeteksi dini keterpaparan penyebab COVID-19, amat penting untuk menekan risiko kematian. Deteksi dini bisa dilakukan dengan memahami gejala-gejala COVID-19. Jika menderita salah satu gejala, segera lakukan skrining di fasyankes terdekat.

Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19.

Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Ilustrasi penelitian vaksin Covid-19.  Prasesh Shiwakoti/Unsplash
Perbesar
Ilustrasi penelitian vaksin Covid-19. Prasesh Shiwakoti/Unsplash

Simak Juga Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓