Kata Ahli Soal Diet Terbaik untuk Kaum Milenial yang Punya Hipertensi

Oleh Fitri Syarifah pada 08 Jun 2021, 20:00 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 20:00 WIB
Ilustrasi hipertensi pada milenial
Perbesar
Ilustrasi hipertensi pada milenial. Photo by Mockup Graphics on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. WHO memperkirakan tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi. Setiap tahunnya di dunia diperkirakan 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. 

Sementara menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi hipertensi meningkat pada kalangan milenial yang lahir antara tahun 1981 dan 1996 pada kelompok usia 25-34 tahun mencapai 20 persen dan pada kelompok usia 35-44 tahun mencapai 34 persen.

Pola hidup sehat bisa membantu kadar hipertensi tetap terkontrol. Salah satu diet yang dianjurkan adalah diet DASH (Dietary Approaches To Stop Hypertension).

Menurut ahli jantung dan pembuluh darah dr Badai Bhatara Tiksnadi, SpJP(K), MM, FIHA, diet DASH telah diuji ribuan orang sehingga hingga kini masih paling efektif menurunkan tekanan darah tinggi.

"Diet ini tinggi buah dan sayur. Setiap ngemil harus ada buah dan sayur, porsinya 5-7 kali sehari. Gula sedikit, daging sedikit dan jika ingin dairy product pilih yang low fat," katanya dalam acara virtual media briefing bertajuk Hipertensi, COVID-19 dan Milenial, ditulis Senin (7/6/2021).

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bahan makanan untuk penderita hipertensi

Mengacu pada laman p2ptm Kementerian Kesehatan, bahan makanan untuk penderita hipertensi yang diperbolehkan seperti: beras, ubi, mie, maizena, hunkwee, terigu, gula pasir.

Kacang-kacangan dan hasil olahnya, seperti kacang hijau, kacang merah, kacang kolo, tempe, tahu tawar, oncom.Minyak goreng, margarine tanpa garam, sayuran dan buah-buahan segar

Bumbu seperti : bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, kunyit, kencur, laos, salam, sereh, dll

Sedangkan cara memasak yang dianjurkan dalam menumis atau memasak sebaiknya menggunakan mentega atau margarine yang tidak mengandung natrium (garam).

Untuk memperbaiki rasa masakan yang tawar, dapat digunakan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, gula, cuka, kunyit, daun salam, dan asam. Dengan menggoreng, menumis, pepes, kukus atau memanggang juga dapat meninggikan / menambah rasa masakan sehingga tidak terasa tawar.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tips mengontrol tekanan darah

Kemenkes mencatat selain menjaga pola makan, sebaiknya penderita hipertensi juga membatasi konsumsi gula <4 sdm per hari, membatasi garam <1 sendok teh per hari, membatasi makanan olahan dan cepat saji, dan makanan berlemak/ digoreng -<5 sendok makan minyak perhari. Dianjurkan juga makan ikan sedikitnya 3 kali perminggu. 

Perbanyak buah dan sayuran 5 porsi (400-500 gram) per hari (1 porsi setara dengan 1 buah jeruk, apel, mangga, pisang atau 3 sendok makan sayur yang sudah dimasak)

Selain itu, penderita hipertensi dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik 30 menit/hari (dapat menurunkan tekanan darah sistolik 4 - 9 mmHg), mengurangi stres, mempertahankan Berat badan ideal, berhenti merokok dan memeriksa tekanan darah secara rutin baik di rumah maupun di Fasilitas Kesehatan. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Patuh 3M Saat Donor Darah

Infografis Patuh 3M Saat Donor Darah. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Patuh 3M Saat Donor Darah. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓